Mitos atau Fakta: Dilema Mandi Tengah Malam bagi Kaum Budak Korporat
Liaa - Friday, 20 February 2026 | 10:20 PM


Mitos atau Fakta: Dilema Mandi Tengah Malam bagi Kaum Budak Korporat
Pernah nggak sih lo balik kerja jam 11 malam, badan udah lengket kayak perangko kena lem aibon, tapi pas mau melipir ke kamar mandi tiba-tiba teringat omongan nyokap? "Jangan mandi malam-malam, nanti paru-paru basah!" atau "Hati-hati, entar tua-tua kena rematik lho." Kalimat-kalimat sakti itu biasanya sukses bikin kita bimbang antara pengen bersih atau takut mati muda. Akhirnya, kita cuma bisa pasrah, ganti baju, terus tidur dengan perasaan nggak karuan karena badan kerasa dekil maksimal.
Fenomena mandi tengah malam di Indonesia emang udah jadi perdebatan turun-temurun. Di satu sisi, buat anak muda urban yang jadwalnya lebih padat dari jadwal kampanye pilkada, mandi malam itu adalah satu-satunya momen me-time yang hakiki. Bayangin, guyuran air dingin atau hangat setelah seharian bergelut dengan polusi Jakarta dan tekanan bos yang hobi revisi di menit terakhir. Rasanya tuh kayak dosa-dosa hari itu luruh seketika. Tapi di sisi lain, bayang-bayang penyakit kronis selalu menghantui di balik pintu kamar mandi.
Rematik: Musuh Bebuyutan yang Sering Salah Alamat
Mari kita bedah satu-satu mitos paling populer: Mandi malam bikin rematik. Jujurly, ini adalah salah satu miskonsepsi paling awet dalam sejarah medis Indonesia. Secara ilmiah, mandi malam itu nggak secara langsung "menciptakan" penyakit rematik. Rematik itu biasanya disebabkan oleh gangguan autoimun atau peradangan sendi yang nggak ada hubungannya sama gayung dan sabun cair lo.
Tapi—nah, ada tapinya nih—suhu air yang terlalu dingin di malam hari emang bisa bikin persendian lo yang emang udah bermasalah jadi makin nyeri. Air dingin bikin kapsul sendi mengerut, dan itulah yang bikin rasa sakitnya makin menjadi-jadi. Jadi, kalau lo masih muda, sehat walafiat, dan nggak punya riwayat nyeri sendi, mandi malam sebenernya aman-aman aja. Tapi kalau lo udah mulai ngerasa bunyi "krak-kruk" tiap kali bangun dari sujud, ya mungkin ada baiknya lo mulai mikirin buat pakai air hangat atau sekadar lap-lap badan aja pakai tisu basah bayi.
Horor Paru-Paru Basah
Selanjutnya, ada "Paru-paru Basah". Istilah ini kalau di dunia medis aslinya merujuk ke efusi pleura atau pneumonia. Banyak orang tua kita yang percaya kalau air yang masuk ke pori-pori saat mandi malam bisa langsung nembus ke paru-paru. Padahal, tubuh kita nggak bocor kayak genteng rumah kontrakan murah, kawan. Kulit kita itu tameng yang luar biasa kuat.
Penyebab utama paru-paru basah itu ya infeksi bakteri, virus, atau jamur. Mandi malam bisa jadi bahaya kalau lo mandinya di tempat terbuka saat cuaca lagi ekstrem, yang bikin suhu tubuh lo turun drastis alias hipotermia ringan. Saat tubuh kedinginan hebat, sistem imun kita drop. Nah, pas imun lagi loyo itulah virus dan bakteri lebih gampang masuk. Jadi, mandi malam bukan penyebab langsung, tapi dia bisa jadi "pembuka jalan" kalau kondisi fisik lo emang lagi nggak fit atau lagi kecapekan banget.
Risiko Metabolisme dan Penuaan Dini
Selain soal paru-paru dan sendi, ada juga bahaya yang jarang dibahas: gangguan metabolisme. Malam hari itu waktu bagi tubuh buat shutdown dan istirahat. Suhu tubuh kita secara alami bakal sedikit turun buat mempersiapkan tidur yang berkualitas. Kalau tiba-tiba lo siram pakai air dingin yang suhunya kontras banget, tubuh bakal kaget alias stres. Jantung lo dipaksa kerja keras buat memompa darah supaya suhu tubuh balik normal.
Beberapa penelitian ringan juga menyebutkan kalau sering mandi malam dengan air dingin yang ekstrem bisa memicu penuaan dini pada kulit bagi sebagian orang, karena stres oksidatif. Tapi ya, ini masih bisa didebat sih. Toh, banyak orang yang malah merasa lebih segar dan tidurnya lebih nyenyak setelah mandi air hangat sebelum tidur. Kuncinya ada di suhu air dan kondisi badan lo saat itu.
Tips Mandi Malam Tanpa Perlu Was-Was
Kalau lo emang tipe orang yang nggak bisa tidur kalau belum mandi, tenang aja, dunia belum berakhir. Ada beberapa tips biar ritual mandi malam lo tetap aman dan nggak berakhir di IGD:
- Gunakan Air Hangat: Ini adalah jalan ninja paling aman. Air hangat membantu merelaksasi otot yang tegang dan nggak bikin tubuh lo kaget karena suhu yang ekstrem.
- Jangan Terlalu Lama: Mandi malam bukan saatnya lo konser satu album Taylor Swift di bawah shower. Cukup 5-10 menit, yang penting bersih. Semakin lama lo terpapar air malam hari, semakin tinggi risiko suhu tubuh lo drop.
- Keringkan Badan Segera: Jangan biarkan badan basah kelamaan kena angin kipas angin atau AC. Langsung handukan, pakai baju yang nyaman, dan kalau perlu pakai kaus kaki kalau lo sensitif sama dingin.
- Kenali Kondisi Tubuh: Kalau lo lagi demam, meriang, atau capek banget sampai gemeteran, mending skip aja mandinya. Pakai waslap dengan air hangat udah cukup kok buat ngilangin rasa lengket.
Kesimpulan: Bijaklah dengan Badan Sendiri
Pada akhirnya, mandi malam itu nggak se-horor yang diceritain di grup WhatsApp keluarga, tapi juga bukan hal yang bisa diremehin gitu aja. Tubuh kita itu punya alarm sendiri. Kalau lo ngerasa menggigil hebat atau dada sesak pas mandi malam, ya itu artinya badan lo lagi protes. Jangan dipaksa cuma demi konten "malam-malam tetap segar".
Kita hidup di zaman yang serba cepat, di mana waktu buat istirahat makin sempit. Mandi malam emang kadang jadi kebutuhan daripada pilihan. Selama lo pinter-pinter ngatur suhu air dan nggak memaksakan diri pas lagi sakit, mandi malam nggak bakal bikin lo langsung kena rematik atau paru-paru basah besok paginya. Jadi, buat lo yang baru sampai rumah dan pengen ngerasain air menyentuh kulit, silakan aja. Yang penting, setelah mandi jangan langsung nangkring di depan kipas angin sambil makan es krim ya. Itu mah nyari penyakit namanya!
Next News

Bukan Cuma Asap yang Lewat, Tapi Racun yang Mengendap
30 minutes ago

Dari Jerman Hingga Jadi Minuman 'Paling Jujur' di Lidah Kita
40 minutes ago

Ritual Dengerin Musik Sebelum Tidur: Antara Healing, Overthinking, dan Rahasia Tidur Nyenyak
an hour ago

Dilema Kulit Tepi Kuku yang Mengelupas: Dari Gemas Jadi Perih, Kok Bisa Sih?
an hour ago

Healing Tipis-tipis Tanpa Bikin Kantong Nangis
an hour ago

Labu Kuning, Si Oranye yang Sering Dianaktirikan padahal Punya Spek Dewa
an hour ago

Kuku Berubah Warna dan Bergaris, Tanda Apa?
13 hours ago

Sejarah Uang Rupiah: Dari ORI hingga Era Digital
13 hours ago

Anemia vs Darah Rendah: Jangan Sampai Tertukar
13 hours ago

Otak Terasa Lemot? Ini Penyebabnya!
13 hours ago





