27 April: Hari Tapir Sedunia, Satwa Unik Penjaga Hutan yang Kini Terancam Punah
RAU - Monday, 27 April 2026 | 11:09 AM


Setiap tahun pada tanggal *27 April*, para pemerhati satwa liar, peneliti, dan organisasi konservasi di berbagai negara memperingati *Hari Tapir Sedunia.*
Mungkin bagi sebagian orang, nama tapir masih terdengar asing.
Padahal hewan ini termasuk salah satu mamalia paling unik di dunia.
Bentuk tubuhnya besar dan kokoh.
Kakinya pendek namun kuat.
Sementara bagian hidungnya menyerupai belalai kecil yang lentur.
Karena bentuknya yang tidak biasa, banyak orang menyebut tapir sebagai hewan yang tampak seperti "gabungan beberapa satwa sekaligus".
Namun justru keunikan inilah yang membuat tapir menjadi salah satu spesies paling menarik dalam dunia satwa liar.
*Apa sebenarnya tapir?*
Tapir adalah mamalia herbivora yang hidup di hutan tropis dan area lembap.
Saat ini terdapat beberapa spesies tapir di dunia, termasuk:
•tapir Malaya (Asia Tenggara)
•tapir Brasil
•tapir gunung
•tapir Baird
Untuk wilayah Asia Tenggara, yang paling dikenal adalah tapir Malaya.
Ciri khasnya adalah warna tubuh hitam dengan bagian tengah putih, sehingga terlihat seperti memakai "selimut".
Hewan ini banyak ditemukan di wilayah:
•Malaysia
•Thailand
•sebagian Sumatra dan kawasan Asia Tenggara lainnya.
Tapir termasuk hewan nokturnal, artinya lebih aktif pada malam hari.
*Mengapa tapir penting bagi hutan?*
Ini bagian yang paling menarik.
Tapir sering dijuluki sebagai penjaga regenerasi hutan.
Kenapa?
Karena makanan utamanya adalah buah-buahan, daun, dan tanaman hutan.
Setelah memakan buah, biji dari buah tersebut akan tersebar melalui kotorannya di area lain.
Proses alami ini membantu penyebaran tanaman baru di hutan.
Dengan kata lain, tapir membantu "menanam pohon" secara alami.
Tanpa hewan seperti tapir, penyebaran berbagai jenis tumbuhan di hutan bisa terganggu.
*Ancaman yang semakin serius*
Sayangnya, populasi tapir terus menurun.
Ancaman terbesar datang dari:
1. Kerusakan habitat
Pembukaan lahan untuk perkebunan, permukiman, dan pembangunan jalan membuat habitat tapir semakin sempit.
2. Perburuan liar
Di beberapa wilayah, tapir masih diburu secara ilegal.
3. Tertabrak kendaraan
Karena habitatnya terpotong jalan, kasus tapir tertabrak kendaraan juga semakin sering terjadi.
Inilah alasan mengapa Hari Tapir Sedunia menjadi penting.
Bukan sekadar mengenalkan satwa unik, tetapi juga mengingatkan bahwa keberadaan mereka semakin rentan.
*Fakta unik tapir*
Beberapa fakta menarik tentang tapir:
•memiliki penciuman yang sangat tajam
•pandangan mata relatif kurang baik
•sangat pandai berenang
•sering berendam di air untuk mendinginkan tubuh
•anak tapir bahkan lahir dengan motif garis dan bintik yang sangat lucu, mirip pola semangka.
Tapir mungkin bukan satwa populer yang sering kita lihat.
Namun perannya sangat besar bagi kelestarian hutan.
Hari Tapir Sedunia pada 27 April menjadi pengingat bahwa melindungi satu spesies berarti ikut menjaga masa depan ekosistem.
Next News

Antara Imposter dan Main Character: Fenomena "Manusia Syndrome" di Era Label Psikologi Populer
in 7 hours

Drama Buah Alpukat: Antara Gaya Hidup Aesthetic dan Seni Memilih Buah yang Sempurna
in 7 hours

Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Menaruh HP di Bawah Bantal
in 7 hours

Lebih dari Sekadar Siomay, Ini Asal-usul Dimsum yang Belum Kamu Tahu
in 6 hours

Dunia Berputar Saat Berdiri: Memahami Darah Rendah dan Cara Menghadapinya dalam Kehidupan Sehari-hari
in 6 hours

Bahaya Sarapan Nasi Uduk dan Gorengan Buat Produktivitas Kerja
in 6 hours

Mandi Hujan: Antara Nostalgia Masa Kecil dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
in 6 hours

Kenapa Seseorang Mudah Emosi? Ini Penyebab dan Penjelasannya
8 hours ago

Jenis-Jenis Buah Nangka yang Dibudidayakan
8 hours ago

Khasiat Jeruk Bali untuk Kesehatan Tubuh
8 hours ago





