Tidur yang Kurang Bisa Memengaruhi Pengaturan Nafsu Makan
Tata - Thursday, 08 October 2026 | 05:57 PM


Tidur merupakan salah satu kebutuhan penting bagi tubuh. Ketika seseorang tidur, tubuh tidak hanya beristirahat, tetapi juga menjalankan berbagai proses pemulihan dan pengaturan fungsi biologis. Karena itu, kurang tidur dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar membuat mata terasa berat pada pagi hari.
Salah satu hal yang dapat ikut terpengaruh adalah pengaturan nafsu makan. Seseorang yang tidur lebih sedikit dari kebutuhan tubuhnya dapat mengalami perubahan pada rasa lapar, rasa kenyang, serta keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu.
Nafsu makan tidak hanya ditentukan oleh kondisi perut kosong atau penuh. Tubuh memiliki sistem yang melibatkan otak, saluran pencernaan, hormon, dan berbagai sinyal metabolisme untuk membantu mengatur kapan seseorang merasa lapar dan kapan merasa cukup setelah makan.
Dua hormon yang sering dikaitkan dengan proses tersebut adalah ghrelin dan leptin. Ghrelin berperan dalam memberikan sinyal lapar, sedangkan leptin berkaitan dengan sinyal kenyang dan keseimbangan energi. Kurang tidur dapat memengaruhi regulasi hormon-hormon tersebut, meskipun responsnya tidak selalu sama pada setiap orang.
Selain perubahan sinyal lapar dan kenyang, kurang tidur juga dapat memengaruhi cara otak merespons makanan. Ketika tubuh merasa lelah, makanan yang tinggi kalori, manis, atau gurih dapat menjadi lebih menarik bagi sebagian orang.
Hal tersebut dapat membuat seseorang lebih sulit mengendalikan keinginan makan, terutama ketika harus tetap beraktivitas dalam kondisi kurang tidur. Rasa lelah juga dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk membuat pilihan makanan yang terencana.
Kurang tidur juga dapat memengaruhi energi yang digunakan tubuh sepanjang hari. Ketika merasa mengantuk, seseorang mungkin menjadi kurang aktif dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk atau beristirahat. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, keseimbangan antara energi yang masuk melalui makanan dan energi yang digunakan tubuh dapat ikut berubah.
Waktu tidur yang tidak teratur juga dapat berpengaruh terhadap kebiasaan makan. Orang yang tidur larut malam mungkin memiliki lebih banyak kesempatan untuk makan atau ngemil pada malam hari. Dalam beberapa kondisi, pola tersebut dapat membuat jadwal makan menjadi kurang teratur.
Namun, bukan berarti setiap orang yang kurang tidur pasti mengalami peningkatan nafsu makan atau berat badan. Respons tubuh terhadap kurang tidur berbeda-beda. Faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, stres, kondisi kesehatan, usia, dan kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran.
Kurang tidur yang terjadi sesekali mungkin tidak memberikan dampak yang sama dengan kebiasaan tidur yang terus-menerus tidak mencukupi. Karena itu, menjaga pola tidur secara konsisten menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
Orang dewasa pada umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam, meskipun kebutuhan setiap individu dapat berbeda. Yang tidak kalah penting adalah menjaga jadwal tidur dan bangun yang relatif teratur serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman.
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur, membatasi konsumsi kafein pada sore atau malam hari, menjaga kamar tetap nyaman, dan memiliki jadwal tidur yang konsisten dapat menjadi langkah yang membantu.
Jika seseorang sering mengalami kesulitan tidur, terbangun berkali-kali pada malam hari, atau tetap merasa sangat lelah meskipun sudah tidur cukup, kondisi tersebut sebaiknya tidak terus diabaikan. Gangguan tidur tertentu dapat membutuhkan penilaian dari tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, tidur dan pola makan memiliki hubungan yang cukup erat. Tidur yang cukup tidak secara otomatis membuat pola makan menjadi sempurna, tetapi menjaga kualitas tidur dapat membantu tubuh mengatur rasa lapar, kenyang, energi, dan kebiasaan makan dengan lebih baik.
Karena itu, menjaga pola tidur sebaiknya menjadi bagian dari upaya mempertahankan pola hidup sehat, bersama dengan konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik yang sesuai, serta kebiasaan sehari-hari yang seimbang.
Next News

Membersihkan Telinga Terlalu Dalam Bisa Menimbulkan Masalah, Ini Alasannya
3 hours ago

Penglihatan Buram Tidak Selalu Disebabkan Rabun, Ada Kondisi Mata Lain yang Bisa Berperan
3 hours ago

Jamur Bisa Tumbuh di Tempat Lembap, Ini Kondisi yang Membuatnya Cepat Berkembang
3 hours ago

Nanas Mengandung Banyak Air, Cocok Menjadi Buah Segar Saat Cuaca Panas
3 hours ago

Perjalanan Jauh Bisa Memicu Mual dan Muntah, Begini Hubungannya dengan Keseimbangan Tubuh
3 hours ago

Menarik Napas Dalam-Dalam Bisa Membuat Tubuh Terasa Lebih Rileks
3 hours ago

Anak-Anak dan Lansia Perlu Lebih Waspada Saat Udara Dipenuhi Asap
3 hours ago

Lutut Terasa Sakit Saat Berdiri dari Kursi, Apa yang Bisa Menyebabkannya?
3 hours ago

Bayi Juga Bisa Cegukan, Kondisi Ini Umumnya Terjadi Secara Alami
3 hours ago

Bulu pada Sayap Burung Membantu Mengatur Arah dan Kecepatan Saat Terbang
17 hours ago





