Puasa Terlama di Dunia: Menjalani Ibadah di Negara dengan Siang Panjang
Tata - Thursday, 05 February 2026 | 08:15 AM


Durasi puasa ditentukan oleh selisih waktu antara matahari terbit dan terbenam.
Di negara tropis, siang dan malam hampir sama panjang (~12 jam), tetapi di negara dekat kutub, siang bisa lebih dari 20 jam di musim panas.
Contoh kota dengan durasi puasa ekstrem saat Ramadan:
Tromsø, Norwegia mencapai 20–22 jam
Reykjavik, Islandia hingga 21 jam
Stockholm, Swedia durasi puasa 18–20 jam
Di wilayah utara Finlandia, waktu puasa bisa berlangsung hingga 23 jam.
Fenomena ini terjadi karena kemiringan sumbu bumi dan posisi geografis jauh dari ekuator.
Sahur seringkali dilakukan pukul 02.00-03.00 pagi, sementara berbuka baru bisa dilakukan pukul 22.00-23.00 malam.
Menjalani Puasa di sana,
waktu istirahat bisa menjadi minim,karena berbuka sangat larut dan sahur sangat awal, waktu untuk tidur, tarawih, dan beristirahat menjadi sangat singkat (hanya sekitar 2-3 jam).
Di negara- negara tersebut, juga tidak ada Nuansa Ramadan. Yang sudah terbiasa dengan suara kentongan sahur, sirine berbuka dan Adzan Maghrib, Jualan ta'jil serta ngabuburit, tidak akan ditemui disana.
Puasa akan penuh tantangan
Dehidrasi dan Kelelahan,
Karena waktu minum yang terbatas meningkatkan risiko dehidrasi.
Bahkan bisa menyebabkan pusing, lemas, atau gangguan konsentrasi.
Mengakibatkan gangguan tidur dan pola tubuh, karena sahur lebih awal dan berbuka larut malam bisa mengganggu ritme sirkadian, menyebabkan sulit tidur dan penurunan energi.
Kemudian, tentu saja bisa mengakibatkan Stres Mental dan Kognitif
Puasa panjang memerlukan disiplin mental, mengontrol lapar, haus, dan kelelahan.
Risiko mood swing dan stres meningkat jika tidak diimbangi dengan istirahat dan aktivitas ringan.
Untuk muslim yang menjalani puasa disana,
Beberapa ulama menyarankan mengikuti jadwal matahari di Mekah atau kota terdekat saat durasi siang ekstrem.
Alternatif lain: puasa berselang atau menyesuaikan waktu sahur dan berbuka agar lebih aman.
Prinsip utama: tidak membahayakan kesehatan tubuh tetap menjadi prioritas.
Fakta Menarik lainnya dari Ramadan di negara negra tersebut, beberapa kota Skandinavia malah matahari tidak terbenam sama sekali selama beberapa minggu, sehingga umat Muslim mengikuti jadwal Mekah.
Dan dari banyak penelitian yang dilakukan,puasa panjang tetap aman jika sahur, hidrasi, dan nutrisi diatur dengan baik.
Puasa ekstrem juga punya tambahan sisi positif lebih baik lagi, yaitu melatih disiplin mental, kesabaran, dan manajemen energi.
Kesimpulan
Negara dengan durasi puasa panjang menghadirkan tantangan fisik dan mental unik. Dengan sahur bergizi, hidrasi cukup, tidur teratur, aktivitas ringan, dan panduan fiqh, umat Muslim tetap bisa menjalani puasa panjang secara sehat. Puasa ekstrem juga memberikan pengalaman spiritual dan kedisiplinan yang lebih dalam.
Next News

Pernah Mengalaminya? Awalnya Hanya Satu Bintang, Tapi Lama-lama Langit Terlihat Penuh Cahaya
6 hours ago

Sejarah Tempe: Dari Dapur Tradisional Nusantara hingga Mendunia sebagai Superfood
6 hours ago

Di Tengah Gempuran Media Digital, Mengapa Radio Tetap Hidup dan Tak Pernah Benar-benar Mati?
6 hours ago

Rekomendasi Tanaman yang Mudah Dibudidayakan di Pekarangan Rumah, Lengkap dengan Cara Merawatnya
6 hours ago

Rambut Tetap Sehat Bukan Soal Mahal: Tips Perawatan Rambut yang Sering Diremehkan Tapi Terbukti Efektif
6 hours ago

Nikmat di Awal, Bahaya di Belakang, Ternyata Ini Risiko Minum Kopi Berlebihan Tanpa Kontrol
6 hours ago

Rekomendasi Warna Cat Rumah Aesthetic untuk Lebaran 2026
7 hours ago

Perbedaan Warna Kulit Manusia: Keindahan dalam Keberagaman dan Perspektif Ilmiah
in 2 hours

Mengapa Tubuh Membutuhkan Paparan Sinar Matahari?
in an hour

Burung Cendrawasih, Permata Surga dari Papua yang Menjadi Simbol Keindahan Alam Indonesia
in an hour





