Jumat, 5 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Dengke Naniura, 'Sashimi' Khas Batak

Liaa - Friday, 05 June 2026 | 02:08 AM

Background
Mengenal Dengke Naniura, 'Sashimi' Khas Batak

Dengke Naniura (atau Dekke Naniura) adalah hidangan tradisional masyarakat Batak Toba dari wilayah Tapanuli, Sumatera Utara. Makanan ini sering dijuluki "sashimi khas Batak" karena menggunakan ikan yang tidak dimasak dengan api, melainkan "dimatangkan" melalui proses pengasaman menggunakan jeruk jungga dan aneka rempah khas Batak.

Berbeda dengan sashimi Jepang yang biasanya disajikan sederhana, Naniura kaya akan bumbu seperti andaliman (sering disebut merica Batak), bawang, cabai, kunyit, jahe, dan jeruk jungga. Asam dari jeruk mengubah tekstur protein ikan sehingga daging menjadi lebih lembut dan siap disantap tanpa proses pemanasan.

Sejarah dan Makna Budaya

Dahulu, Naniura bukan makanan sehari-hari. Hidangan ini dianggap istimewa dan sering disajikan untuk raja-raja Batak atau tamu kehormatan dalam acara adat. Karena statusnya yang tinggi, hanya juru masak tertentu yang dipercaya untuk mengolahnya.

Ikan yang Digunakan



Secara tradisional, Naniura dibuat dari ikan air tawar, terutama ikan mas (dengke mas). Dalam beberapa variasi modern, masyarakat juga menggunakan ikan nila atau jenis ikan air tawar lainnya, asalkan sangat segar.

Cita Rasa yang Unik

Rasanya memadukan:

Asam segar dari jeruk jungga.

Sensasi getir dan kebas khas andaliman.



Aroma rempah yang kuat.

Tekstur ikan yang lembut, mirip hidangan ceviche dari Amerika Latin.

Banyak penikmat kuliner menggambarkan Naniura sebagai perpaduan antara sashimi dan ceviche, tetapi dengan karakter rempah yang sangat khas Batak. Komentar-komentar pecinta kuliner juga sering menyoroti aroma andaliman dan hilangnya bau amis ikan berkat proses pengasaman.

Nilai Gizi

Karena berbahan dasar ikan, Naniura mengandung protein berkualitas tinggi, asam lemak omega-3, serta berbagai vitamin dan mineral. Rempah-rempah yang digunakan juga menyumbang senyawa antioksidan. Namun, seperti semua hidangan ikan mentah, keamanan pangan sangat bergantung pada kesegaran bahan dan kebersihan proses pengolahannya.



Naniura menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tradisi kuliner ikan mentah yang sudah berkembang jauh sebelum hidangan seperti sashimi menjadi populer. Bagi banyak orang Batak, makanan ini bukan sekadar kuliner, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang sarat sejarah dan identitas.

Tags