Kamis, 27 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Telinga Sering Berdenging Tanpa Sebab? Kenali Tinnitus dan Penyebabnya

Tata - Thursday, 27 August 2026 | 09:45 AM

Background
Telinga Sering Berdenging Tanpa Sebab? Kenali Tinnitus dan Penyebabnya

Mengenal Tinnitus: Ketika Telinga Punya "Playlist" Sendiri yang Nggak Bisa Di-Pause

Pernah nggak sih kalian lagi asyik-asyik bengong di kamar yang sepi banget, atau mungkin lagi mau merem buat tidur setelah seharian capek kerja, tiba-tiba ada suara "ngingggg" tipis yang muncul entah dari mana? Kalian tengok kanan-kiri, nggak ada kipas angin yang nyala, nggak ada TV yang hidup, tapi suara itu tetap setia nangkring di dalam telinga. Kalau kalian pernah atau malah sering ngerasain ini, selamat datang di klub. Kalian nggak sendirian, dan kemungkinan besar kalian lagi kenalan sama yang namanya Tinnitus.

Tinnitus itu sebenarnya bukan sebuah penyakit, lho. Anggap saja dia itu kayak "notifikasi" atau alarm dari sistem pendengaran kita yang lagi protes. Secara teknis, tinnitus adalah persepsi suara di dalam telinga padahal nggak ada sumber suara dari luar. Suaranya pun macam-macam, nggak cuma berdenging doang. Ada yang dengarnya kayak suara desis, detak jantung, siulan, atau bahkan kayak suara jangkrik di tengah malam. Intinya, telinga kalian lagi muter "playlist" sendiri yang sayangnya nggak ada tombol stop-nya.

Kenapa Sih Telinga Bisa "Konser" Sendiri?

Jujur aja, banyak dari kita yang baru sadar punya tinnitus setelah pulang dari konser musik yang jedag-jedug-nya sampai ke tulang rusuk, atau setelah kelamaan pakai earphone dengan volume yang mentok kanan. Ini yang paling sering terjadi di kalangan anak muda. Kita sering ngerasa keren kalau dengerin lagu favorit sampai suara di sekitar kita tenggelam total. Padahal, sel-sel rambut halus di dalam telinga kita itu sensitif banget. Sekalinya mereka rusak karena hantaman suara keras, mereka bakal ngirim sinyal "eror" ke otak, dan otak kita menerjemahkannya jadi suara dengingan itu tadi.

Tapi, tinnitus nggak melulu soal suara keras. Kadang, hal sepele kayak kotoran telinga yang numpuk sampai keras juga bisa jadi pemicunya. Ibaratnya ada sumbatan yang bikin tekanan di dalam telinga jadi kacau. Selain itu, faktor usia juga nggak bisa bohong. Semakin tua, fungsi pendengaran menurun, dan tinnitus sering kali ikutan nimbrung. Ada juga faktor stres. Pernah nggak ngerasa kalau lagi banyak pikiran atau kurang tidur, dengingannya makin kencang? Nah, itu karena sistem saraf kita lagi tegang-tegangnya, dan tinnitus makin menjadi-jadi buat pamer eksistensi.

Bukan Bisikan Gaib, Tapi Sinyal dari Tubuh

Dulu, ada mitos yang bilang kalau telinga berdenging itu tandanya ada orang yang lagi ngomongin kita di kejauhan. Lucu sih, tapi ya jelas itu cuma cocok-logi warga +62 aja. Secara medis, tinnitus ini murni masalah fisik dan neurologis. Yang bikin tinnitus ini agak "tricky" adalah sifatnya yang subjektif. Artinya, cuma kalian yang bisa dengar. Dokter secanggih apa pun nggak bakal bisa denger suara dengingan itu meskipun mereka nempelin stetoskop ke kuping kalian. Inilah yang kadang bikin penderita tinnitus ngerasa kesepian atau malah dianggap halu sama orang sekitar.



Efeknya ke mental juga nggak main-main. Bayangin aja, sepanjang hari, selama 24 jam, kalian harus dengerin suara konstan yang nggak hilang-hilang. Bisa bikin susah konsentrasi, gampang marah, sampai insomnia akut. Banyak orang yang akhirnya jadi cemas karena takut ini adalah gejala penyakit berat kayak tumor otak atau stroke. Padahal, dalam banyak kasus, tinnitus itu "jinak", cuma memang sangat menyebalkan dan menguji kesabaran level dewa.

Gimana Cara "Njinakin" Si Denging Ini?

Kalau kalian tanya, "Bisa sembuh total nggak, Bang?", jawabannya agak abu-abu. Kalau tinnitusnya karena kotoran telinga atau infeksi, biasanya setelah dibersihin atau diobati, suaranya bakal hilang. Tapi kalau penyebabnya adalah kerusakan saraf karena suara keras atau faktor usia, jujur aja, agak susah buat balik ke nol lagi. Tapi jangan sedih dulu, karena ada banyak cara buat berdamai sama kondisi ini.

Salah satu trik paling ampuh adalah dengan Sound Therapy. Karena tinnitus paling kedengaran pas suasana sepi, kalian bisa memanipulasinya dengan suara latar atau white noise. Coba deh dengerin suara hujan, gemericik air, atau suara kipas angin lewat YouTube atau aplikasi meditasi. Suara-suara ini bakal "menipu" otak kalian supaya fokus ke suara luar, sehingga suara dengingan di dalam telinga jadi tersamarkan. Istilahnya, kita lagi nutupin suara bising pakai suara yang lebih menenangkan.

Terus, gaya hidup juga pengaruh banget. Kurang-kurangin deh itu konsumsi kafein yang berlebihan atau rokok, karena dua hal itu bisa memengaruhi aliran darah dan bikin tinnitus makin nyaring. Dan yang paling penting: kasih istirahat buat telinga kalian. Kalau lagi pakai earphone, pakai rumus 60/60—volume maksimal 60% dan pakainya jangan lebih dari 60 menit sekali sesi. Telinga kalian itu aset masa depan, jangan sampai pas tua nanti kalian malah harus pakai alat bantu dengar gara-gara ego pengen dengerin lagu jedag-jedug pas masa muda.

Berdamai dengan Keheningan yang Tak Lagi Hening

Ujung-ujungnya, menghadapi tinnitus itu soal penerimaan. Banyak orang yang akhirnya bisa hidup normal meskipun telinganya masih berdenging. Mereka cuma nggak lagi ngasih perhatian lebih ke suara itu. Anggap aja suara tinnitus itu kayak suara kulkas di rumah; awal-awal mungkin ganggu, tapi lama-lama kita bakal terbiasa dan nggak sadar kalau suara itu ada.



Jadi, buat kalian yang sekarang lagi ngerasain "nging" yang nggak kunjung reda, jangan langsung panik. Coba tarik napas dalam-dalam, kurangi stres, dan kalau memang sudah mulai ganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu buat konsultasi ke dokter THT. Jangan nunggu sampai kalian stres sendiri. Telinga kita itu hebat, tapi dia juga punya batas lelahnya. Yuk, mulai sekarang lebih sayang sama pendengaran sendiri sebelum hening beneran jadi barang mewah yang sulit didapat.