Jumat, 27 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Susu UHT dan Susu Segar: Apa Bedanya?

RAU - Friday, 20 February 2026 | 01:27 AM

Background
Susu UHT dan Susu Segar: Apa Bedanya?

1. Apa Itu Susu Segar?

Susu segar umumnya mengacu pada susu yang telah melalui proses pasteurisasi. Pasteurisasi adalah pemanasan pada suhu sekitar 72°C selama 15 detik (metode HTST – High Temperature Short Time) untuk membunuh bakteri patogen seperti Salmonella dan E. coli.

Susu ini:

••Harus disimpan dalam lemari pendingin

••Memiliki masa simpan relatif pendek (beberapa hari hingga minggu)

••Cenderung memiliki rasa yang lebih "fresh"



Menurut Food and Agriculture Organization, pasteurisasi efektif membunuh mikroorganisme berbahaya tanpa merusak komponen gizi utama secara signifikan.

2. Apa Itu Susu UHT?

UHT (Ultra High Temperature) adalah metode pemanasan pada suhu sangat tinggi, sekitar 135–150°C selama 2–5 detik. Setelah itu susu dikemas secara aseptik (steril).

Karakteristik susu UHT:

••Dapat disimpan pada suhu ruang sebelum dibuka

••Masa simpan lebih panjang (hingga beberapa bulan)



••Rasa sedikit berbeda karena proses pemanasan tinggi

Proses ini hampir sepenuhnya mensterilkan susu dari mikroorganisme.

3. Perbandingan Kandungan Gizi

-Protein-

Protein utama dalam susu adalah kasein dan whey. Baik pada susu pasteurisasi maupun UHT, kandungan protein relatif sama. Pemanasan UHT dapat menyebabkan perubahan struktur protein (denaturasi ringan), tetapi tidak mengurangi nilai gizinya secara signifikan.

Artinya, tubuh tetap bisa mencerna dan memanfaatkan protein dari kedua jenis susu dengan baik.

-Lemak-

Kandungan lemak bergantung pada jenisnya (full cream, low fat, skim), bukan pada metode pemanasan. UHT tidak secara signifikan mengurangi kadar lemak.



-Kalsium-

Kalsium dalam susu relatif stabil terhadap panas. Baik susu segar maupun UHT memiliki kandungan kalsium yang hampir sama. Ini penting untuk kesehatan tulang dan gigi.

Menurut Mayo Clinic, susu merupakan salah satu sumber kalsium terbaik dalam pola makan sehari-hari.

-Vitamin-

Di sinilah terdapat sedikit perbedaan.

Beberapa vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B1 (tiamin), B6, dan B12 bisa mengalami sedikit penurunan akibat pemanasan tinggi pada proses UHT. Namun penurunan ini umumnya tidak besar dalam konteks pola makan normal.

Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A dan D relatif lebih stabil.



Secara keseluruhan, perbedaan kandungan vitamin antara susu UHT dan susu pasteurisasi tidak terlalu signifikan bagi orang dengan pola makan seimbang.

4. Perbedaan dari Sisi Keamanan

Susu UHT memiliki keunggulan dalam hal keamanan penyimpanan karena prosesnya hampir mensterilkan susu sepenuhnya. Risiko pertumbuhan bakteri sebelum kemasan dibuka sangat rendah.

Susu pasteurisasi tetap aman, tetapi harus disimpan dingin agar tidak cepat rusak.

5. Perbedaan dari Sisi Rasa dan Tekstur

Karena pemanasan lebih tinggi, susu UHT dapat memiliki rasa sedikit lebih "matang" atau sedikit karamelisasi ringan. Susu pasteurisasi biasanya terasa lebih segar dan ringan.

Perbedaan ini bersifat subjektif dan tergantung preferensi masing-masing.



6. Mana yang Lebih Baik untuk Anak dan Dewasa?

Secara umum:

Untuk kebutuhan praktis dan penyimpanan lama → Susu UHT sangat membantu.

Untuk konsumsi harian dengan akses pendingin → Susu pasteurisasi juga sangat baik.

Organisasi seperti World Health Organization tidak menyatakan bahwa salah satu metode secara umum lebih unggul dalam hal gizi, selama produk diproses dengan standar keamanan yang baik.

Yang lebih penting diperhatikan adalah:

-Kandungan gula tambahan (pada susu rasa)



-Kadar lemak (full cream vs low fat)

-Alergi atau intoleransi laktosa

-Kebutuhan kalori harian

Sering kali perbedaan ini lebih berdampak dibanding sekadar metode pemanasan.

Kesimpulan

Susu UHT dan susu segar memiliki perbedaan utama pada proses pemanasan dan masa simpan. Dari sisi protein dan kalsium, keduanya relatif setara. Beberapa vitamin mungkin sedikit berkurang pada UHT, tetapi tidak dalam jumlah yang signifikan untuk pola makan normal.



Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan, preferensi rasa, dan kemudahan penyimpanan.