Sabtu, 4 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Plantar Fasciitis: Penyebab Umum Nyeri di Tumit Kaki

Nanda - Tuesday, 31 March 2026 | 03:36 PM

Background
Plantar Fasciitis: Penyebab Umum Nyeri di Tumit Kaki

*Apa Itu Plantar Fasciitis?*

Plantar fasciitis adalah peradangan pada plantar fascia, yaitu jaringan tebal yang membentang dari tumit hingga ke jari-jari kaki.

Fungsi jaringan ini adalah:

•menopang lengkungan kaki

•menyerap tekanan saat berjalan atau berlari



•membantu menjaga stabilitas kaki

Ketika jaringan ini mengalami tekanan berulang atau mikro-robekan, maka terjadi peradangan yang menimbulkan nyeri di tumit.

Plantar fasciitis merupakan penyebab paling umum dari nyeri tumit pada orang dewasa.

*Gejala Plantar Fasciitis*

Gejala paling khas dari plantar fasciitis adalah nyeri tajam di tumit.



Beberapa tanda yang sering dialami antara lain:

•nyeri pada bagian bawah tumit

•sakit saat langkah pertama setelah bangun tidur

•nyeri setelah berdiri lama

•rasa tidak nyaman setelah berjalan jauh



Biasanya rasa sakit akan berkurang setelah kaki mulai bergerak, tetapi bisa muncul kembali setelah aktivitas panjang.

*Penyebab dan Faktor Risiko*

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko plantar fasciitis, seperti:

1. Aktivitas fisik berlebihan

Misalnya berlari atau berjalan jauh.



2. Berdiri terlalu lama

Banyak dialami oleh pekerja yang harus berdiri seharian.

3. Bentuk kaki tertentu

Seperti kaki datar (flat feet) atau lengkungan kaki terlalu tinggi.

4. Berat badan berlebih



Tekanan pada kaki menjadi lebih besar.

Plantar fasciitis paling sering terjadi pada usia 40–60 tahun.

*Cara Mengatasi Plantar Fasciitis*

Sebagian besar kasus plantar fasciitis dapat membaik tanpa operasi.

Beberapa cara yang sering dianjurkan dokter antara lain:



•istirahatkan kaki dari aktivitas berat

•kompres es pada tumit

melakukan latihan •peregangan kaki

memakai sepatu dengan bantalan yang baik

•menggunakan insole atau penopang lengkungan kaki



Dalam kasus yang lebih berat, dokter mungkin menyarankan fisioterapi atau suntikan obat antiinflamasi.

Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar penderita dapat pulih tanpa tindakan operasi.