Mengapa Telinga Berdenging? Kenali Penyebabnya
Laila - Saturday, 11 July 2026 | 10:00 AM


Nging! Telinga Berdenging Itu Kode Alam atau Gejala Penyakit?
Pernah nggak sih lagi asyik-asyiknya bengong di kamar, suasana lagi hening banget, eh tiba-tiba ada suara melengking di kuping? Suaranya tipis tapi konsisten, kayak bunyi TV tabung zaman dulu kalau lagi nggak ada sinyal. Nging... gitu bunyinya. Biasanya, refleks pertama kita adalah nanya ke orang sebelah, "Eh, lo denger suara nging nggak?" Dan kalau mereka jawab nggak denger apa-apa, seketika suasana jadi horor. Pikiran langsung liar, dari mulai mikir ada makhluk halus lewat sampai mitos klasik yang bilang kalau telinga berdenging tandanya ada yang lagi ngomongin kita di kejauhan.
Kalau kata orang tua dulu, kalau telinga kanan yang berdenging itu katanya ada yang lagi muji-muji kita. Sebaliknya, kalau telinga kiri, wah siap-siap aja, mungkin ada yang lagi ghibahin kejelekan kita di grup WhatsApp sebelah. Tapi ya masa di zaman serba digital yang apa-apa pake data ini kita masih mau percaya sama mitos ghibah jarak jauh? Di dunia medis, fenomena suara "nging" yang muncul tiba-tiba ini punya nama keren: Tinnitus. Dan percayalah, penyebabnya jauh lebih masuk akal daripada sekadar omongan tetangga.
Tinnitus, Alarm Alami yang Suka "Caper"
Sebenarnya, tinnitus itu bukan sebuah penyakit, melainkan sebuah gejala. Ibaratnya kayak lampu indikator di dashboard motor kamu yang tiba-tiba nyala merah. Dia cuma ngasih tahu kalau ada sesuatu yang lagi nggak beres di sistem pendengaran atau saraf kamu. Bentuk suaranya pun nggak cuma berdenging doang. Ada yang dengernya kayak suara desis, detak jantung, suara ombak, atau bahkan suara jangkrik padahal lagi di tengah kota Jakarta yang penuh beton.
Lantas, kenapa sih si telinga ini tiba-tiba hobi konser sendirian? Penyebab paling receh tapi sering kejadian adalah karena kita terlalu "rajin" dengerin musik pakai earphone dengan volume pol-polan. Apalagi kalau kamu tipe orang yang kalau dengerin lagu metal atau jedag-jedug harus sampai getar ke otak. Rambut-rambut halus di dalam telinga kita itu sensitif banget, Sobat. Kalau keseringan dihantam suara keras, mereka bisa rusak atau bengkok. Nah, saat rusak itulah mereka ngirim sinyal listrik "palsu" ke otak yang diterjemahkan jadi suara denging abadi.
Efek Samping Gaya Hidup "Hustle Culture"
Jangan salah, telinga berdenging juga bisa jadi tanda kalau kamu lagi stres tingkat dewa. Buat kalian para budak korporat atau mahasiswa tingkat akhir yang hobi begadang demi deadline, telinga berdenging sering kali jadi "hadiah" yang nggak diinginkan. Saat kita stres atau kurang tidur, aliran darah di area kepala dan telinga bisa jadi nggak stabil. Tekanan darah yang naik turun ini bikin saraf pendengaran jadi sensitif. Jadi, kalau telinga kamu mulai bunyi "nging" pas lagi ngerjain revisi jam dua pagi, itu kode keras dari tubuh buat segera tutup laptop dan tidur. Jangan malah ditambah kopi hitam lagi, yang ada jantung makin deg-degan dan dengingnya makin kenceng kayak suara knalpot racing.
Selain faktor eksternal, ada juga masalah teknis di dalam lubang telinga itu sendiri. Salah satunya adalah kotoran telinga alias serumen yang menumpuk. Kadang kita ngerasa udah bersih karena rajin korek-korek pakai cotton bud. Padahal, penggunaan cotton bud itu seringnya malah mendorong kotoran makin masuk ke dalam dan ngeras. Kalau udah nyumbat, tekanan di dalam telinga berubah, dan muncullah suara berdenging yang bikin risih. Makanya, daripada sok tahu bersihin sendiri, mending sesekali setor muka ke dokter THT biar dibersihin secara profesional.
Kapan Harus Mulai Panik?
Oke, kebanyakan kasus tinnitus itu emang nggak bahaya dan bisa hilang sendiri kalau kita udah istirahat atau menjauh dari kebisingan. Tapi, ada saatnya kamu nggak boleh cuek. Kalau dengingnya cuma di satu sisi telinga doang dan dibarengi sama rasa pusing tujuh keliling (vertigo) atau pendengaran yang mendadak jadi budek, nah itu red flag! Bisa jadi ada gangguan di saraf pendengaran yang lebih serius atau bahkan masalah di pembuluh darah sekitar kepala.
Jangan sampai kita cuma peduli sama kesehatan kulit biar glowing, tapi lupa sama kesehatan lubang telinga yang ukurannya cuma seuprit ini. Bayangin aja kalau seumur hidup kamu harus dengerin suara "nging" tanpa henti. Bisa-bisa gangguan jiwa ringan karena nggak pernah ngerasain ketenangan yang hakiki. Mengurangi volume earphone ke level 60% dan rutin kasih jeda buat telinga bernapas dari kebisingan kota adalah cara paling gampang buat investasi pendengaran di masa tua.
Kesimpulan: Sayangi Telingamu, Kurangi Overthinking
Jadi, kalau nanti telinga kamu berdenging lagi, stop dulu mikir kalau ada yang lagi ghibahin kamu. Kecuali emang kamu habis ngelakuin skandal, ya itu beda cerita. Fokus aja ke kondisi fisikmu sendiri. Apakah kamu kurang tidur? Apakah habis nonton konser di barisan paling depan depan speaker? Atau jangan-jangan udah setahun nggak pernah bersihin telinga ke dokter?
Dunia ini udah cukup bising dengan segala drama di media sosial dan tuntutan hidup yang nggak ada habisnya. Jangan biarkan telinga kamu ikut-ikutan bising dari dalam. Kenali penyebabnya, ubah gaya hidupnya, dan kalau emang udah ganggu banget, jangan ragu buat konsultasi ke ahlinya. Sehat itu mahal, tapi dengerin suara sunyi itu jauh lebih mahal harganya. Stay healthy and keep listening to the good vibes only!
Next News

Ada Alasan Mengapa Malam Hari Sering Membuat Kita Banyak Berpikir
18 hours ago

Percakapan Singkat dengan Orang Tua yang Sering Baru Kita Sadari Nilainya
18 hours ago

Imajinasi Anak dan Dunia Orang Dewasa, Mengapa Keduanya Begitu Berbeda?
18 hours ago

Kenapa Kita Sering Menemukan Kenangan dari Barang yang Tidak Terduga?
18 hours ago

Dulu Main di Teras, Kini Bermain di Layar: Bagaimana Masa Kecil Berubah?
18 hours ago

Hal-Hal Menarik tentang Kacamata yang Jarang Kita Perhatikan
18 hours ago

Bingkai Kacamata dan Kepribadian, Benarkah Ada Hubungannya?
18 hours ago

Ada Aroma yang Tidak Bisa Digantikan Layar: Mengapa Buku Fisik Masih Disukai?
18 hours ago

Mengapa Anak-Anak Cepat Bosan tetapi Juga Cepat Menemukan Keseruan?
18 hours ago

Ketika Semua Anggota Keluarga Sibuk, Bagaimana Menjaga Kebersamaan?
18 hours ago





