Jumat, 23 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Telur Bisa Mengapung dalam Air Garam, tetapi Tenggelam dalam Air Biasa?

Laila - Wednesday, 21 October 2026 | 09:03 AM

Background
Mengapa Telur Bisa Mengapung dalam Air Garam, tetapi Tenggelam dalam Air Biasa?

Pernahkah mencoba memasukkan telur ke dalam gelas berisi air, kemudian menambahkan garam hingga telur perlahan naik ke permukaan? Percobaan sederhana ini sering digunakan untuk menunjukkan bagaimana perubahan sifat air dapat memengaruhi posisi benda di dalamnya.

Ketika telur dimasukkan ke dalam air biasa, telur umumnya akan tenggelam ke dasar wadah. Namun, setelah sejumlah garam dilarutkan ke dalam air, telur dapat terangkat dan akhirnya mengapung.

Perubahan tersebut bukan terjadi karena telur menjadi lebih ringan, melainkan karena air garam memiliki massa jenis yang lebih tinggi dibandingkan air biasa. Untuk memahami fenomena ini, ada beberapa konsep sains yang perlu diketahui.

1. Massa Jenis Menentukan Apakah Telur Tenggelam atau Mengapung

Massa jenis adalah ukuran massa suatu benda dalam setiap satuan volumenya. Sederhananya, massa jenis menunjukkan seberapa padat suatu material jika dibandingkan berdasarkan ukuran ruang yang ditempatinya.



Ketika telur dimasukkan ke dalam air biasa, telur biasanya tenggelam karena massa jenis rata-rata telur lebih besar daripada massa jenis air. Akibatnya, berat telur lebih besar daripada gaya apung yang bekerja padanya ketika terendam sepenuhnya.

Sebaliknya, ketika telur dimasukkan ke dalam air garam yang cukup pekat, massa jenis air dapat meningkat hingga melampaui massa jenis telur. Dalam kondisi tersebut, gaya apung mampu menyeimbangkan berat telur sebelum telur sepenuhnya terendam, sehingga telur mengapung.

Hasil percobaan dapat berbeda tergantung pada kesegaran telur, suhu air, dan jumlah garam yang dilarutkan.

2. Garam Membuat Air Menjadi Lebih Padat

Ketika garam dapur dilarutkan ke dalam air, garam akan terurai menjadi ion natrium dan klorida. Partikel-partikel tersebut menambah massa larutan, sedangkan perubahan volumenya tidak selalu sebanding dengan penambahan massa.



Akibatnya, massa jenis air garam umumnya lebih tinggi daripada massa jenis air tanpa garam pada suhu yang sama.

Semakin banyak garam yang larut, massa jenis larutan biasanya semakin meningkat. Namun, peningkatannya bergantung pada konsentrasi garam dan kondisi larutan.

Ketika massa jenis air garam sudah cukup tinggi, telur dapat mengapung. Jika jumlah garam masih terlalu sedikit, telur mungkin tetap tenggelam atau hanya terangkat sedikit dari dasar wadah.

3. Peran Gaya Apung dalam Percobaan Telur

Gaya apung merupakan gaya ke atas yang dialami benda ketika berada di dalam cairan atau gas. Gaya ini muncul karena tekanan fluida pada bagian bawah benda dapat lebih besar daripada tekanan pada bagian atasnya.



Menurut prinsip Archimedes, besar gaya apung sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda.

Ketika telur berada di dalam air, air memberikan gaya apung ke atas. Jika gaya apung lebih kecil daripada berat telur, telur akan tenggelam. Jika gaya apung mampu menyeimbangkan berat telur, telur dapat berada dalam keadaan melayang atau mengapung, bergantung pada kondisi keseimbangannya.

Penambahan garam meningkatkan massa jenis air sehingga berat air yang dipindahkan oleh telur dengan volume terendam yang sama menjadi lebih besar. Inilah alasan telur dapat naik ke permukaan setelah air diberi garam.

4. Mengapa Telur Tidak Langsung Mengapung setelah Garam Ditambahkan?

Telur tidak selalu langsung mengapung begitu garam dimasukkan ke dalam air. Hal ini terjadi karena massa jenis larutan perlu mencapai tingkat yang cukup tinggi untuk menghasilkan gaya apung yang dapat menopang telur.



Jika garam yang ditambahkan masih sedikit, massa jenis larutan mungkin belum cukup besar. Telur pun tetap berada di dasar atau hanya bergerak sedikit ketika konsentrasi larutan berubah.

Selain itu, garam perlu larut secara merata agar larutan memiliki sifat yang relatif seragam. Jika garam masih mengendap di dasar gelas, bagian air di sekitar telur mungkin belum memiliki konsentrasi garam yang sama.

Karena itu, mengaduk air hingga garam larut dengan baik dapat membantu menghasilkan percobaan yang lebih mudah diamati.

5. Apakah Semua Telur Akan Mengapung dalam Air Garam?

Tidak selalu. Kemampuan telur untuk mengapung bergantung pada perbandingan massa jenis telur dengan massa jenis larutan.



Telur yang berbeda dapat memiliki massa jenis rata-rata yang berbeda pula. Kondisi penyimpanan dan usia telur juga dapat memengaruhi karakteristiknya.

Seiring waktu, telur dapat kehilangan sebagian air dan karbon dioksida melalui pori-pori cangkang. Ruang udara di dalam telur dapat membesar sehingga massa jenis rata-ratanya menurun. Karena itu, telur yang lebih lama disimpan terkadang lebih mudah mengapung dibandingkan telur yang masih segar.

Namun, mengapung atau tenggelam bukan cara yang cukup untuk memastikan telur aman dikonsumsi. Kondisi cangkang, bau setelah dipecahkan, cara penyimpanan, dan penanganan telur juga perlu diperhatikan.

6. Cara Melakukan Percobaan Telur Mengapung di Rumah

Percobaan ini dapat dilakukan menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah.



Siapkan satu butir telur mentah, dua gelas bening, air, garam dapur, dan sendok untuk mengaduk.

Pertama, isi kedua gelas dengan air dalam jumlah yang hampir sama. Masukkan telur ke gelas pertama dan amati posisinya. Telur biasanya akan tenggelam.

Kedua, masukkan beberapa sendok garam ke gelas kedua, lalu aduk hingga garam larut. Masukkan telur secara perlahan dan perhatikan apakah posisinya berubah. Jika telur masih tenggelam, tambahkan garam sedikit demi sedikit sambil mengaduknya hingga larut.

Ketika konsentrasi garam sudah cukup tinggi, telur dapat terangkat dan mengapung di permukaan air.

Untuk memperoleh hasil yang lebih jelas, gunakan telur yang sama dan pastikan volume air pada kedua gelas relatif serupa. Percobaan ini menunjukkan bahwa perubahan massa jenis cairan dapat mengubah kemampuan cairan menopang suatu benda.



Kesimpulan

Telur dapat mengapung dalam air garam karena garam meningkatkan massa jenis air. Ketika massa jenis larutan cukup tinggi, gaya apung yang bekerja pada telur mampu menyeimbangkan beratnya sehingga telur berada di permukaan.

Sebaliknya, telur biasanya tenggelam dalam air biasa karena massa jenisnya lebih besar daripada massa jenis air. Fenomena ini merupakan contoh sederhana prinsip Archimedes yang menjelaskan mengapa benda dapat tenggelam, melayang, atau mengapung di dalam cairan.

Melalui percobaan sederhana ini, konsep fisika yang berkaitan dengan massa jenis dan gaya apung dapat dipahami secara langsung menggunakan bahan yang tersedia di rumah.