Senin, 31 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Ular Laut Tidak Mudah Tenggelam? Ini Rahasia Adaptasinya di Dalam Air

Tata - Monday, 31 August 2026 | 01:35 PM

Background
Mengapa Ular Laut Tidak Mudah Tenggelam? Ini Rahasia Adaptasinya di Dalam Air

Mengapa Ular Laut Tidak Mudah Tenggelam? Rahasia Si Pelaut yang Lebih Jago Berenang daripada Kita

Bayangkan kamu lagi asyik snorkeling di perairan jernih, menikmati terumbu karang yang warna-warni, lalu tiba-tiba ada sesuatu yang meliuk-liuk panjang di depan mata. Bukan, itu bukan kabel bawah laut yang putus, dan bukan juga belut listrik yang lagi nyasar. Itu adalah ular laut. Buat sebagian orang, melihat ular di darat saja sudah cukup bikin lutut lemas, apalagi kalau ketemu di dalam air. Rasanya ingin cepat-cepat naik ke kapal dan minta pulang.

Tapi, pernah nggak sih kamu kepikiran, kok bisa ya ular laut betah banget di air tanpa takut tenggelam atau kehabisan napas? Padahal, kalau kita perhatikan, mereka itu kan reptil, bukan ikan. Mereka nggak punya insang buat bernapas di dalam air. Secara logika, harusnya mereka repot banget bolak-balik ke permukaan cuma buat ambil napas, atau malah risiko tenggelam kalau kelamaan menyelam. Nyatanya, ular laut adalah salah satu perenang paling efisien di dunia. Mereka punya "peralatan" canggih di tubuhnya yang bikin mereka tetap mengapung dan lincah di bawah sana.

Mari kita bedah rahasianya satu per satu dengan santai, biar kita tahu kalau ular laut itu sebenarnya punya teknologi biologis yang jauh lebih keren daripada pelampung atau tabung oksigen mahal yang kita pakai.

Paru-Paru yang Panjangnya Nggak Masuk Akal

Rahasia pertama kenapa ular laut nggak mudah tenggelam terletak pada anatomi paru-parunya. Berbeda dengan kita manusia yang punya sepasang paru-paru simetris di dada, ular laut punya desain interior tubuh yang agak nyeleneh. Mereka punya satu paru-paru yang sangat panjang, bahkan hampir mencapai ujung ekornya. Bagian depan paru-paru ini berfungsi untuk pertukaran gas (napas biasa), tapi bagian belakangnya lebih mirip kantong udara atau tangki cadangan.

Paru-paru yang memanjang ini berfungsi ganda sebagai pelampung internal atau alat pengatur daya apung (buoyancy). Jadi, kalau ular laut mau menyelam lebih dalam, mereka tinggal menyesuaikan jumlah udara di dalamnya. Kalau mau mengapung santai di permukaan, ya tinggal diisi penuh. Ibaratnya, mereka punya *life vest* permanen di dalam perut. Inilah alasan kenapa mereka bisa terlihat sangat rileks saat melayang-layang di tengah laut tanpa harus terus-menerus menggerakkan badannya dengan heboh.



Bernapas Lewat Kulit, Kok Bisa?

Ini adalah bagian yang menurut saya paling curang tapi juga paling keren. Meskipun punya paru-paru, ular laut nggak cuma mengandalkan hidung buat dapat oksigen. Mereka punya kemampuan yang disebut respirasi kutaneus. Singkatnya, mereka bisa menyerap oksigen langsung dari air laut lewat kulit mereka. Sekitar 25 hingga 30 persen kebutuhan oksigen mereka bisa terpenuhi lewat cara ini.

Bayangkan kalau kita bisa kayak gitu. Lagi asyik diving, eh tabung oksigen habis, tinggal "napas" lewat pori-pori kulit. Sayangnya, kita cuma bisa keringatan, bukan serap oksigen. Kemampuan unik ular laut ini bikin mereka bisa bertahan di bawah air dalam waktu yang sangat lama—bisa sampai dua jam atau lebih—sebelum akhirnya harus nongol ke permukaan buat ambil napas besar. Jadi, alasan mereka nggak mudah tenggelam adalah karena mereka memang nggak butuh-butuh amat buru-buru ke permukaan.

Ekor Pipih Kayak Dayung Perahu

Coba perhatikan ekor ular laut. Beda banget sama ular tanah yang ekornya makin lama makin lancip dan bulat. Ekor ular laut itu pipih secara vertikal, mirip banget sama dayung atau sirip ikan. Bentuk ekor ini adalah adaptasi evolusi yang jenius. Dengan ekor model begini, mereka bisa menghasilkan dorongan yang kuat banget saat berenang.

Karena dorongan ini sangat efisien, mereka nggak perlu buang-buang energi banyak buat tetap bergerak atau mempertahankan posisi di air. Di dunia fauna, efisiensi energi itu kunci keberlangsungan hidup. Semakin sedikit energi yang dibuang, semakin lama mereka bisa bertahan tanpa harus makan atau naik ke permukaan. Jadi, kalau kamu lihat ular laut melesat cepat, itu semua berkat "dayung" alami di bagian belakang tubuhnya.

Garam? Bukan Masalah!

Hidup di laut artinya harus berurusan dengan kadar garam yang tinggi. Kamu tahu sendiri kan rasanya kalau nggak sengaja ketelen air laut? Asinnya minta ampun dan bikin haus luar biasa. Kalau ular laut nggak punya cara buat membuang kelebihan garam, tubuh mereka bisa dehidrasi dan akhirnya mereka lemas, lalu tenggelam. Tapi tenang, alam sudah menyiapkan solusinya.



Ular laut punya kelenjar khusus di bawah lidah mereka yang fungsinya mirip filter air canggih. Kelenjar ini bertugas mengeluarkan kelebihan garam dari darah mereka. Jadi, setiap kali mereka menjulurkan lidah (yang sering kita lihat sebagai pose "mengejek"), mereka sebenarnya mungkin juga lagi membuang garam. Dengan menjaga keseimbangan cairan tubuh, mereka tetap punya tenaga buat berenang dan nggak jadi lemas di tengah laut.

Opini Pribadi: Si Pelaut yang Disalahpahami

Sejujurnya, saya merasa ular laut itu sering dapet reputasi buruk cuma gara-gara mereka ular dan mereka berbisa (banget). Padahal, kalau kita lihat dari sisi sains, mereka itu keajaiban teknik alam yang luar biasa. Mereka adalah bukti bagaimana makhluk darat bisa "pulang kampung" ke laut dan beradaptasi total dengan lingkungan yang ekstrem.

Kita sering takut mereka bakal nyerang kita saat berenang, padahal kenyataannya ular laut itu cenderung pemalu. Mereka lebih fokus nyari ikan kecil atau belut di sela-sela karang daripada ngejar manusia yang ukurannya jauh lebih besar dan nggak enak dimakan. Mereka nggak bakal sengaja tenggelam, dan mereka juga nggak bakal bikin kita tenggelam asalkan kita nggak ganggu wilayah mereka.

Jadi, kalau besok-besok kamu baca berita atau lihat video tentang ular laut yang lagi asyik berenang, kamu nggak perlu lagi heran kenapa mereka nggak tenggelam. Rahasianya ada di kombinasi paru-paru panjang sebagai pelampung, kulit yang bisa "napas", ekor dayung yang aerodinamis (atau lebih tepatnya hidrodinamis), dan filter garam di bawah lidah. Mereka benar-benar didesain buat jadi penguasa lautan dalam versi yang lebih ramping dan meliuk-liuk.

Lain kali kalau snorkeling, tetap waspada itu wajib, tapi jangan lupa buat mengagumi betapa hebatnya ciptaan Tuhan yang satu ini. Ular laut itu bukan cuma sekadar ular yang nyemplung ke air, mereka adalah insinyur hidrolik alami yang sudah khatam soal urusan manajemen oksigen dan daya apung. Keren, kan?