Tips Mengolah Pare Agar Rasanya Enak!
Liaa - Thursday, 02 April 2026 | 01:35 PM


Mari kita jujur satu sama lain. Pare itu ibarat hubungan yang toxic: kita tahu dia sehat dan punya banyak manfaat, tapi setiap kali berurusan dengannya, rasa pahitnya seringkali bikin kita pengen menyerah. Bagi sebagian orang, pare adalah musuh bebuyutan di atas piring. Sejak kecil, kita mungkin punya trauma kolektif dipaksa makan sayur bergerigi ini oleh orang tua dengan dalih "bagus buat darah". Padahal, di lidah anak kecil, rasa pahit pare itu setara dengan pengkhianatan kepercayaan.
Tapi, seiring bertambahnya usia, selera makan kita biasanya mulai mengalami evolusi yang aneh. Kita mulai bisa menikmati kopi tanpa gula, dark chocolate yang pekat, dan entah bagaimana, mulai melirik pare di etalase warteg. Masalahnya, nggak semua orang tahu cara mengolah pare ini. Kalau salah olah, pahitnya bisa nempel di tenggorokan sampai besok pagi. Namun, kalau tahu triknya, pare bisa jadi primadona yang bikin nambah nasi berkali-kali. Jadi, gimana sih caranya mengolah pare supaya tetap enak tanpa harus mengorbankan kewarasan lidah kita?
Memilih 'Lawan' yang Seimbang
Langkah pertama bukan dimulai di dapur, melainkan di pasar atau tukang sayur langganan. Kamu harus tahu bahwa nggak semua pare diciptakan sama. Di pasaran, biasanya ada dua jenis yang paling sering nongkrong: pare yang ukurannya jumbo dan warnanya hijau muda segar, serta pare hutan atau pare ayam yang ukurannya kecil-kecil dan warnanya hijau tua pekat.
Buat kamu yang masih dalam tahap "pemula" atau baru mau berdamai dengan pare, pilihlah yang ukurannya besar. Biasanya, pare yang besar dan warnanya cenderung agak terang punya tingkat kepahitan yang lebih rendah dibandingkan si kecil-kecil cabe rawit itu. Pastikan juga teksturnya masih keras. Kalau sudah lembek, itu tandanya pare sudah terlalu matang atau hampir busuk, dan biasanya rasa pahitnya makin nggak karuan plus aromanya kurang sedap.
Remas Garam: Senjata Paling Ampuh
Setelah mendapatkan pare yang ideal, saatnya masuk ke tahap eksekusi. Rahasia umum yang paling valid dalam sejarah per-pare-an adalah penggunaan garam. Setelah pare dibelah dan bijinya dibuang sampai bersih (ingat, bagian putih di dalam itu juga sumber pahit, jadi keroklah sampai bersih banget), potong-potong pare sesuai selera. Biasanya sih tipis-tipis saja biar bumbunya meresap.
Nah, di sinilah kuncinya. Masukkan potongan pare ke dalam wadah, lalu tab
garam dalam jumlah yang cukup banyak. Jangan pelit. Remas-remas pare tersebut sampai ia "menangis". Ya, remas sampai airnya keluar dan tekstur parenya jadi agak lemas. Air yang keluar itulah yang membawa sebagian besar zat pahitnya pergi. Setelah itu, diamkan sekitar 10 sampai 15 menit. Terakhir, bilas dengan air mengalir sampai benar-benar bersih agar masakanmu nanti nggak jadi asin kayak air laut.
Trik Rebusan Rahasia: Daun Jambu Biji dan Asam Jawa
Kalau menurutmu metode garam masih kurang nendang, ada cara yang lebih "pro". Beberapa orang tua zaman dulu sering menyarankan untuk merebus pare sebentar (blanching) sebelum ditumis. Tapi jangan cuma pakai air biasa. Masukkan beberapa lembar daun jambu biji atau sedikit asam jawa ke dalam air rebusan tersebut. Zat tanin dalam daun jambu diklaim bisa mengikat rasa pahit sehingga pare jadi lebih ramah di lidah.
Nggak perlu lama-lama, cukup 2-3 menit saja sampai pare agak layu, lalu segera angkat dan tiriskan. Jangan sampai kematangan, karena pare yang terlalu lembek itu kehilangan tekstur "crunchy" yang justru jadi daya tarik utamanya. Kita mau pare yang nggak terlalu pahit, bukan pare yang teksturnya kayak bubur bayi, kan?
Tambahan Bumbu
Setelah pare "dijinakkan" lewat proses garam atau rebusan, langkah selanjutnya adalah soal bumbu. Pare bukan sayuran yang cocok dimasak dengan bumbu minimalis ala-ala masakan diet yang hambar. Pare butuh lawan yang kuat. Dia butuh bumbu yang "berisik" untuk menyeimbangkan karakternya.
Gunakanlah bawang merah, bawang putih, dan cabai dalam jumlah yang royal. Jangan lupa tambahkan komponen gurih yang kuat seperti teri medan, ebi, atau irisan daging ayam/sapi. Kalau kamu suka gaya masakan rumahan yang otentik, tumis pare dengan bumbu tauco atau terasi juga bisa jadi pilihan jenius. Rasa gurih-asin dari teri atau aroma kuat dari terasi bakal mengalihkan perhatian saraf sensorik lidah kamu dari rasa pahit yang tersisa. Hasilnya? Sebuah harmoni rasa yang kompleks: ada gurih, pedas, sedikit manis, dan sisa pahit tipis-tipis yang justru bikin nagih.
Next News

Seni Bertahan Hidup dan Ide Jualan Buat Anak Sekolahan
in 7 hours

Cara Membuat Mie Ayam Rumahan tanpa MSG, Dijamin Bikin Nagih
in 7 hours

Makanan yang Awalnya Ditemukan Secara Tidak Sengaja
6 hours ago

Maag Kambuh? 9 Obat Alami Ini Bisa Jadi Penyelamat Perut Kamu!
in 5 hours

Manfaat Kunyit Putih untuk Miss V: Atasi Bau, Gatal, dan Keputihan
in 5 hours

Kalian Punya Anabul? Begini Cara Merawatnya
in 4 hours

Bahan Lulur Alami Pemutih Kulit: Resep Mudah, Aman, dan Efektif Bikin Glowing
in 4 hours

Rahasia Sehat dari Campuran Buah: Kenapa Tidak Cukup Hanya Satu Jenis?
in 2 hours

Cara Membuat Gulai Ayam Praktis Pakai Magic Com ala Anak Kos, Anti Ribet
9 hours ago

Berapa Menit Merebus Telur Setengah Matang? Ini Panduan Lengkapnya
in 3 hours





