Mengapa Waktu Terasa Lebih Lama Saat Kecil dan Lebih Cepat Saat Dewasa? Ini Penjelasan Psikologinya
Laila - Friday, 12 June 2026 | 01:57 PM


Mengapa Waktu Terasa Lebih Lama Saat Kecil dan Lebih Cepat Saat Dewasa? Ini Penjelasan Psikologinya
Banyak orang pernah merasakan bahwa masa kecil seolah berlangsung sangat lama. Liburan sekolah terasa panjang, menunggu ulang tahun berikutnya terasa seperti selamanya, dan satu tahun tampak begitu panjang untuk dijalani.
Namun ketika beranjak dewasa, perasaan itu berubah. Minggu berganti bulan tanpa terasa, tahun demi tahun berlalu begitu cepat, bahkan banyak orang merasa baru saja memasuki awal tahun padahal sudah mendekati akhir tahun.
Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?
Otak Menyukai Pengalaman Baru
Saat masih kecil, hampir semua hal yang dialami merupakan pengalaman baru. Hari pertama sekolah, belajar bersepeda, bertemu teman baru, atau mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya.
Karena pengalaman tersebut baru dan menarik, otak bekerja lebih aktif untuk merekam detail-detailnya. Akibatnya, memori yang terbentuk menjadi lebih banyak dan lebih kaya.
Ketika kita mengingat kembali masa kecil, banyaknya kenangan yang tersimpan membuat periode tersebut terasa panjang.
Saat Dewasa, Hidup Cenderung Menjadi Rutinitas
Memasuki usia dewasa, banyak aktivitas berubah menjadi rutinitas. Bangun pagi, bekerja, pulang, beristirahat, lalu mengulang pola yang sama keesokan harinya.
Karena aktivitas yang dilakukan relatif mirip dari hari ke hari, otak tidak perlu memberikan perhatian khusus seperti saat menghadapi pengalaman baru. Akibatnya, lebih sedikit memori unik yang terbentuk.
Ketika melihat ke belakang, otak menemukan lebih sedikit "penanda" kenangan, sehingga periode waktu tersebut terasa berlalu lebih cepat.
Bukan Karena Otak Benar-Benar Bosan
Sering kali orang mengatakan bahwa waktu terasa cepat karena otak sudah bosan. Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya tepat.
Yang terjadi sebenarnya adalah otak menjadi lebih efisien dalam memproses aktivitas yang sudah familiar. Saat sesuatu dilakukan berulang kali, otak tidak perlu bekerja sekeras ketika menghadapi hal baru.
Akibatnya, hari-hari yang penuh rutinitas terasa lebih singkat dibandingkan hari-hari yang dipenuhi pengalaman baru dan menantang.
Teori Proporsi Waktu
Beberapa psikolog juga menjelaskan fenomena ini melalui teori proporsi waktu. Bagi anak berusia 10 tahun, satu tahun adalah sekitar 10 persen dari seluruh hidupnya. Namun bagi seseorang yang berusia 50 tahun, satu tahun hanya sekitar 2 persen dari keseluruhan pengalaman hidupnya.
Karena proporsinya semakin kecil, waktu cenderung terasa berlalu lebih cepat seiring bertambahnya usia.
Cara Membuat Waktu Terasa Lebih "Panjang"
Menariknya, banyak penelitian menunjukkan bahwa mencoba hal-hal baru dapat membantu memperkaya pengalaman dan membuat hidup terasa lebih berkesan. Misalnya:
- Mempelajari keterampilan baru.
- Mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi.
- Membaca buku dengan topik yang berbeda.
- Bertemu orang-orang baru.
- Menjalani hobi yang menantang.
Semakin banyak pengalaman baru yang direkam otak, semakin kaya pula kenangan yang terbentuk.
Kesimpulan
Alasan masa kecil terasa lebih lama bukan karena waktu berjalan lebih lambat, melainkan karena otak dipenuhi pengalaman baru yang membentuk banyak kenangan. Sebaliknya, saat dewasa, rutinitas yang berulang membuat otak merekam lebih sedikit detail sehingga waktu terasa berlalu lebih cepat.
Jadi, jika akhir-akhir ini Anda merasa waktu berjalan terlalu cepat, mungkin bukan karena jam yang bergerak lebih kencang, melainkan karena otak Anda membutuhkan lebih banyak pengalaman baru untuk direkam dan dikenang.
Next News

Kenapa Laut Tidak Pernah Penuh Padahal Terus Kehujanan? Ini Penjelasan Sainsnya
in 7 hours

Kenapa Indonesia Tidak Kebagian Salju? Ternyata Ini Alasannya
in 7 hours

Tembiluk, Makanan Ekstrem yang Dijuluki Punya "Seribu Manfaat" Description
in 6 hours

Manusia Albino Bukan Penyakit, Melainkan Kondisi Genetik yang Langka
in 6 hours

Sudah Ngopi Kok Masih Ngantuk? Ternyata Ini Penyebabnya!
in 6 hours

Mengapa Tubuh Perlu Bersentuhan Langsung dengan Tanah atau Rumput? Ini Penjelasannya
in 5 hours

Mengapa Kapal Laut yang Beratnya Ribuan Ton Bisa Tetap Mengapung? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Fakta Menakjubkan! Otak Manusia Mampu Mengenali Lebih dari 10.000 Wajah
in 5 hours

Tahukah Anda? Mata Sebenarnya Selalu Melihat Hidung, tetapi Otak Memilih Mengabaikannya
in 5 hours

Fakta Menarik! Tubuh Manusia Bisa Memproduksi Hingga 3 Liter Air Liur Setiap Hari
in 5 hours





