Resep Kue Nagasari Pisang dengan Aroma Daun Pisang yang Khas
icaa - Sunday, 18 October 2026 | 10:37 AM


Kue nagasari pisang dikenal sebagai salah satu jajanan pasar tradisional yang sering hadir dalam acara keluarga, arisan, hingga berbagai perayaan. Kue ini memiliki ciri khas berupa adonan putih yang lembut dengan potongan pisang di bagian tengahnya. Bungkus daun pisang yang digunakan selama proses pengukusan turut memberikan aroma alami yang membuat rasanya semakin istimewa.
Selain memiliki cita rasa manis dan gurih, nagasari juga cukup mudah dibuat menggunakan bahan-bahan sederhana. Kunci keberhasilannya terletak pada perbandingan tepung dan santan, pemilihan pisang yang tepat, serta teknik mengukus yang benar agar adonan matang merata dan tidak terlalu keras.
Bahan-Bahan Kue Nagasari Pisang
Siapkan bahan-bahan berikut untuk membuat sekitar 12–15 buah nagasari, tergantung ukuran bungkusnya.
Bahan adonan:
- 250 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 150 gram gula pasir
- 800 ml santan
- Setengah sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan
Bahan isian dan pembungkus:
- 4–5 buah pisang kepok atau pisang raja yang matang
- Daun pisang secukupnya untuk membungkus
Pisang kepok matang cocok digunakan karena teksturnya cukup padat dan rasanya manis. Sementara itu, pisang raja dapat memberikan aroma yang lebih harum. Pilih pisang yang matang tetapi tidak terlalu lembek agar bentuk potongannya tetap terjaga di dalam adonan.
Cara Membuat Kue Nagasari Pisang
1. Siapkan daun pisang
Bersihkan daun pisang menggunakan kain bersih yang sedikit dibasahi. Panaskan daun sebentar di atas api kecil atau kukus beberapa saat agar lebih lentur dan tidak mudah robek ketika dilipat.
Potong daun menjadi lembaran dengan ukuran yang cukup untuk membungkus satu buah nagasari. Sisihkan hingga siap digunakan.
2. Siapkan pisang untuk isian
Kupas pisang, kemudian potong menjadi beberapa bagian sesuai ukuran nagasari yang diinginkan. Jika menggunakan pisang berukuran kecil, potong menjadi dua bagian. Hindari memotong pisang terlalu tipis agar rasanya tetap terasa saat kue disantap.
3. Campurkan bahan kering
Masukkan tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, dan garam ke dalam wadah. Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata agar rasa manis dan gurih tersebar merata pada adonan.
4. Masak santan bersama daun pandan
Tuangkan santan ke dalam panci, kemudian tambahkan daun pandan. Panaskan menggunakan api kecil sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
Tidak perlu mendidihkan santan terlalu lama. Setelah terasa panas dan aromanya mulai harum, matikan api. Biarkan sedikit hangat sebelum digunakan untuk mencampur tepung.
5. Buat adonan nagasari
Tuangkan santan secara bertahap ke dalam campuran tepung sambil diaduk menggunakan pengocok atau spatula. Aduk sampai adonan halus dan tidak menggumpal.
Setelah tercampur, masak adonan dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan teksturnya menyerupai pasta lembut. Jangan memasaknya terlalu lama sampai terlalu padat karena adonan akan kembali matang dan mengeras selama proses pengukusan.
6. Isi dan bungkus dengan daun pisang
Ambil selembar daun pisang, lalu letakkan satu sendok adonan di bagian tengah. Tambahkan potongan pisang, kemudian tutup kembali dengan adonan secukupnya hingga pisang terbungkus.
Lipat kedua sisi daun pisang ke arah tengah, lalu lipat bagian ujungnya sampai membentuk bungkusan yang rapi. Pastikan adonan tidak mudah keluar melalui celah lipatan.
7. Kukus hingga matang
Panaskan kukusan terlebih dahulu sampai airnya mendidih dan menghasilkan uap yang cukup. Susun nagasari di dalam kukusan dengan posisi lipatan menghadap ke bawah agar bungkusan tidak mudah terbuka.
Kukus selama sekitar 25–30 menit atau hingga adonan matang dan teksturnya menyatu. Gunakan api sedang dan pastikan air kukusan cukup selama proses berlangsung.
Setelah matang, angkat nagasari dan biarkan hingga hangat sebelum disajikan. Kue dapat dinikmati dalam keadaan hangat maupun setelah dingin.
Rahasia Nagasari Lembut dan Tidak Mudah Keras
Salah satu hal yang menentukan tekstur nagasari adalah komposisi bahan. Tepung beras memberikan struktur utama, sedangkan sedikit tepung tapioka membantu menghasilkan tekstur yang lebih kenyal dan lembut. Penggunaan tapioka sebaiknya tidak berlebihan agar nagasari tidak menjadi terlalu liat.
Santan juga perlu diperhatikan. Gunakan santan segar atau santan kemasan yang sesuai takaran agar adonan memiliki rasa gurih. Ketika memanaskan santan, aduk secara teratur untuk mengurangi risiko pecah.
Selain itu, pastikan adonan tidak terlalu kental sebelum dibungkus. Adonan yang terlalu padat akan sulit diratakan dan bisa menghasilkan nagasari yang keras setelah dingin. Sebaliknya, adonan yang terlalu encer dapat membuat bentuk kue kurang kokoh.
Proses pengukusan pun tidak boleh diabaikan. Panaskan kukusan terlebih dahulu dan bungkus tutupnya menggunakan kain bersih apabila tutup kukusan mudah meneteskan air. Cara ini membantu mencegah air kondensasi jatuh langsung ke permukaan kue.
Mengapa Daun Pisang Membuat Nagasari Lebih Harum?
Daun pisang bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga memberikan karakter aroma pada makanan. Ketika terkena panas selama pengukusan, daun pisang melepaskan senyawa aromatik yang dapat memberikan wangi khas pada permukaan kue.
Aroma tersebut berpadu dengan harum santan dan pisang sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda dibandingkan nagasari yang dimasak tanpa pembungkus daun pisang.
Daun pisang juga membantu menjaga kelembapan adonan selama dikukus. Karena itu, penggunaan daun yang bersih dan cukup lentur dapat membuat nagasari lebih mudah dibungkus sekaligus memberikan tampilan tradisional yang menarik.
Tips Memilih Pisang agar Nagasari Lebih Nikmat
Pilih pisang yang sudah matang dengan aroma manis alami, tetapi teksturnya belum terlalu lembek. Pisang yang terlalu mentah cenderung kurang manis dan memiliki tekstur lebih keras, sedangkan pisang yang terlalu matang dapat mudah hancur ketika dibungkus.
Pisang kepok dan pisang raja merupakan pilihan yang umum digunakan. Jika ingin rasa yang lebih manis, kamu dapat menyesuaikan jenis pisang tanpa harus menambah terlalu banyak gula pada adonan.
Untuk menjaga kualitas kue, simpan nagasari dalam wadah tertutup setelah benar-benar dingin. Karena menggunakan santan dan pisang, nagasari sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Simpan di lemari es jika tidak segera dikonsumsi dan kukus kembali sebentar bila ingin menikmatinya dalam keadaan hangat.
Next News

Kebiasaan Menggambar yang Bisa Membantu Mengembangkan Kreativitas Anak
in 7 hours

Pengaruh Terlalu Banyak Menonton Layar terhadap Kebiasaan Anak
in 7 hours

Perbedaan Cara Belajar Anak yang Visual, Auditori, dan Kinestetik
in 6 hours

Cara Anak Mengenali Emosi melalui Ekspresi dan Perilaku
in 6 hours

Makanan Tinggi Protein yang Membantu Menjaga Massa Otot
in 6 hours

Kebiasaan Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur dan Pengaruhnya bagi Tubuh
in 6 hours

Fenomena Langit Berwarna Merah yang Muncul Sebelum Matahari Terbenam
in 5 hours

Kelapa Muda sebagai Minuman Alami yang Menyegarkan Tubuh
9 hours ago

Donat Kentang Mini dengan Bahan Rumahan yang Mudah Ditemukan
9 hours ago

Telur Gulung Sayur, Camilan Sederhana dengan Kandungan Protein
9 hours ago





