Mengenal Natto, Kedelai Fermentasi Jepang yang Berlendir dan Kaya Nutrisi
Tata - Wednesday, 19 August 2026 | 06:50 PM


Mengenal Natto: Makanan "Bau Kaos Kaki" dari Jepang yang Bikin Panjang Umur
Kalau kamu sering main TikTok atau Instagram, pasti setidaknya sekali pernah lewat di fyp kamu video orang lagi ngaduk-ngaduk kacang berlendir yang baunya katanya nggak karu-karuan. Ya, itu dia natto. Kuliner khas Jepang yang satu ini memang punya reputasi yang luar biasa polarisasi: kalau nggak suka banget, ya benci banget. Nggak ada jalan tengah. Ibarat duren buat orang luar negeri, natto adalah tantangan adrenalin buat lidah banyak orang di luar Jepang.
Secara visual, natto memang nggak fotogenik. Bentuknya kacang kedelai kecil-kecil, tapi ketika ditarik dengan sumpit, bakal muncul benang-benang lendir putih yang lengketnya minta ampun. Baunya? Nah, ini dia bagian paling seru. Ada yang bilang baunya kayak kaos kaki yang lupa dicuci seminggu, ada yang bilang mirip keju basi, atau bahkan bau menyengat yang bikin hidung langsung auto-tutup. Tapi, di balik segala "keanehan" sensoriknya, natto punya tempat spesial di hati masyarakat Jepang dan para pemburu gaya hidup sehat.
Sejarah yang Nggak Sengaja: Dari Kantong Jerami ke Meja Makan
Lucunya, penemuan natto ini konon katanya terjadi karena ketidaksengajaan yang sangat berfaedah. Ada legenda populer yang menyebutkan bahwa pada zaman dulu, sekitar abad ke-11, seorang samurai bernama Minamoto no Yoshiie sedang dalam perjalanan perang. Mereka membawa kedelai rebus sebagai pakan kuda yang disimpan dalam kantong jerami padi.
Karena cuaca yang hangat dan lembap, kedelai itu terfermentasi secara alami oleh bakteri Bacillus subtilis yang memang hidup di jerami. Pas kantongnya dibuka, kedelainya sudah berubah jadi lengket dan berbau tajam. Bukannya dibuang, para prajurit malah mencicipinya dan ternyata enak! Dari situlah natto mulai dikenal. Kalau dipikir-pikir, hebat juga ya nyali orang zaman dulu, makanan berlendir gitu tetap dicoba bukannya langsung dibuang ke tempat sampah.
Kenapa Sih Harus Berlendir?
Lendir yang bikin banyak orang geli itu sebenarnya adalah kunci dari kenikmatan natto. Dalam bahasa Jepang, tekstur ini disebut neba-neba. Semakin sering kamu aduk, lendirnya bakal makin banyak dan teksturnya makin "creamy". Biasanya, orang Jepang punya aturan tak tertulis buat ngaduk natto sebanyak puluhan bahkan ratusan kali sebelum dimakan. Katanya sih, semakin banyak diaduk, rasanya makin keluar dan teksturnya jadi lebih lembut di mulut.
Lendir ini sebenarnya mengandung polimer asam glutamat yang dihasilkan selama proses fermentasi. Buat kamu yang belum terbiasa, rahasia makan natto supaya nggak berantakan adalah dengan melakukan gerakan memutar kecil di ujung sumpit buat "memutus" benang-benang lendir itu supaya nggak nempel ke mana-mana, apalagi sampai ke baju atau dagu.
Rahasia Panjang Umur Orang Jepang
Jangan salah kaprah, orang Jepang nggak makan natto cuma buat gaya-gayaan atau sekadar tantangan media sosial. Alasan utamanya adalah kesehatan. Jepang dikenal sebagai negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi di dunia, dan natto sering disebut sebagai salah satu "superfood" rahasia mereka.
- Nattokinase: Ini adalah enzim super yang cuma ada di natto. Fungsinya gokil banget, bisa membantu mengencerkan darah dan mencegah penggumpalan darah. Itulah kenapa natto dipercaya bagus banget buat kesehatan jantung dan mencegah stroke.
- Vitamin K2: Natto adalah salah satu sumber alami Vitamin K2 paling tinggi di dunia. Vitamin ini penting banget buat kesehatan tulang dan gigi. Jadi, kalau mau tulang kuat sampai tua, natto bisa jadi pilihan daripada sekadar minum suplemen kimia.
- Probiotik: Karena ini makanan fermentasi, natto penuh dengan bakteri baik yang bikin pencernaan kamu lancar jaya. Perut kembung atau sembelit biasanya bakal minder kalau kamu rutin makan ini.
Jujurly, melihat daftar nutrisinya, bau kaos kaki itu jadi terasa sepadan, kan? Ibarat obat, makin pahit biasanya makin manjur. Nah, natto ini ibarat obat yang teksturnya aja yang agak menantang.
Cara Makan yang Benar Biar Nggak "Zonk"
Kalau kamu baru mau coba natto buat pertama kalinya, jangan langsung makan polos gitu aja. Itu namanya cari penyakit buat selera makan kamu. Di dalam kemasan natto yang biasa dibeli di supermarket, biasanya sudah ada dua bumbu sakti: saus tare (kecap asin manis) dan karashi (mustard Jepang yang pedasnya nendang ke hidung).
Cara paling klasik adalah dimakan bareng nasi putih hangat. Uap dari nasi hangat bakal bikin aroma natto makin keluar (eh, ini bisa jadi hal bagus atau buruk tergantung kamu, sih). Kamu juga bisa nambahin topping kayak irisan daun bawang, telur mentah (kalau berani), atau potongan kimchi buat menyeimbangkan rasa gurih fermentasinya. Beberapa orang bahkan suka mencampurnya ke dalam Indomie atau dijadikan isian roti panggang. Kedengarannya sekte sesat? Mungkin. Tapi siapa tahu cocok di lidah kamu.
Sebuah Pengalaman Rasa yang Personal
Pada akhirnya, natto bukan cuma soal rasa, tapi soal kebiasaan. Buat banyak orang Indonesia, mungkin sensasinya mirip kayak pertama kali kita nyoba keju biru (blue cheese) atau orang luar negeri yang baru pertama nyium bau terasi. Awalnya aneh, lama-lama nagih. Ada kepuasan tersendiri pas kita berhasil "menaklukkan" makanan yang dianggap ekstrem oleh orang lain.
Kalau ditanya rasanya kayak apa, natto itu sebenarnya punya rasa umami yang dalam. Ada sedikit rasa kacang yang gurih, sedikit pahit di ujung, dan sensasi licin yang unik. Kalau kamu tipe orang yang suka bereksperimen dengan makanan unik, natto wajib masuk daftar kuliner yang harus kamu coba minimal sekali seumur hidup. Siapa tahu, setelah mencoba, kamu malah jadi tim pecinta natto dan mendadak merasa lebih sehat lahir batin. Jadi, berani coba tantangan lendir ini?
Next News

Sosis dan Nugget: Praktis dan Lezat, Tapi Apa Risikonya Jika Terlalu Sering Dikonsumsi?
in 5 hours

Mengenal Isi Lilin: Dari Parafin, Soy Wax, hingga Lilin Lebah
in 4 hours

Suplemen Pemutih Kulit: Benarkah Bisa Mencerahkan atau Justru Berisiko bagi Kesehatan?
in 4 hours

Dari Air Laut hingga Meja Makan: Begini Proses Pembuatan Garam
in 4 hours

Cara Merawat Rambut Panjang agar Tetap Sehat, Tidak Mudah Kusut, dan Tidak Kering
in 4 hours

Jus Jambu Biji, Minuman Segar Kaya Vitamin C yang Punya Banyak Manfaat
in 4 hours

Mengenal Laut Mati: Danau Asin yang Membuat Tubuh Mudah Mengapung
in 4 hours

Laut Merah Ada di Mana? Mengenal Letak, Sejarah, dan Fakta Menariknya
in 4 hours

Apa yang Membuat Kuah Bakso Terasa Gurih?
an hour ago

Cara Menyimpan Bakso agar Tetap Layak dan Berkualitas
an hour ago





