Minggu, 1 November 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Makanan Tinggi Protein yang Membantu Menjaga Massa Otot

icaa - Sunday, 01 November 2026 | 09:47 AM

Background
Makanan Tinggi Protein yang Membantu Menjaga Massa Otot

Protein merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk otot. Nutrisi ini memiliki peran besar dalam menjaga kekuatan tubuh, terutama bagi orang yang rutin berolahraga, menjalani aktivitas fisik, atau ingin mempertahankan massa otot seiring bertambahnya usia.

Massa otot tidak hanya berpengaruh terhadap bentuk tubuh, tetapi juga mendukung keseimbangan, kekuatan, dan kemampuan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, mencukupi kebutuhan protein melalui makanan bergizi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan otot.

1. Telur

Telur termasuk sumber protein yang mudah ditemukan dan diolah. Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein. Selain protein, telur juga mengandung vitamin B12, vitamin D, dan kolin yang mendukung berbagai fungsi tubuh.

Protein dalam telur memiliki asam amino esensial yang dibutuhkan untuk proses pembentukan dan perbaikan jaringan otot. Telur dapat dikonsumsi dengan cara direbus, dikukus, atau dimasak sebagai telur dadar dengan sedikit minyak.

2. Dada Ayam

Dada ayam tanpa kulit dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup tinggi. Dalam 100 gram dada ayam matang, terdapat sekitar 30 gram protein, meskipun jumlahnya dapat berbeda berdasarkan cara memasak dan kandungan airnya.



Makanan ini sering menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjaga massa otot karena menyediakan protein dengan kandungan lemak yang relatif rendah. Dada ayam bisa diolah menjadi sup, tumisan, atau ayam panggang.

3. Ikan

Ikan seperti tuna, salmon, kembung, dan tongkol mengandung protein yang membantu memperbaiki jaringan otot. Beberapa jenis ikan, terutama salmon dan kembung, juga mengandung asam lemak omega-3 yang mendukung kesehatan jantung.

Mengonsumsi ikan secara teratur dapat menjadi variasi sumber protein selain daging ayam dan telur. Agar lebih sehat, ikan sebaiknya diolah dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang.

4. Daging Sapi Tanpa Lemak

Daging sapi tanpa lemak mengandung protein, zat besi, zinc, dan vitamin B12. Zat besi membantu pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan zinc berperan dalam proses perbaikan jaringan.

Kandungan protein pada daging sapi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mempertahankan otot. Pilih potongan daging yang tidak terlalu berlemak dan batasi penggunaan minyak serta garam saat mengolahnya.



5. Tempe

Tempe merupakan sumber protein nabati yang terbuat dari kedelai melalui proses fermentasi. Dalam 100 gram tempe, kandungan proteinnya dapat mencapai sekitar 18–20 gram, tergantung jenis dan proses pembuatannya.

Selain protein, tempe juga mengandung serat, mineral, dan berbagai zat gizi lainnya. Tempe dapat menjadi pilihan terjangkau bagi orang yang ingin memenuhi kebutuhan protein tanpa selalu mengonsumsi daging.

6. Tahu

Tahu juga berasal dari kedelai dan mengandung protein nabati. Jumlah proteinnya berbeda-beda tergantung jenis tahu dan kadar airnya. Tahu padat umumnya mengandung lebih banyak protein per berat dibandingkan tahu yang sangat lembut.

Tahu mudah dipadukan dengan berbagai bahan makanan. Misalnya, diolah menjadi sup, tumisan sayuran, atau lauk kukus. Kombinasi tahu dengan sumber protein lain dapat membantu membuat menu harian lebih bervariasi.

7. Susu dan Yogurt

Susu mengandung protein whey dan kasein yang memiliki asam amino esensial. Kedua jenis protein tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan protein tubuh. Yogurt, khususnya yogurt tinggi protein seperti Greek yogurt, juga dapat menjadi pilihan camilan bergizi.



Produk susu juga menyediakan kalsium yang penting untuk menjaga kesehatan tulang. Pilih produk dengan kandungan gula tambahan yang tidak berlebihan agar asupan harian tetap seimbang.

8. Kacang-Kacangan

Kacang tanah, kacang almond, kacang merah, dan kacang hijau mengandung protein nabati serta serat. Kacang-kacangan juga menyediakan lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Kacang dapat dikonsumsi sebagai camilan atau dicampurkan ke dalam makanan utama. Namun, beberapa jenis kacang memiliki kandungan kalori cukup tinggi sehingga porsinya tetap perlu diperhatikan.

9. Edamame

Edamame merupakan kedelai muda yang dapat dikonsumsi setelah direbus atau dikukus. Makanan ini mengandung protein nabati, serat, dan berbagai mineral.

Edamame dapat menjadi pilihan camilan setelah beraktivitas atau pelengkap makanan utama. Kandungan proteinnya membantu menambah asupan harian, terutama bagi orang yang lebih sering mengonsumsi makanan berbasis tumbuhan.



10. Udang

Udang merupakan makanan laut yang mengandung protein cukup tinggi dengan kandungan lemak relatif rendah. Dalam 100 gram udang matang, proteinnya dapat mencapai sekitar 20–24 gram.

Udang juga mengandung vitamin B12, selenium, dan yodium. Makanan ini bisa diolah menjadi sup, tumisan, atau udang panggang. Pastikan udang dimasak hingga matang dan perhatikan penggunaan garam maupun saus tambahan.

Cara Mengoptimalkan Asupan Protein untuk Menjaga Otot

Mengonsumsi makanan tinggi protein saja belum tentu cukup untuk menjaga massa otot. Tubuh juga membutuhkan energi dari karbohidrat dan lemak, serta vitamin dan mineral agar fungsi tubuh berjalan dengan baik.

Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Mengonsumsi protein secara teratur. Sebaiknya sumber protein dibagi ke dalam beberapa waktu makan, bukan hanya dikonsumsi dalam satu kali makan.
  2. Melakukan latihan kekuatan. Aktivitas seperti angkat beban, squat, dan latihan menggunakan berat tubuh dapat membantu mempertahankan massa otot.
  3. Mencukupi kebutuhan kalori. Kekurangan energi dalam waktu lama dapat membuat tubuh menggunakan jaringan otot sebagai sumber energi.
  4. Tidur yang cukup. Istirahat membantu proses pemulihan tubuh setelah melakukan aktivitas fisik.
  5. Mengonsumsi makanan yang beragam. Kombinasikan protein hewani dan nabati agar kebutuhan nutrisi lebih mudah terpenuhi.