Sabtu, 21 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Minuman Kekinian: Segar di Mulut, Tapi Diam-Diam Berisiko?

RAU - Saturday, 21 March 2026 | 08:53 AM

Background
Minuman Kekinian: Segar di Mulut, Tapi Diam-Diam Berisiko?

Minuman kekinian seperti boba, kopi susu, dan minuman manis lainnya kini menjadi bagian dari gaya hidup.

Di Indonesia, tren ini berkembang pesat—dari remaja hingga dewasa.

Namun di balik tampilannya yang menarik, ada hal yang sering luput dari perhatian: kandungan gula dan kalori.

*1. Berapa Banyak Gula di Dalamnya?*

Satu gelas minuman kekinian bisa mengandung:



•30–60 gram gula

Sebagai perbandingan:

rekomendasi World Health Organization sekitar 25 gram/hari

Artinya:

satu minuman bisa lebih dari kebutuhan harian



*2. Fakta yang Jarang Disadari*

•Gula cair lebih cepat diserap tubuh

•Tidak membuat kenyang

•Mudah dikonsumsi berulang

Akibatnya:



•kalori masuk tanpa terasa

*3. Dampak Jangka Panjang*

Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko:

•Obesitas

•Diabetes



•Gangguan metabolisme

•Karies gigi

Dalam kajian Ilmu Gizi, minuman manis menjadi salah satu penyumbang kalori terbesar.

*4. Kenapa Tetap Populer?*

Rasa manis memicu rasa "senang"



Tren sosial & media yang mudah diakses.

*5. Apakah Harus Dihindari?*

Tidak harus sepenuhnya dihindari, tapi perlu:

•Mengurangi frekuensi

•Memilih less sugar



•Tidak dijadikan kebiasaan harian

Minuman kekinian bukan masalah jika sesekali.

Namun jika menjadi kebiasaan, dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang terlihat.