Ada Aroma yang Tidak Bisa Digantikan Layar: Mengapa Buku Fisik Masih Disukai?
Liaa - Sunday, 23 August 2026 | 07:46 AM


Teknologi membuat membaca menjadi semakin mudah. Saat ini, ribuan buku dapat disimpan dalam satu perangkat dan dibawa ke mana saja. Hanya dengan beberapa ketukan, seseorang sudah bisa membuka novel, buku pelajaran, maupun berbagai bacaan lainnya.
Namun, kemudahan tersebut ternyata belum membuat buku fisik kehilangan penggemarnya. Masih banyak orang yang memilih membaca buku dalam bentuk cetak meskipun memiliki akses terhadap e-book.
Aroma dan Sensasi Kertas yang Khas
Salah satu hal sederhana yang membuat buku fisik terasa istimewa adalah aromanya. Kertas memiliki bau khas yang muncul dari bahan dan proses pembuatannya. Bagi sebagian pembaca, aroma tersebut bahkan menjadi bagian dari pengalaman membaca.
Selain aroma, ada pula sensasi ketika menyentuh halaman, membalik kertas, hingga melihat ketebalan buku yang sedang dibaca. Pengalaman seperti ini tentu berbeda ketika seseorang membaca melalui layar.
Membaca Buku Bisa Terasa Lebih Personal
Buku fisik sering kali menjadi benda yang memiliki cerita tersendiri. Seseorang mungkin menyimpan buku pemberian teman, novel yang dibeli saat perjalanan, atau buku lama yang mengingatkan pada masa tertentu.
Coretan kecil, pembatas halaman, bahkan sampul yang mulai usang bisa menjadi bagian dari kenangan. Karena itulah, buku terkadang bukan hanya benda untuk membaca, tetapi juga benda yang menyimpan pengalaman.
Tidak Semua Orang Nyaman Membaca dari Layar
Membaca melalui perangkat digital memang praktis, tetapi sebagian orang merasa lebih nyaman menggunakan buku fisik. Layar juga dapat membuat seseorang lebih mudah terganggu oleh notifikasi, pesan, atau aplikasi lain.
Ketika membaca buku cetak, gangguan tersebut relatif lebih sedikit. Pembaca dapat lebih mudah menciptakan suasana tenang dan fokus pada halaman yang sedang dibaca.
Buku Fisik Juga Menghadirkan Kepuasan Tersendiri
Ada kepuasan sederhana ketika melihat jumlah halaman yang sudah dibaca. Sebuah pembatas buku yang semakin bergerak ke belakang seolah menjadi tanda bahwa perjalanan membaca terus berlangsung.
Bagi sebagian orang, memenuhi rak dengan buku juga memberikan kesenangan tersendiri. Rak buku dapat menjadi bagian dari dekorasi rumah sekaligus menunjukkan berbagai minat dan bacaan yang pernah mereka nikmati.
Bukan Berarti Buku Digital Tidak Menarik
Meski buku fisik memiliki daya tarik tersendiri, e-book tetap mempunyai banyak kelebihan. Buku digital lebih mudah dibawa, dapat diakses kapan saja, dan tidak membutuhkan ruang penyimpanan fisik yang besar.
Jadi, pilihan antara buku cetak dan buku digital sebenarnya tidak harus menjadi sebuah pertarungan. Keduanya bisa digunakan sesuai kebutuhan dan situasi.
Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah apakah seseorang membaca melalui kertas atau layar, tetapi kebiasaan membaca itu sendiri. Namun bagi para pencinta buku fisik, aroma kertas, suara halaman yang dibalik, dan sensasi memegang sebuah buku memang menghadirkan pengalaman yang sulit digantikan sepenuhnya oleh teknologi.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
3 hours ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
3 hours ago

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
3 hours ago

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
3 hours ago

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
3 hours ago

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
3 hours ago

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
3 hours ago

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
3 hours ago

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
3 hours ago

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
3 hours ago





