Sejarah Lahirnya Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Simbol Persatuan dalam Keberagaman Indonesia
RAU - Wednesday, 22 July 2026 | 01:32 PM


Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman luar biasa. Ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, beragam bahasa daerah, serta berbagai agama dan budaya hidup berdampingan dalam satu negara. Di tengah keberagaman tersebut, bangsa Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan.
Kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan memiliki sejarah panjang yang berakar pada warisan budaya Nusantara sejak berabad-abad lalu.
Berasal dari Zaman Kerajaan Majapahit
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kitab Kakawin Sutasoma, sebuah karya sastra berbahasa Jawa Kuno yang ditulis oleh Empu Tantular pada sekitar abad ke-14, ketika Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaannya.
Dalam kitab tersebut terdapat kalimat yang berbunyi:
"Bhinna ika tunggal ika, tan hana dharma mangrwa."
Secara umum, kalimat tersebut dapat dimaknai bahwa meskipun terdapat perbedaan, pada hakikatnya tetap merupakan satu kesatuan, dan tidak ada kebenaran yang mendua.
Pada masa itu, ungkapan tersebut digunakan untuk menggambarkan semangat hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan keyakinan yang berkembang di wilayah Majapahit.
Makna Bhinneka Tunggal Ika
Dalam bahasa Jawa Kuno, kata "bhinneka" berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, "tunggal" berarti satu, sedangkan "ika" berarti itu.
Secara sederhana, semboyan ini sering diterjemahkan sebagai "Berbeda-beda tetapi tetap satu."
Makna tersebut menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan yang dapat memperkaya kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menjadi Semboyan Resmi Indonesia
Setelah Indonesia merdeka, para pendiri bangsa memandang bahwa semboyan ini sangat sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk.
Karena itu, Bhinneka Tunggal Ika kemudian dipilih sebagai semboyan negara dan ditempatkan pada pita yang dicengkeram oleh Burung Garuda dalam lambang negara Garuda Pancasila.
Penggunaan semboyan ini ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara, yang kemudian diperkuat melalui berbagai ketentuan perundang-undangan mengenai simbol negara.
Mengapa Semboyan Ini Tetap Relevan?
Hingga saat ini, Indonesia tetap menjadi salah satu negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Perbedaan suku, agama, bahasa, adat istiadat, hingga budaya merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dalam kondisi tersebut, semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat bahwa perbedaan tidak harus menimbulkan perpecahan. Justru dengan saling menghormati dan menghargai keberagaman, persatuan bangsa dapat terus terjaga.
Nilai ini juga tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, seperti bekerja sama tanpa membedakan latar belakang, menghormati kebebasan beragama, menjaga toleransi, dan menjunjung tinggi persaudaraan sebagai sesama warga negara.
Bukan Sekadar Semboyan
Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya tulisan yang terdapat pada lambang negara. Kalimat ini merupakan cerminan cita-cita bangsa Indonesia untuk hidup dalam persatuan di tengah keberagaman.
Melalui semboyan tersebut, masyarakat diajak untuk melihat perbedaan sebagai sesuatu yang wajar dan menjadi bagian dari identitas bangsa.
Di era modern, ketika interaksi antarmasyarakat semakin luas dan informasi menyebar dengan cepat, nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan persatuan tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan Indonesia.
Pada akhirnya, Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan bahwa keberagaman bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang menyatukan bangsa. Berasal dari warisan sastra Nusantara pada masa Majapahit, semboyan ini terus hidup sebagai pedoman untuk membangun kehidupan yang rukun, damai, dan saling menghargai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Next News

Sejarah Payung yang Ternyata Tidak Selalu Digunakan untuk Hujan
2 days ago

Perjalanan Evolusi Telepon dari Masa ke Masa, dari Alat Berkabel hingga Smartphone Modern
5 days ago





