Rabu, 14 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Fobia Lubang Kecil yang Bisa Memicu Rasa Jijik atau Tidak Nyaman

Laila - Wednesday, 14 October 2026 | 09:27 AM

Background
Mengenal Fobia Lubang Kecil yang Bisa Memicu Rasa Jijik atau Tidak Nyaman

Pernahkah Anda merasa merinding ketika melihat kumpulan lubang kecil pada permukaan benda, seperti sarang lebah, biji teratai, spons, atau pola tertentu pada kulit? Bagi sebagian orang, pemandangan tersebut mungkin terlihat biasa saja. Namun, bagi orang lain, pola lubang yang berdekatan dapat menimbulkan rasa jijik, geli, cemas, hingga keinginan untuk segera mengalihkan pandangan.

Reaksi tersebut dikenal dengan istilah trypophobia. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan rasa takut, jijik, atau tidak nyaman ketika melihat kumpulan lubang kecil atau pola berulang yang menyerupainya. Respons setiap orang dapat berbeda, mulai dari perasaan geli ringan hingga ketidaknyamanan yang cukup kuat.

Meskipun menggunakan istilah fobia, trypophobia tidak secara resmi diklasifikasikan sebagai gangguan mental tersendiri dalam sistem diagnosis utama. Meski begitu, reaksi yang dialami seseorang tetap nyata dan dapat memengaruhi kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Trypophobia?

Trypophobia berasal dari kata Yunani trypa yang berarti lubang dan phobos yang berarti ketakutan. Istilah ini merujuk pada reaksi emosional ketika seseorang melihat pola lubang kecil yang berkumpul dalam suatu permukaan.



Pemicu trypophobia tidak selalu berupa lubang sungguhan. Pola berbentuk lingkaran kecil, tonjolan berulang, atau gambar dengan susunan tertentu juga dapat menimbulkan reaksi serupa.

Beberapa objek yang berpotensi memicu ketidaknyamanan antara lain sarang lebah, permukaan biji teratai, spons berpori, gelembung yang berkumpul, serta gambar dengan pola lubang yang rapat. Namun, tidak semua orang akan memberikan respons yang sama terhadap objek tersebut.

Pada sebagian orang, reaksi muncul hanya sesaat dan menghilang setelah pandangan dialihkan. Sementara itu, orang lain mungkin mengalami rasa jijik yang kuat, merinding, mual, atau kecemasan ketika terpapar gambar pemicu.

Mengapa Kumpulan Lubang Kecil Bisa Memicu Rasa Jijik?

Hingga kini, penyebab pasti trypophobia belum sepenuhnya dipahami. Namun, terdapat beberapa penjelasan ilmiah yang membantu menggambarkan mengapa pola lubang tertentu dapat memicu respons emosional.



Salah satu dugaan menyebutkan bahwa otak manusia cenderung lebih waspada terhadap pola visual yang menyerupai tanda bahaya. Beberapa pola berkelompok memiliki karakteristik visual yang juga ditemukan pada organisme atau kondisi yang berpotensi berbahaya.

Sebagai contoh, pola tertentu dapat mengingatkan seseorang secara tidak sadar pada hewan berbisa, organisme beracun, atau permukaan kulit yang mengalami gangguan. Otak kemudian dapat memunculkan respons penolakan atau kewaspadaan, meskipun objek yang dilihat sebenarnya tidak berbahaya.

Penjelasan lainnya berkaitan dengan karakteristik visual. Kumpulan lingkaran kecil yang rapat dapat memiliki kontras dan pola spasial tertentu yang terasa tidak menyenangkan bagi sebagian orang ketika diproses oleh sistem penglihatan.

Namun, berbagai penjelasan tersebut masih merupakan hipotesis ilmiah. Belum ada satu teori yang dapat menjelaskan seluruh kasus trypophobia secara pasti.

Apa Saja Gejala Trypophobia?



Gejala trypophobia dapat berbeda-beda, bergantung pada tingkat sensitivitas seseorang dan jenis pola yang dilihat. Beberapa orang hanya merasa tidak nyaman, sedangkan sebagian lainnya mengalami reaksi fisik dan emosional yang lebih kuat.

Berikut beberapa reaksi yang dapat muncul:

  1. Rasa jijik atau geli. Seseorang merasa sangat tidak nyaman ketika melihat kumpulan lubang kecil dan ingin segera mengalihkan pandangan.
  2. Merinding. Pola visual tertentu dapat memicu sensasi merinding atau perasaan seolah-olah ada sesuatu yang merayap di kulit.
  3. Mual atau pusing. Pada sebagian orang, paparan gambar pemicu dapat disertai rasa mual, pening, atau sensasi tubuh yang tidak nyaman.
  4. Kecemasan. Seseorang mungkin merasa gelisah, tegang, atau takut ketika melihat objek dengan pola tertentu.
  5. Jantung berdebar. Jika respons emosional cukup kuat, tubuh dapat menunjukkan reaksi seperti peningkatan detak jantung atau keringat berlebih.

Tidak semua orang yang merasa jijik saat melihat lubang kecil mengalami gangguan fobia. Respons tersebut perlu dipahami berdasarkan intensitas, frekuensi, dan pengaruhnya terhadap aktivitas sehari-hari.

Apakah Trypophobia Berbahaya bagi Kesehatan?

Dalam banyak kasus, trypophobia hanya menimbulkan ketidaknyamanan sementara dan tidak menyebabkan masalah kesehatan serius. Reaksi biasanya mereda setelah seseorang berhenti melihat gambar atau menjauh dari objek yang memicu perasaan tersebut.



Namun, jika respons yang muncul sangat kuat, seseorang mungkin menghindari situasi tertentu atau merasa terganggu ketika berhadapan dengan gambar yang tidak sengaja muncul di layar ponsel maupun media sosial.

Ketidaknyamanan yang berulang juga dapat menimbulkan kecemasan antisipatif, yaitu rasa khawatir sebelum bertemu dengan objek pemicu. Meski demikian, tingkat dampak ini tidak sama pada setiap orang.

Apabila reaksi tersebut sampai mengganggu pekerjaan, aktivitas sosial, atau kualitas hidup, berkonsultasi dengan psikolog dapat membantu mengidentifikasi masalah dan menentukan cara penanganan yang sesuai.

Bagaimana Cara Mengurangi Reaksi terhadap Trypophobia?

Penanganan trypophobia bergantung pada tingkat ketidaknyamanan yang dialami. Jika reaksinya ringan, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi gangguan.



1. Mengalihkan Pandangan dari Pemicu

Ketika melihat pola yang menimbulkan rasa tidak nyaman, seseorang dapat mengalihkan pandangan atau menutup gambar tersebut. Langkah ini dapat membantu menenangkan respons awal dan memberi waktu bagi tubuh untuk kembali rileks.

2. Mengatur Napas secara Perlahan

Jika muncul rasa tegang atau cemas, cobalah bernapas secara perlahan dan teratur. Perhatian dapat diarahkan pada sensasi napas atau benda-benda di sekitar yang terasa netral dan menenangkan.

3. Mengenali Pola yang Memicu Reaksi



Memahami jenis gambar atau objek yang menimbulkan ketidaknyamanan dapat membantu seseorang mengantisipasi situasi tertentu. Misalnya, mengatur penyaringan konten pada media sosial jika gambar pemicu sering muncul secara tidak terduga.

4. Mempertimbangkan Bantuan Profesional

Jika ketakutan atau rasa jijik sangat mengganggu, psikolog dapat membantu mengevaluasi respons tersebut. Pendekatan psikologis, termasuk terapi perilaku kognitif, dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.

Paparan bertahap terhadap pemicu terkadang digunakan dalam penanganan ketakutan tertentu, tetapi sebaiknya dilakukan dengan panduan profesional jika reaksinya berat. Memaksa diri melihat gambar yang sangat mengganggu tanpa persiapan bukanlah keharusan.

Kesimpulan



Trypophobia merupakan istilah untuk menggambarkan rasa jijik, takut, atau tidak nyaman ketika melihat kumpulan lubang kecil atau pola berulang yang menyerupainya. Reaksi ini dapat disertai merinding, mual, kecemasan, hingga jantung berdebar, meskipun tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang.

Penyebab pastinya masih diteliti dan belum ada satu penjelasan yang berlaku untuk semua kasus. Jika reaksi hanya muncul sesekali, mengalihkan pandangan dapat membantu. Namun, apabila ketidaknyamanan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari, bantuan profesional dapat menjadi pilihan untuk mengelolanya.