Victoria Falls Zambia: Air Terjun Raksasa dengan Suara Gemuruh yang Menaklukkan Dunia
Tata - Sunday, 06 September 2026 | 01:20 PM


Victoria Falls: Keajaiban Alam yang Bikin Dompet Tipis tapi Hati Puas
Pernah nggak sih kamu berdiri di depan sesuatu yang saking gedenya, sampai-sampai kamu ngerasa kayak butiran debu yang nggak ada harganya? Kalau belum, mungkin kamu harus nabung dikit—atau banyak—buat terbang ke perbatasan Zambia dan Zimbabwe. Di sana ada Victoria Falls. Bukan sekadar air terjun biasa yang sering kamu temuin di pelosok Jawa atau Sumatera, tapi ini adalah "The Smoke that Thunders" alias asap yang menggelegar.
Asli, sebutan itu nggak lebay. Penduduk lokal menamainya Mosi-oa-Tunya. Bayangin aja, air sungai Zambezi yang tenang tiba-tiba jatuh bebas ke jurang sedalam seratus meter lebih. Suaranya? Mirip pesawat jet mau lepas landas tapi nggak terbang-terbang. Cipratan airnya pun nggak main-main, bisa bikin kamu basah kuyup seolah baru aja nyemplung ke kolam lele, padahal kamu berdirinya ratusan meter dari titik jatuhnya air.
Zambia vs Zimbabwe: Rivalitas Klasik demi Konten
Nah, kalau kamu berencana ke sini, bakal muncul satu dilema besar: mending lewat Zambia atau Zimbabwe? Ini debat yang nggak bakal ada ujungnya, mirip debat bubur diaduk atau nggak. Secara teknis, dua pertiga bagian air terjun ini masuk wilayah Zimbabwe. Jadi, kalau kamu pengen dapet foto wide angle yang estetik banget buat di-upload di Instagram, Zimbabwe adalah pemenangnya. Di sini ada banyak spot foto yang bikin kamu kelihatan kayak petualang profesional di majalah National Geographic.
Tapi, jangan remehkan Zambia. Meskipun bagiannya lebih kecil, Zambia nawarin pengalaman yang lebih "intim". Di sisi Zambia, kamu bisa ngerasain sensasi jalan kaki di Knife-Edge Bridge yang saking licin dan basahnya, bikin jantung mau copot. Plus, kalau kamu tipe orang yang suka nantang maut demi adrenalin, Devil's Pool itu ada di sisi Zambia. Itu lho, kolam alami di pinggir jurang banget yang sering masuk video viral. Kamu bisa tiduran di sana sambil ngelihat air jatuh ke bawah. Gila sih, satu gerakan salah dikit, ya wassalam.
Livingstone, Sang Penemu yang "Telat"
Secara sejarah, nama Victoria Falls itu dikasih sama David Livingstone, penjelajah asal Skotlandia yang datang ke sana tahun 1855. Dia kasih nama itu buat menghormati Ratu Victoria. Ya, tipikal penjelajah zaman dulu lah ya, apa-apa dinamain pakai nama orang Eropa. Padahal ya, orang lokal udah ribuan tahun tinggal di sana dan udah khatam sama medannya. Livingstone sendiri pas pertama kali lihat air terjun ini langsung nulis di catatannya kalau pemandangan ini pasti bikin malaikat di surga pun melongo. Sebuah testimoni yang cukup berani, tapi ya emang beneran cakep banget sih.
Tapi ya gitu, gara-gara Livingstone, kota di sisi Zambia dinamai Livingstone. Kotanya punya vibes kolonial yang kental, santai, dan agak lebih "backpacker-friendly" dibanding sisi Zimbabwe yang kerasa lebih komersil dan tertata. Tapi tetep aja, mau di sisi mana pun kamu berada, harga kopinya tetep bakal bikin kamu menghela napas panjang.
Aktivitas yang Bikin Dompet Teriak
Selain cuma melongo ngelihat air terjun, di sekitar Victoria Falls itu surganya aktivitas outdoor. Tapi inget, "surga" di sini berbanding lurus sama "biaya". Kamu bisa nyoba white water rafting di Sungai Zambezi yang katanya salah satu yang paling ganas di dunia. Kalau kamu nggak takut ketinggalan nyawa, ada juga bungee jumping dari atas jembatan yang menghubungkan kedua negara. Tingginya sekitar 111 meter. Bayangin aja, lompat bebas dengan tali di kaki sambil diteriaki monyet-monyet lokal.
Kalau kamu kaum mendang-mending yang lebih suka santai, ada pilihan sunset cruise di bagian atas sungai. Kamu bisa minum cocktail sambil ngelihat kuda nil yang cuma nongol matanya doang dan gajah yang lagi nyebrang sungai. Vibes-nya dapet banget, apalagi kalau langitnya mulai berubah warna jadi oranye keunguan. Berasa lagi di set film The Lion King, cuma bedanya ini realitas dan nggak ada Simba yang tiba-tiba nyanyi.
Tips Biar Nggak Boncos Banget
Buat kamu yang udah mulai cek-cek tiket pesawat, ada beberapa hal yang perlu dicatet. Pertama, soal visa. Sekarang ada yang namanya KAZA Univisa. Ini penyelamat banget karena dengan satu visa, kamu bisa bolak-balik Zambia dan Zimbabwe sesuka hati selama 30 hari. Harganya sekitar 50 USD, jauh lebih murah daripada bikin visa satu-satu yang ribetnya minta ampun.
Kedua, soal waktu kunjungan. Kalau mau lihat air yang lagi deres-deresnya sampai nutupin pandangan, datanglah sekitar bulan Maret sampai Mei. Tapi risikonya, kamu bakal basah kuyup total dan kamera kamu mungkin bakal mogok karena kena uap air terus. Kalau mau bisa berenang di Devil's Pool, datangnya pas musim kemarau, sekitar Agustus sampai Januari, karena arus airnya udah nggak terlalu bahaya.
Terakhir, jangan kaget sama monyet di sana. Mereka itu preman lokal yang sebenernya. Jangan bawa makanan di tas yang gampang dibuka kalau nggak mau tas kamu dijambret sama babon. Mereka nggak butuh uang kamu, mereka cuma butuh biskuit atau pisang yang kamu bawa.
Penutup: Worth It Nggak Sih?
Jujur aja, ke Victoria Falls itu bukan perjalanan yang murah. Apalagi kalau kamu berangkat dari Indonesia, transitnya aja bisa berkali-kali sampai jetlag kamu udah nggak ketulungan. Tapi, ada satu perasaan magis pas kamu berdiri di pinggir jurang itu, dengerin suara gemuruh air, dan ngerasain angin yang bawa embun ke muka kamu. Di situ kamu bakal sadar kalau dunia itu luas banget dan masalah kerjaan atau galau ditinggal mantan itu kerasa kecil banget.
Victoria Falls bukan cuma soal air terjun. Ini soal pengalaman ngerasain kekuatan alam yang paling murni. Jadi, kalau ditanya worth it atau nggak? Jawabannya jelas: banget. Mending tabungan ludes sekali buat pengalaman seumur hidup daripada nyesel cuma bisa ngelihatin wallpaper komputer orang lain, kan?
Next News

MPASI Dimulai di Usia 6 Bulan: Panduan Kenalan dengan Makanan Pertama Si Kecil
in 6 hours

Dada atau Paha Ayam, Mana yang Lebih Sehat? Ini Perbedaan Gizi dan Manfaatnya
in 6 hours

Ikan Dori yang Sering Ada di Meja Makan, Apa Saja Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya?
in 6 hours

Kipas Angin Menyala Semalaman: Sahabat Setia atau Justru Bikin Tubuh Tak Nyaman?
in 6 hours

Mengapa Warna Pakaian Bisa Memengaruhi Kesan yang Ditampilkan?
in 3 hours

Mengapa Bahan Pakaian Bisa Menentukan Kenyamanan di Cuaca Panas?
in 2 hours

Kenapa Rumah Kosong Justru Lebih Cepat Terlihat Kotor?
in 2 hours

Kenapa Rumah Lama Punya Suasana yang Berbeda dari Rumah Baru?
in 2 hours

Belanja Sedikit-Sedikit Justru Bisa Membuat Pengeluaran Membesar
in 2 hours

Parkir di Bawah Matahari Terlalu Lama, Apa Dampaknya bagi Kendaraan?
in 2 hours





