Rabu, 14 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Sering Menahan Berak, Apakah Bisa Berbahaya bagi Tubuh?

Tata - Tuesday, 29 September 2026 | 09:36 AM

Background
Sering Menahan Berak, Apakah Bisa Berbahaya bagi Tubuh?

Buang air besar merupakan salah satu proses alami tubuh untuk mengeluarkan sisa makanan yang sudah tidak diperlukan. Ketika keinginan untuk buang air besar muncul, tubuh sebenarnya sedang memberikan sinyal bahwa feses telah berada di bagian akhir saluran pencernaan dan siap dikeluarkan.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari, seseorang terkadang memilih menahan buang air besar karena sedang bekerja, berada di perjalanan, berada di tempat umum, atau tidak memiliki akses toilet yang nyaman. Menahan sesekali biasanya tidak langsung menyebabkan masalah serius.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika menahan buang air besar menjadi kebiasaan. Jika seseorang terus-menerus mengabaikan dorongan untuk buang air besar, pola normal tubuh dapat terganggu dan proses pengeluaran feses menjadi lebih sulit.

Ketika feses berada terlalu lama di usus besar, sebagian air di dalamnya akan diserap oleh tubuh. Akibatnya, feses dapat menjadi lebih kering dan keras. Kondisi ini dapat membuat buang air besar terasa lebih sulit atau membutuhkan mengejan lebih kuat.

Salah satu masalah yang dapat muncul adalah sembelit. Seseorang mungkin menjadi lebih jarang buang air besar, feses terasa keras, atau harus mengejan agar feses dapat keluar. Pada sebagian orang, sembelit juga dapat disertai rasa tidak nyaman atau perut terasa penuh.



Kebiasaan menahan juga dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk mengikuti dorongan alami tubuh. Jika hal ini terus berlangsung, sinyal ingin buang air besar dapat terasa lebih lemah atau pola buang air besar menjadi tidak teratur.

Menahan buang air besar juga dapat membuat feses semakin sulit dikeluarkan. Ketika akhirnya pergi ke toilet, seseorang mungkin perlu mengejan lebih kuat. Mengejan secara berlebihan dan berulang dapat meningkatkan tekanan di sekitar anus.

Tekanan tersebut dapat memperburuk keluhan seperti wasir pada orang yang memang rentan mengalaminya. Wasir dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, gatal, atau perdarahan saat buang air besar. Meski demikian, wasir tidak semata-mata disebabkan oleh kebiasaan menahan buang air besar karena terdapat berbagai faktor lain yang berperan.

Feses yang keras juga dapat menyebabkan luka kecil pada jaringan anus yang dikenal sebagai fisura ani. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit saat buang air besar dan terkadang disertai darah berwarna merah terang.

Risiko tersebut semakin mungkin terjadi jika kebiasaan menahan buang air besar disertai pola makan rendah serat dan kurang minum. Serat membantu meningkatkan volume feses dan membuatnya lebih mudah melewati saluran pencernaan, sedangkan cairan membantu menjaga feses agar tidak terlalu keras.



Karena itu, menjaga pola makan seimbang menjadi salah satu bagian penting untuk membantu mencegah sembelit. Buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat menjadi sumber serat yang baik. Penambahan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi.

Asupan cairan juga perlu diperhatikan. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh aktivitas, cuaca, kondisi kesehatan, serta pola makan. Minum cukup sesuai kebutuhan tubuh dapat membantu menjaga konsistensi feses.

Aktivitas fisik secara teratur juga dapat mendukung pergerakan saluran pencernaan. Tidak harus selalu berupa olahraga berat. Berjalan kaki dan aktivitas fisik harian juga dapat membantu menjaga tubuh tetap aktif.

Kebiasaan pergi ke toilet pada waktu yang teratur juga dapat membantu membangun pola buang air besar yang lebih baik. Ketika muncul dorongan untuk buang air besar, sebaiknya tidak selalu ditunda jika kondisi memungkinkan.

Meski demikian, tidak semua orang memiliki frekuensi buang air besar yang sama. Ada orang yang buang air besar setiap hari, sementara sebagian lainnya lebih jarang. Frekuensi saja tidak selalu menentukan apakah pola buang air besar seseorang normal. Konsistensi feses, kemudahan saat buang air besar, dan ada atau tidaknya keluhan juga perlu diperhatikan.



Jika seseorang sering mengalami sembelit, buang air besar terasa sangat sakit, terdapat darah pada feses, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, muntah, nyeri perut yang berat, atau perubahan kebiasaan buang air besar yang menetap, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Kondisi tertentu juga dapat menyebabkan sembelit, seperti efek samping obat, kurang aktivitas, perubahan pola makan, gangguan pada saluran pencernaan, atau masalah kesehatan lainnya. Karena itu, sembelit yang terus berulang sebaiknya tidak selalu dianggap hanya akibat kebiasaan menahan buang air besar.

Kesimpulannya, menahan buang air besar sesekali umumnya bukan keadaan darurat. Namun, jika dilakukan berulang kali dan menjadi kebiasaan, hal tersebut dapat berkontribusi terhadap feses yang lebih keras, sembelit, serta keluhan saat buang air besar. Mendengarkan sinyal tubuh, menjaga asupan serat dan cairan, serta tetap aktif merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.