Permukaan Tanah yang Tertutup Beton Bisa Memperparah Risiko Banjir
Liaa - Thursday, 15 October 2026 | 01:34 AM


Permukaan tanah yang tertutup beton atau aspal menjadi pemandangan umum di kawasan perkotaan. Jalan raya, area parkir, halaman rumah, hingga kawasan industri banyak menggunakan material tersebut untuk menunjang berbagai aktivitas. Namun, di balik manfaatnya, permukaan yang kedap air dapat memengaruhi kemampuan lingkungan dalam menyerap air hujan dan meningkatkan risiko banjir.
Secara alami, tanah memiliki kemampuan menyerap sebagian air hujan. Air tersebut dapat meresap melalui pori-pori tanah, kemudian tersimpan di dalam lapisan tanah atau bergerak menuju air tanah. Proses ini membantu mengurangi jumlah air yang mengalir di permukaan ketika hujan turun.
Ketika tanah tertutup beton, aspal, atau material kedap air lainnya, proses penyerapan tersebut menjadi terbatas. Akibatnya, air hujan lebih banyak mengalir ke permukaan dan berkumpul di area yang lebih rendah. Jika jumlah air yang mengalir melebihi kemampuan saluran pembuangan, genangan dapat terbentuk dan berpotensi berkembang menjadi banjir.
Bagaimana Beton dan Aspal Meningkatkan Risiko Banjir?
Beton dan aspal memiliki permukaan yang relatif sulit ditembus air. Berbeda dengan tanah terbuka yang memungkinkan air meresap, permukaan kedap air membuat sebagian besar air hujan bergerak menuju selokan, sungai, atau saluran drainase.
Semakin luas wilayah yang tertutup material tersebut, semakin besar pula volume air yang berpotensi menjadi limpasan permukaan. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada sistem drainase, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Risiko menjadi lebih besar apabila saluran air berukuran tidak memadai, tersumbat sampah, atau tidak mampu menampung debit air yang masuk. Dalam keadaan tersebut, air dapat meluap ke jalan, halaman rumah, hingga permukiman warga.
Alih Fungsi Lahan Mengurangi Area Resapan Air
Perubahan lahan terbuka menjadi kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, jalan beraspal, dan bangunan komersial turut memengaruhi siklus air di lingkungan. Area yang sebelumnya dapat menyerap air hujan berubah menjadi permukaan yang menghambat infiltrasi.
Jika pembangunan tidak diimbangi dengan penyediaan ruang terbuka hijau dan area resapan, kemampuan suatu kawasan untuk menahan air hujan dapat berkurang. Dampaknya bukan hanya berupa genangan sesaat, tetapi juga meningkatnya aliran air menuju sungai dalam waktu yang relatif bersamaan.
Meski demikian, permukaan beton bukan satu-satunya penyebab banjir. Curah hujan, kondisi topografi, kapasitas sungai, perubahan tata guna lahan, serta pengelolaan drainase juga berperan penting. Oleh karena itu, risiko banjir perlu dipahami sebagai hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan.
Mengapa Kawasan Perkotaan Lebih Rentan Mengalami Genangan?
Kawasan perkotaan umumnya memiliki kepadatan bangunan dan jaringan jalan yang tinggi. Banyaknya permukaan kedap air membuat air hujan lebih cepat mengalir dibandingkan di wilayah yang masih memiliki tanah terbuka dan vegetasi.
Selain itu, pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi alami lingkungan dapat mengubah jalur aliran air. Air yang sebelumnya tersebar dan meresap di berbagai area bisa terkumpul pada satu titik, sehingga menimbulkan genangan lebih cepat.
Permasalahan drainase juga dapat memperburuk keadaan. Saluran yang menyempit, sedimentasi, sampah, serta bangunan yang menghalangi aliran air membuat proses pembuangan air menjadi kurang efektif. Ketika hujan deras terjadi, air pun lebih mudah meluap ke permukaan.
Cara Mengurangi Risiko Banjir akibat Permukaan Kedap Air
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mempertahankan area tanah terbuka di sekitar rumah maupun lingkungan permukiman. Halaman tidak harus seluruhnya dilapisi beton. Sebagian area dapat ditanami rumput, tanaman, atau dibuat sebagai taman yang memungkinkan air meresap ke tanah.
Penggunaan material berpori atau paving block berpori juga dapat menjadi pilihan pada lokasi yang sesuai. Material tersebut memungkinkan air melewati celah atau pori-porinya, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi tanah di bawahnya, desain pemasangan, dan perawatannya.
Selain itu, sumur resapan dan lubang biopori dapat membantu mengelola air hujan apabila dirancang sesuai kondisi tanah dan ketentuan setempat. Pembuatan fasilitas ini sebaiknya mempertimbangkan kedalaman air tanah, jenis tanah, serta jarak aman dari bangunan dan sumber air bersih.
Masyarakat juga perlu menjaga kebersihan selokan dan tidak membuang sampah ke saluran air. Sementara itu, pemerintah dan pengembang perlu memperhatikan perencanaan drainase, penyediaan ruang terbuka hijau, serta pengelolaan limpasan air dalam pembangunan kawasan baru.
Pentingnya Menjaga Keseimbangan Pembangunan dan Lingkungan
Beton dan aspal tetap dibutuhkan untuk mendukung infrastruktur dan kegiatan sehari-hari. Namun, penggunaannya perlu diimbangi dengan perencanaan lingkungan yang baik agar air hujan tidak seluruhnya dialirkan ke saluran pembuangan.
Mempertahankan ruang resapan, menambah vegetasi, memperbaiki drainase, dan mengelola air hujan secara terpadu dapat membantu mengurangi risiko genangan. Langkah-langkah tersebut tidak menjamin banjir sepenuhnya dapat dicegah, tetapi dapat menjadi bagian penting dalam mengurangi dampaknya.
Dengan memperhatikan kemampuan tanah menyerap air, pembangunan dapat berlangsung tanpa mengabaikan keseimbangan lingkungan. Upaya ini membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pengembang agar kawasan permukiman menjadi lebih siap menghadapi hujan deras.
Next News

Mengapa Kita Terkadang Menjauh dari Orang yang Sebenarnya Kita Sayangi?
6 hours ago

Mengapa Mata Bisa Terlihat Berkaca-kaca saat Menahan Emosi?
6 hours ago

Fenomena Rasa Logam di Mulut, Apa Saja Kemungkinan Penyebabnya?
6 hours ago

Mengapa Makanan Pedas Bisa Membuat Tubuh Berkeringat?
6 hours ago

Mengapa Rasa Makanan yang Sama Bisa Terasa Lebih Enak saat Kita Lapar?
6 hours ago

Mengapa Rasa Makanan Bisa Berubah ketika Kita Sedang Pilek?
6 hours ago

Mengapa Ekspresi Wajah Seseorang Bisa Berbeda saat Berbicara dengan Orang yang Berbeda?
6 hours ago

Apa yang Membuat Wajah Seseorang Memerah ketika Merasa Malu?
6 hours ago

Arti Ekspresi Mengangkat Alis dalam Percakapan Sehari-hari
6 hours ago

Genangan Air yang Tak Kunjung Surut, Apa Saja Faktor Penyebabnya?
7 hours ago





