Rabu, 25 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengenal Bintang Laut, Makhluk Paling Freak dan Unik di Lautan

Liaa - Wednesday, 25 February 2026 | 09:20 AM

Background
Mengenal Bintang Laut, Makhluk Paling Freak dan Unik di Lautan

Bintang Laut: Si Patrick yang Ternyata Jauh Lebih Freak dari Bayangan Kita

Kalau kita bicara soal bintang laut, pikiran mayoritas orang pasti bakal langsung melayang ke Bikini Bottom. Sosok Patrick Star yang merah muda, agak telat mikir, dan hobi tidur di bawah batu sudah jadi representasi universal buat makhluk laut yang satu ini. Tapi, fyi aja nih, di dunia nyata, bintang laut itu nggak secupu dan se-lambat itu. Mereka ini sebenarnya adalah salah satu makhluk paling freak dalam artian keren yang pernah diciptakan alam semesta.

Bukan Ikan, Tapi "Kulit Berduri"

Pertama-tama, kita perlu meluruskan miskonsepsi bahasa. Dalam bahasa Inggris, mereka sering disebut starfish. Tapi jujur deh, nama itu menyesatkan banget. Bintang laut sama sekali bukan ikan. Mereka nggak punya insang, nggak punya sirip, dan cara berenangnya pun nol besar. Makanya, para ilmuwan sekarang lebih sreg manggil mereka dengan sebutan Sea Star.

Secara biologi, bintang laut masuk dalam kelompok Echinodermata. Masih satu silsilah sama bulu babi dan teripang. Kalau kamu pegang (tapi tolong jangan sembarangan pegang ya!), kulit mereka itu nggak licin kayak ikan, melainkan agak keras dan berduri halus. Struktur tubuhnya unik banget karena mereka nggak punya tulang belakang, tapi punya semacam rangka dalam yang kaku di bawah kulitnya.

Hidup Tanpa Otak dan Tanpa Darah: Gimana Ceritanya?

Ini bagian yang paling bikin "nge-bug". Bayangin hidup tanpa otak dan tanpa darah. Kedengarannya kayak zombie, kan? Tapi itulah realita bintang laut. Mereka nggak punya otak pusat yang mengatur segalanya. Alih-alih satu pusat komando, mereka punya sistem saraf kompleks yang tersebar di seluruh lengan mereka. Jadi, setiap lengan bisa dibilang punya "pikirannya" sendiri, tapi tetap bisa sinkron kalau mau pindah tempat. Efisien banget, kan?

Terus kalau nggak punya darah, gimana mereka menyalurkan nutrisi? Nah, alam punya cara yang lebih canggih. Bintang laut pakai sistem hidrolik. Mereka memompa air laut masuk ke dalam tubuhnya melalui lubang kecil yang disebut madreporit. Air laut inilah yang menggantikan fungsi darah buat menggerakkan ribuan kaki tabung (tube feet) di bagian bawah tubuh mereka. Jadi, kalau mereka lagi jalan, itu sebenarnya mereka lagi mainan tekanan air. Canggih banget, kayak teknologi suspensi mobil sport.



Makan dengan Cara "Muntah"

Kalau kamu merasa cara makanmu paling berantakan, tunggu sampai kamu tahu cara bintang laut makan. Ini adalah bagian yang paling horor sekaligus menakjubkan. Bintang laut itu karnivora, lho. Mereka suka makan kerang, tiram, sampai siput laut.

Masalahnya, kerang itu kan punya cangkang yang keras banget. Gimana cara bintang laut masukin kerang ke mulutnya yang kecil? Jawabannya: mereka nggak masukin kerang itu ke mulut, tapi mereka yang "ngeluarin" perut ke luar tubuh. Yap, kamu nggak salah baca. Bintang laut bakal menempel di cangkang mangsanya, menariknya sedikit sampai terbuka, lalu mereka bakal memuntahkan perutnya keluar melalui mulut, menyelubungi daging mangsanya, dan mencernanya langsung di luar tubuh. Setelah daging kerangnya jadi bubur, mereka tarik lagi perutnya masuk ke dalam. Benar-benar definisi makan yang nggak pakai ribet, tapi bikin mual kalau dilihat langsung.

Kemampuan Regenerasi: The Real Deadpool

Mungkin fakta ini yang paling populer, tapi tetap saja nggak masuk akal kalau dipikir-pikir. Kalau bintang laut kehilangan salah satu lengannya—entah karena digigit predator atau terjepit karang—mereka nggak bakal nangis bombay. Mereka tinggal tunggu waktu saja, dan lengan itu bakal tumbuh lagi. Proses ini namanya regenerasi.

Yang lebih gila lagi, pada beberapa spesies tertentu, satu lengan yang putus tadi—asalkan masih ada bagian dari pusat tubuhnya—bisa tumbuh jadi satu individu bintang laut baru yang utuh! Jadi, dari satu bintang laut yang "kecelakaan", malah bisa jadi dua bintang laut. Ini bukan sekadar sembuh dari luka, tapi ini kemampuan klonning alami yang bikin mereka hampir mustahil buat dimusnahkan cuma dengan dipotong-potong.

Punya Mata, Tapi Bukan di Kepala

Banyak yang mengira bintang laut itu buta karena nggak kelihatan ada mata di bagian tengah tubuhnya. Ternyata, mata mereka itu ada di ujung setiap lengannya. Bentuknya berupa bintik merah atau hitam yang disebut ocelli. Mata ini nggak bisa dipakai buat nonton Netflix atau melihat detail wajah kamu yang lagi kagum, tapi cukup sensitif buat mendeteksi cahaya dan bayangan. Ini membantu mereka buat tahu di mana posisi terumbu karang atau apakah ada predator yang lagi lewat di atas mereka.



Stop Angkat Bintang Laut Demi Konten!

Nah, sebelum artikel ini selesai, ada satu pesan penting buat kalian yang hobi traveling ke pantai. Sering banget kita lihat orang dengan bangganya ngangkat bintang laut ke permukaan, difoto-foto cantik buat feeds Instagram atau TikTok, lalu dibiarin gitu aja di pasir atau ditaruh di tempat yang nggak seharusnya. Please, stop doing that.

Mengangkat bintang laut keluar dari air itu sama saja kayak kita dicekik. Sistem pembuluh air mereka itu sensitif banget sama udara. Oksigen di luar air bisa masuk ke sistem hidrolik mereka dan menyebabkan penyumbatan yang fatal. Belum lagi paparan sinar matahari langsung dan zat kimia dari sunscreen atau lotion di tangan kita yang bisa meracuni mereka. Bintang laut itu makhluk yang sangat sensitif, bukan properti foto gratisan.

Kesimpulannya, bintang laut adalah bukti kalau alam semesta itu penuh kejutan. Mereka nggak butuh otak buat bisa bertahan hidup selama jutaan tahun, nggak butuh darah buat bergerak, dan punya cara makan yang bisa bikin penulis skenario film horor terinspirasi. Jadi, kalau nanti kamu ketemu bintang laut di pantai, cukup dilihat, dikagumi dari jauh, atau difoto tanpa harus menyentuhnya. Biarkan si "Patrick" ini tetap santuy di habitat aslinya, karena mereka jauh lebih keren saat mereka hidup dan sehat di bawah laut sana.

Tags