Selasa, 3 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Musik

Nostalgia Digital: Rahasia Lagu Lama Merajai TikTok 2026

Nanda - Monday, 02 March 2026 | 10:00 AM

Background
Nostalgia Digital: Rahasia Lagu Lama Merajai TikTok 2026

Nostalgia yang Nggak Ada Matinya: 7 Lagu Jadul yang Kembali Merajai Playlist Anak Muda di 2026

Siapa yang sangka kalau di tahun 2026, dunia musik kita justru nggak cuma melulu soal AI atau hologram penyanyi masa depan? Alih-alih terobsesi dengan suara-suara sintetik yang sempurna, telinga kita malah balik lagi ke "setelan pabrik". Ada sebuah fenomena unik yang terjadi tahun ini: tren retro-loop. Lagu-lagu yang dulu menemani masa muda orang tua kita—atau mungkin masa kecil kita yang paling cupu—tiba-tiba muncul lagi di puncak tangga lagu streaming, jadi backsound wajib konten TikTok, sampai diputar berulang-ulang di kafe-kafe hits Jakarta hingga pelosok daerah.

Kenapa sih ini bisa terjadi? Jawabannya simpel: rasa jenuh. Di tengah gempuran musik yang diproduksi secara massal lewat algoritma, telinga manusia butuh sesuatu yang punya "nyawa". Lagu-lagu lama punya kualitas komposisi yang jujur, lirik yang puitis tapi nggak maksa, dan aransemen instrumen organik yang bikin hati bergetar. Istilah kerennya, nostalgia core lagi ada di puncak rantai makanan budaya populer.

Nah, buat kamu yang mungkin bingung kenapa tiba-tiba temen tongkronganmu yang paling edgy tiba-tiba nyanyi lagu rilisan tahun 2000-an awal, yuk kita bedah 7 lagu jadul yang secara ajaib kembali tren di tahun 2026 ini.

1. Sheila on 7 - Dan

Lagu ini kayaknya memang punya ilmu hitam yang bikin dia nggak pernah benar-benar mati. Tapi di tahun 2026, "Dan" dari Sheila on 7 kembali meledak gara-gara sebuah serial drama remaja di salah satu platform streaming besar menggunakan lagu ini sebagai lagu tema perpisahan. Efeknya? Gila-gilaan. Generasi Alpha yang baru mulai kenal cinta monyet langsung merasa lagu ini adalah perwakilan dari rasa sesak di dada mereka.

Duta dengan vokalnya yang jujur dan rendah hati berhasil meyakinkan anak muda zaman sekarang bahwa minta maaf itu keren. "Dan... lupakanlah aku..." menjadi mantra galau paling ampuh di tahun ini. Kalau kamu masuk ke coffee shop mana pun di sore hari, minimal sekali kamu bakal dengar petikan gitar Eross Candra yang ikonik itu berkumandang.

2. Reza Artamevia - Berharap Tak Berpisah

Tren city pop dan disko lokal yang sempat naik beberapa tahun lalu ternyata belum mau turun takhta. Di tahun 2026, lagu "Berharap Tak Berpisah" milik Reza Artamevia justru makin solid jadi "lagu kebangsaan" di setiap acara party atau karaoke massal. Bedanya, sekarang lagu ini di-remix dengan sentuhan modern yang lebih punchy tapi tetap mempertahankan nuansa diva vibes-nya Reza.

Lagu ini sukses besar karena energinya yang menular. Mau kamu lagi sedih atau senang, begitu dengar intro lagu ini, kaki rasanya otomatis pengen joget. Fenomena ini membuktikan kalau lagu yang bagus nggak butuh banyak gimik; cukup vokal yang berkarakter dan groove yang enak buat goyang.

3. Dewa 19 - Kangen

Mari kita akui, Ahmad Dhani memang jenius dalam meramu melodi yang abadi. "Kangen" kembali viral di tahun 2026 setelah seorang YouTuber musik asal Korea Selatan meng-cover lagu ini dengan pelafalan bahasa Indonesia yang fasih. Hasilnya? Lagu ini kembali merangkak naik ke Top 50 Spotify Indonesia.

Anak-anak LDR (Long Distance Relationship) tahun 2026 menganggap lagu ini jauh lebih bermakna daripada lagu-lagu cinta modern yang liriknya kadang terlalu frontal. Ada kerinduan yang puitis dan mendalam di balik lirik "Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya". Klasik, elegan, dan pastinya bikin baper maksimal.

4. Ratu - Teman Tapi Mesra

Era Y2K (Year 2000) estetika sedang mencapai puncaknya di tahun 2026. Mulai dari gaya berpakaian sampai selera musik, semua berkaca ke awal milenium. "Teman Tapi Mesra" dari Ratu mendadak jadi tren di kalangan gen-Z karena dianggap merepresentasikan situasi situationship yang lagi marak-maraknya.

Suara khas Maia Estianty dan Mulan Jameela di lagu ini memberikan kesan retro yang sangat kuat. Selain itu, liriknya yang lugas soal hubungan tanpa status terasa sangat relevan dengan dinamika percintaan anak muda sekarang yang seringnya ribet dan penuh kode. Lagu ini kembali jadi lagu wajib buat mereka yang terjebak di zona pertemanan tapi sering dapet perlakuan spesial.

5. Peterpan - Ada Apa Denganmu

Ariel tetaplah magnet, mau di tahun 2004 ataupun 2026. Lagu "Ada Apa Denganmu" kembali mencuat setelah potongan video klip aslinya yang sinematik itu viral lagi di media sosial karena dianggap punya estetika grunge yang keren banget. Orang-orang mulai sadar kalau kualitas produksi musik Peterpan di masa lalu itu sebenarnya sudah melampaui zamannya.

Irama drumnya yang enerjik dan vokal Ariel yang "serak-serak basah" itu seolah memberikan alternatif bagi telinga yang sudah bosan dengan lagu-lagu bergenre pop-synth yang terlalu rapi. Lagu ini jadi anthem buat mereka yang lagi bingung menghadapi pasangan yang berubah-ubah mood-nya.

6. Melly Goeslaw - Gantung

Melly Goeslaw adalah ratu soundtrack, dan "Gantung" adalah salah satu mahakaryanya yang paling menyayat hati. Di tahun 2026, lagu ini kembali tren karena sebuah tantangan menyanyi di media sosial yang menuntut kontrol emosi tinggi. Lirik "Jangan gantung aku begini..." jadi sangat ikonik lagi di kalangan anak muda yang hobi bikin konten galau estetik di pinggir jendela pas lagi hujan.

Lagu ini punya kekuatan magis yang bikin pendengarnya merasa paling tersakiti di dunia, padahal mungkin masalahnya cuma gara-gara chat nggak dibalas dua jam. Itulah hebatnya lagu jadul; mereka bisa membesarkan emosi yang kecil jadi sesuatu yang terasa megah dan layak dirayakan.

7. ST12 - Puspa

Ini mungkin yang paling mengejutkan. Sempat dianggap cheesy atau kurang berkelas oleh sebagian orang beberapa belas tahun lalu, genre pop-melayu milik ST12 justru mengalami "rebranding" di tahun 2026. Anak muda mulai melihat kejujuran dalam lirik-lirik Charly van Houten. "Puspa" dengan liriknya yang ringan tapi catchy abis tiba-tiba jadi favorit di pesta-pesta pernikahan hingga festival musik indie.

Ternyata, mendengarkan "Puspa" di tahun 2026 bukan lagi soal selera musik "kampungan", tapi soal apresiasi terhadap sebuah karya yang benar-benar bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Rasanya seru aja gitu pas seisi ruangan kompak teriak, "Jangan kau tolak dan buatku hancur, ku tak akan mengulang tuk meminta!" dengan penuh penghayatan.

Kesimpulannya, kembalinya tren lagu-lagu jadul di tahun 2026 ini membuktikan satu hal: kualitas nggak pernah bohong. Musik bukan cuma soal teknologi atau tren sesaat, tapi soal koneksi emosional. Lagu-lagu di atas berhasil melintasi waktu karena mereka punya cerita yang relate, melodi yang nempel di kepala, dan jiwa yang sulit ditemukan di lagu buatan mesin. Jadi, jangan heran kalau nanti kamu liat adikmu atau keponakanmu malah lebih hafal lagu-lagu zaman kamu sekolah dulu daripada lagu yang baru rilis minggu depan.