18 April: Hari Warisan Dunia
RAU - Saturday, 18 April 2026 | 12:06 PM


Setiap tanggal 18 April, dunia memperingati International Day for Monuments and Sites, yang juga sering dikenal sebagai Hari Warisan Dunia.
Peringatan ini diinisiasi oleh ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) pada tahun 1982 dan kemudian diadopsi oleh UNESCO pada 1983.
Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga situs budaya dan sejarah.
Tahun 2026, tema yang diangkat berfokus pada respons darurat untuk warisan hidup dalam konteks konflik dan bencana, yang terasa sangat relevan di tengah meningkatnya ancaman terhadap situs budaya akibat perubahan iklim dan bencana alam.
Warisan Dunia Itu Apa?
Warisan dunia bukan hanya bangunan tua.
Yang termasuk di dalamnya bisa berupa:
•candi
•benteng
•kawasan kota lama
•situs arkeologi
•lanskap budaya
•bangunan bersejarah
•warisan alam
Contoh yang sangat dekat dengan kita di Indonesia antara lain:
•Candi Borobudur
•Candi Prambanan
•Kota Tua Jakarta
Situs seperti ini menyimpan jejak sejarah, seni, teknologi bangunan, dan nilai budaya dari masa lalu.
Kenapa Penting untuk Warisan Anak?
Mengajak anak mengenal situs bersejarah bukan sekadar jalan-jalan.
Ada banyak manfaat edukatif.
1. Anak Belajar Sejarah dengan Cara Nyata
Membaca sejarah di buku sering terasa abstrak.
Tetapi saat anak melihat langsung candi, prasasti, atau museum, sejarah menjadi lebih hidup.
Mereka bisa memahami:
•bagaimana orang zaman dulu hidup
•bagaimana budaya berkembang
•bagaimana teknologi bangunan berkembang
2. Menumbuhkan Rasa Bangga pada Budaya
Anak yang mengenal warisan budaya sejak kecil cenderung lebih menghargai identitas bangsanya.
Ini penting di era digital ketika budaya luar sangat mudah masuk.
3. Belajar Menjaga dan Merawat
Warisan budaya juga mengajarkan tanggung jawab.
Bahwa sesuatu yang diwariskan dari masa lalu harus dijaga untuk masa depan.
UNESCO menekankan bahwa warisan budaya adalah tanggung jawab bersama umat manusia.
Mengapa Warisan Dunia Rentan?
Banyak situs bersejarah menghadapi ancaman seperti cuaca ekstrem,
banjir,gempa,polusi ,
vandalisme dan
pembangunan modern.
UNESCO bahkan mencatat banyak situs dunia terancam perubahan iklim dan bencana.
Hari Warisan Dunia pada 18 April bukan hanya tentang bangunan tua.
Ini adalah pengingat bahwa sejarah, budaya, dan identitas perlu dikenalkan kepada anak dan dijaga bersama oleh keluarga.
Warisan masa lalu adalah bekal untuk memahami masa depan.
Next News

ISPA di Musim Pancaroba.Bagaimana Menanganinya?
in 5 hours

Aromaterapi di Kamar: Bukan Sekadar Wangi, Tapi Kunci Relaksasi dan Fokus
in 3 hours

Ikan Koi: Dari Ikan Konsumsi Jadi Simbol Keberuntungan Bernilai Fantastis
in 3 hours

Ikan Sapu-sapu: Dari Pembersih Akuarium Jadi Spesies Invasif di Sungai Indonesia
in 3 hours

Bau Kotoran Kucing Menyengat? Ini Cara Efektif Mengatasinya Tanpa Ribet
in 3 hours

Kenapa Ada Orang Buta Warna? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 2 hours

7 Tanda-Tanda Seseorang Belum Dewasa Secara Emosional
in 2 hours

5 Cushion Tahan Lama untuk Kondangan, Hasil Flawless Seharian Tanpa Retouch Berlebih
in 2 hours

Ritual Wajib Unboxing: Cara Membersihkan Tumbler Stainless Baru agar Bebas Bau dan Higienis
12 hours ago

Drama Semut Hitam di Rumah: Mitos Pembawa Rezeki atau Tanda Rumah Kurang Bersih?
12 hours ago





