Telinga Berdenging Tiba-Tiba, Normal atau Bahaya?
RAU - Monday, 23 February 2026 | 09:28 AM


Telinga berdenging dalam istilah medis disebut tinnitus.Tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi tertentu pada sistem pendengaran.
•Suara yang dirasakan bisa berupa:
•Dengung
•Desisan
•Bunyi seperti mesin
•Denyut mengikuti detak jantung (pulsatile tinnitus)
1. Apakah Normal Jika Terjadi Sesekali?
Ya, bisa normal jika:
•Terjadi hanya beberapa detik
•Tidak disertai nyeri
•Tidak disertai penurunan pendengaran
•Tidak sering kambuh
Hal ini bisa terjadi karena perubahan tekanan di telinga tengah atau kontraksi kecil pada otot di sekitar telinga.
Menurut American Tinnitus Association, hampir 15–20% orang dewasa pernah mengalami tinnitus dalam hidupnya.
2. Penyebab Umum Telinga Berdenging
Beberapa faktor yang sering menjadi pemicu:
🔹 Paparan suara keras
Terlalu lama memakai headset volume tinggi atau berada di lingkungan bising.
🔹 Penumpukan kotoran telinga
Serumen yang menumpuk bisa menekan gendang telinga.
🔹 Stres dan kelelahan
Stres meningkatkan hormon kortisol yang dapat memengaruhi sistem saraf pendengaran.
🔹 Tekanan darah tinggi
Hipertensi dapat menyebabkan tinnitus berdenyut.
🔹 Efek samping obat tertentu
Beberapa antibiotik, obat kemoterapi, atau dosis tinggi aspirin bisa memicu tinnitus.
Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), gangguan pada saraf pendengaran adalah salah satu penyebab utama tinnitus kronis.
3. Kapan Harus Waspada?
Segera periksa ke dokter THT jika tinnitus:
•Terjadi terus-menerus lebih dari 1 minggu
•Disertai pusing hebat atau vertigo
•Disertai penurunan pendengaran mendadak
•Hanya terjadi pada satu telinga
•Disertai sakit kepala berat
Dalam kasus tertentu, tinnitus bisa menjadi tanda gangguan pembuluh darah atau masalah neurologis.
4. Hubungan Tinnitus dan Kesehatan Mental
Yang sering tidak disadari, tinnitus kronis bisa memicu:
Gangguan tidur, Cemas berlebihan,Mudah marah
dan Depresi ringan.
Stres memperburuk persepsi suara tinnitus karena otak menjadi lebih sensitif terhadap sinyal internal.
5. Cara Mengurangi Risiko
✔ Batasi penggunaan headset (maksimal 60% volume, tidak lebih dari 60 menit nonstop)
✔ Hindari paparan suara keras
✔ Kelola stres dengan olahraga ringan atau relaksasi
✔ Kontrol tekanan darah
✔ Cukup tidur
Next News

Kebiasaan Menggoyangkan Kaki Saat Duduk, Apakah Ada Penyebabnya?
11 hours ago

Mengapa Sebagian Orang Menyukai Pete, Sementara yang Lain Tidak Tahan Aromanya?
11 hours ago

Mitos atau Fakta, Pete Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah?
11 hours ago

Mengapa Pelangi Sering Terlihat di Dekat Air Terjun? Ini Penjelasan Ilmiahnya
11 hours ago

Pelangi Terlihat Berbeda bagi Setiap Orang, Benarkah Demikian?
11 hours ago

Mitos atau Fakta, Pelangi Selalu Memiliki Tujuh Warna? Ini Penjelasan Ilmiahnya
11 hours ago

Kenapa Rasa Manis Teh Berubah Saat Minumannya Sudah Dingin? Ini Penjelasannya
11 hours ago

Mengapa Buah yang Belum Matang Sering Terasa Lebih Asam? Ini Penjelasannya
12 hours ago

Mengapa Permen Terasa Sangat Manis, tetapi Buah Tidak Selalu Demikian? Ini Penyebabnya
12 hours ago

Mengapa Buah yang Matang Terasa Lebih Manis daripada Buah Mentah? Ini Penjelasannya
12 hours ago





