Kamis, 27 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Waspada Tech Neck! Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membuat Leher Cepat Mengalami Kerutan

Tata - Thursday, 27 August 2026 | 11:05 AM

Background
Waspada Tech Neck! Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membuat Leher Cepat Mengalami Kerutan

Waspada "Tech Neck" dan Kebiasaan Sepele yang Bikin Leher Cepat Tua

Pernah nggak sih, kamu lagi asyik bercermin setelah melakukan ritual skincare sepuluh langkah yang melelahkan, lalu tiba-tiba pandanganmu turun sedikit ke bawah dagu? Di sana, ada area yang seringkali luput dari perhatian tapi sebenarnya memegang kunci penting dalam penampilan kita: leher. Seringkali kita terlalu fokus bikin wajah glowing sampai-sampai lupa kalau leher adalah "paspor" yang menunjukkan usia kita sebenarnya. Kalau wajahnya kencang tapi lehernya sudah bergaris-garis mirip lipatan kertas kado, kan jadi jomplang banget, ya?

Masalahnya, kulit leher itu jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit wajah. Dia nggak punya kelenjar minyak sebanyak area T-zone, makanya leher gampang banget kering dan kehilangan elastisitas. Ironisnya, tanpa kita sadari, kebiasaan sehari-hari yang kita anggap sepele justru jadi dalang utama rusaknya kondisi kulit di area ini. Yuk, kita bedah satu-satu kebiasaan apa saja yang bikin leher kita "menjerit" minta tolong.

Sindrom "Tech Neck" alias Kebanyakan Nunduk

Zaman sekarang, siapa sih yang bisa lepas dari smartphone? Dari bangun tidur sampai mau merem lagi, tangan seolah nempel sama gadget. Nah, kebiasaan menunduk saat scrolling media sosial atau nonton drama Korea di HP ini punya istilah medisnya, yaitu Tech Neck. Saat kita menunduk, beban yang harus ditanggung otot leher itu berat banget, lho. Bayangkan saja lehermu harus menopang beban setara bola bowling berulang kali dalam durasi lama.

Efeknya bukan cuma bikin leher pegal-pegal atau pundak kaku, tapi juga menciptakan lipatan horisontal permanen di leher. Garis-garis ini kalau dibiarkan terus-menerus bakal makin dalam dan susah dihilangkan cuma pakai krim biasa. Jadi, mulai sekarang, coba deh posisi HP-nya dinaikkan sejajar dengan mata. Memang awalnya terasa aneh dan bikin tangan pegal, tapi demi leher yang mulus tanpa garis-garis kehidupan yang prematur, kenapa nggak?

Skincare yang Berhenti di Garis Rahang

Ini adalah kesalahan paling umum sejuta umat. Kita rela beli serum jutaan rupiah, pelembap dari brand high-end, sampai sunscreen yang teksturnya paling nyaman, tapi pemakaiannya cuma berhenti di dagu. Padahal, aturan emas dalam dunia per-skincare-an itu jelas: wajah kita berakhir di dada alias skincare starts at the forehead and ends at the chest.



Banyak dari kita yang sering "pelit" saat mengoleskan produk ke leher. Padahal, leher butuh hidrasi yang sama kuatnya dengan wajah. Kalau kamu pakai serum anti-aging atau pelembap, pastikan sisanya diusap lembut ke arah atas leher. Jangan ditarik ke bawah ya, nanti malah membantu gravitasi bikin kulit cepat kendur. Ingat, leher yang kering adalah awal dari kerutan yang datang lebih awal dari undangan mantan.

Lupa Sunscreen di Area Leher

Pakai sunscreen di wajah sudah rajin, tapi leher dibiarkan "telanjang" di bawah terik matahari. Waduh, ini sih sama saja cari perkara. Sinar UV itu jahat banget, dia bisa merusak kolagen dan elastin yang fungsinya menjaga kulit tetap kenyal. Leher yang sering terpapar matahari tanpa proteksi biasanya bakal mengalami hiperpigmentasi atau yang sering kita lihat sebagai warna kulit yang nggak rata alias belang.

Pernah lihat orang yang wajahnya putih bersih tapi lehernya kelihatan agak gelap dan teksturnya kasar? Nah, itu salah satu tanda kerusakan akibat sinar matahari. Jadi, setiap kali kamu re-apply sunscreen, jangan dianaktirikan ya si area leher ini. Oleskan merata sampai ke bagian belakang leher juga, apalagi buat kamu yang rambutnya pendek atau sering dikuncir kuda.

Posisi Tidur yang Terlalu "Meringkuk"

Tidur memang waktu terbaik buat regenerasi sel, tapi posisi tidur tertentu bisa jadi musuh buat kulit leher. Kalau kamu hobi tidur menyamping dengan posisi meringkuk dan bantal yang terlalu tinggi, kulit lehermu bakal terlipat-lipat selama berjam-jam. Bayangkan saja kertas yang dilipat-lipat setiap malam, lama-lama bekas lipatannya bakal jadi permanen, kan?

Bantal yang terlalu tinggi memaksa leher menekuk ke depan. Memang sih terasa nyaman buat sebagian orang, tapi buat estetika kulit, ini bencana. Coba beralih ke bantal yang lebih rendah atau posisi tidur telentang kalau bisa. Memang mengubah posisi tidur itu nggak semudah membalikkan telapak tangan, tapi kalau tujuannya biar nggak punya double chin atau garis leher yang dalam, rasanya layak buat dicoba.



Membersihkan Leher Terlalu Kasar

Kadang kalau lagi mandi atau cuci muka, kita merasa leher itu area yang "tangguh" jadi kita gosok kencang-kencang pakai handuk atau spons mandi. Padahal, seperti yang sudah dibahas tadi, kulit leher itu tipis. Gesekan yang terlalu keras bisa menyebabkan iritasi kronis. Iritasi ini kalau didiamkan bisa memicu penebalan kulit atau malah bikin kulit jadi sensitif dan gampang merah.

Perlakukanlah lehermu selembut kamu memperlakukan wajah. Saat mengeringkan, cukup ditepuk-tepuk pakai handuk lembut. Hindari juga menyemprotkan parfum langsung ke kulit leher secara berlebihan, apalagi kalau kamu mau panas-panasan di luar. Kandungan alkohol dalam parfum yang bereaksi dengan sinar matahari bisa memicu kondisi yang disebut Poikiloderma of Civatte, yaitu kondisi kulit leher yang jadi kemerahan dan berbintik-bintik cokelat.

Terlalu Sering Mandi Air Panas

Siapa yang nggak suka mandi air panas setelah seharian capek kerja? Rasanya semua beban hidup luntur seketika. Tapi, air yang suhunya terlalu panas itu musuh bebuyutan minyak alami kulit. Air panas bakal menyapu habis kelembapan alami, dan karena leher nggak punya banyak kelenjar minyak, dia bakal jadi kering kerontang secepat kilat. Kulit yang kering adalah kulit yang rentan keriput. Kalau memang harus mandi air hangat, pastikan suhunya suam-suam kuku saja dan jangan terlalu lama, ya.

Kesimpulannya, merawat leher itu sebenarnya nggak butuh effort yang luar biasa mahal. Kuncinya cuma konsistensi dan kesadaran. Mulailah kurangi durasi menunduk lihat HP, bawa ritual skincare-mu sampai ke area dada, dan jangan pernah lupakan sunscreen. Leher mungkin bukan hal pertama yang orang lihat saat mengobrol denganmu, tapi kondisi leher yang terawat bakal memberikan kesan bahwa kamu adalah orang yang peduli pada detail dan kesehatan diri secara menyeluruh. Jadi, sudah siap memberikan perhatian lebih buat "leher beton" kesayanganmu?