Minggu, 1 November 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Rambut Rontok Lebih Banyak pada Waktu-Waktu Tertentu?

Liaa - Sunday, 01 November 2026 | 05:56 AM

Background
Mengapa Rambut Rontok Lebih Banyak pada Waktu-Waktu Tertentu?

Pernahkah kamu merasa rambut lebih banyak rontok ketika mandi, menyisir, atau bangun tidur? Pada waktu tertentu, jumlah rambut yang terlepas memang bisa terlihat lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya.

Kondisi ini tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan. Rambut manusia memiliki siklus pertumbuhan alami yang membuat sebagian helai rambut akan terlepas untuk memberi kesempatan bagi rambut baru tumbuh.

Namun, perubahan hormon, stres, kondisi kesehatan, hingga kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi jumlah rambut yang rontok. Menariknya, rambut yang terlihat rontok dalam satu waktu terkadang sebenarnya sudah memasuki fase pelepasan sejak beberapa waktu sebelumnya.

1. Rambut Memiliki Siklus Pertumbuhan Alami

Salah satu penyebab rambut rontok pada waktu tertentu adalah siklus pertumbuhan rambut. Setiap helai rambut mengalami beberapa tahap sebelum akhirnya terlepas.

Terdapat tiga fase utama dalam siklus tersebut:



  • Fase anagen: Tahap ketika rambut tumbuh secara aktif dan dapat berlangsung selama beberapa tahun.
  • Fase katagen: Tahap peralihan ketika pertumbuhan rambut berhenti dan folikel mulai mengalami perubahan.
  • Fase telogen: Tahap istirahat ketika rambut tidak lagi tumbuh aktif dan akhirnya akan terlepas.

Setelah rambut memasuki fase pelepasan, folikel dapat memulai siklus pertumbuhan baru. Karena setiap helai rambut memiliki siklus yang berbeda, kerontokan biasanya terjadi secara bertahap.

2. Rambut Lebih Banyak Terlihat Rontok Saat Keramas

Banyak orang merasa rambut rontok meningkat ketika sedang keramas. Padahal, rambut yang terlepas saat itu belum tentu baru mengalami kerusakan.

Rambut yang sudah berada dalam fase pelepasan dapat tertahan sementara di antara helai rambut lainnya. Ketika rambut dibasahi, dipijat, dan dibilas, helai-helai tersebut akhirnya terlepas.

Hal ini membuat rambut terlihat terkumpul di tangan, saluran pembuangan, atau lantai kamar mandi.

Frekuensi keramas juga dapat memengaruhi jumlah rambut yang terlihat dalam satu kesempatan. Jika seseorang tidak mencuci rambut selama beberapa hari, rambut yang sudah terlepas mungkin baru terlihat terkumpul saat keramas berikutnya.



3. Stres Dapat Memicu Kerontokan Beberapa Bulan Kemudian

Stres fisik maupun emosional yang berat dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.

Salah satu kondisi yang dapat terjadi adalah telogen effluvium. Dalam kondisi ini, lebih banyak folikel rambut memasuki fase istirahat secara bersamaan sehingga rambut mengalami kerontokan lebih banyak dari biasanya.

Pemicu kondisi tersebut dapat berupa tekanan emosional berat, demam tinggi, operasi, penyakit tertentu, atau penurunan berat badan secara drastis.

Kerontokan biasanya baru terlihat sekitar dua hingga tiga bulan setelah peristiwa pemicu. Karena itu, penyebabnya terkadang sulit dikenali jika hanya melihat kejadian pada hari rambut mulai rontok.

4. Perubahan Hormon Dapat Memengaruhi Kerontokan

Hormon memiliki peran penting dalam mengatur siklus pertumbuhan rambut.



Perubahan hormon dapat terjadi selama masa pubertas, kehamilan, setelah melahirkan, hingga menopause. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas folikel dan menyebabkan perubahan pada ketebalan maupun jumlah rambut.

Sebagai contoh, sebagian perempuan mengalami kerontokan yang cukup terlihat beberapa bulan setelah melahirkan. Hal ini berkaitan dengan perubahan kadar hormon setelah kehamilan.

Kerontokan tersebut sering kali bersifat sementara, meskipun pemulihan rambut dapat membutuhkan waktu.

5. Perubahan Musim Dapat Memengaruhi Pola Kerontokan

Sebagian orang merasa rambutnya lebih banyak rontok pada waktu tertentu dalam setahun.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siklus rambut manusia dapat mengalami variasi musiman. Namun, pola tersebut tidak selalu sama pada setiap orang dan bukti mengenai pengaruh musim terhadap kerontokan masih terus dipelajari.



Perubahan suhu, kelembapan, paparan sinar matahari, serta kebiasaan perawatan rambut dapat ikut memengaruhi kondisi rambut dan kulit kepala.

Karena itu, kerontokan yang terlihat meningkat pada musim tertentu tidak selalu berarti ada penyakit.

6. Rambut Rontok Bisa Terlihat Lebih Banyak Setelah Bangun Tidur

Rambut yang terlepas ketika tidur dapat tertinggal di bantal, seprai, atau pakaian.

Ketika seseorang mengubah posisi kepala atau bangun dari tempat tidur, rambut yang sebelumnya tertahan akhirnya terlihat terkumpul.

Kondisi ini biasanya merupakan bagian dari proses pelepasan rambut alami. Namun, jika jumlahnya terus meningkat dan disertai penipisan rambut, penyebab lain perlu diperhatikan.



7. Kekurangan Nutrisi Dapat Mengganggu Siklus Rambut

Pertumbuhan rambut membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Protein, zat besi, zinc, dan berbagai vitamin berperan dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk kesehatan rambut.

Kekurangan zat besi atau protein, misalnya, dapat mengganggu pertumbuhan rambut dan meningkatkan risiko kerontokan.

Kondisi tersebut dapat terjadi pada orang yang menjalani pola makan terlalu ketat, mengalami penurunan berat badan drastis, atau memiliki gangguan penyerapan nutrisi.

Karena itu, pola makan seimbang penting untuk mendukung kesehatan rambut.

8. Kebiasaan Menyisir dan Mengikat Rambut Memengaruhi Jumlah Rambut yang Terlepas

Rambut yang sudah berada dalam fase pelepasan dapat semakin mudah terlepas ketika disisir atau ditata.



Selain itu, menyisir dengan kasar, menarik rambut terlalu kuat, serta mengikat rambut dengan sangat kencang dapat menyebabkan rambut patah atau mengalami kerontokan akibat tarikan.

Rambut patah berbeda dengan rambut yang terlepas dari akarnya. Rambut yang patah biasanya memiliki panjang lebih pendek dan tidak memiliki bagian akar seperti rambut yang rontok secara alami.

Menggunakan sisir yang sesuai dan menghindari tarikan berlebihan dapat membantu mengurangi kerusakan.

9. Kapan Kerontokan Rambut Perlu Diperhatikan?

Secara umum, kehilangan sekitar 50–100 helai rambut per hari masih dapat dianggap sebagai bagian dari proses alami. Namun, jumlah tersebut bukan batas mutlak karena kerontokan setiap orang berbeda.

Ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan, antara lain:



  • Rambut rontok jauh lebih banyak daripada biasanya secara terus-menerus.
  • Rambut terlihat semakin tipis di bagian tertentu.
  • Muncul area kebotakan berbentuk bulat atau tidak beraturan.
  • Kulit kepala terasa gatal, nyeri, atau mengalami peradangan.
  • Kerontokan disertai perubahan kondisi kesehatan lainnya.

Jika mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mengetahui penyebabnya.

Kesimpulan

Rambut dapat terlihat lebih banyak rontok pada waktu tertentu karena adanya siklus pertumbuhan alami, perubahan hormon, stres, kekurangan nutrisi, dan kebiasaan perawatan rambut.

Kerontokan yang terlihat saat keramas atau bangun tidur tidak selalu berarti rambut sedang mengalami kerusakan. Sebagian helai mungkin memang sudah memasuki fase pelepasan sebelumnya.

Meskipun begitu, kerontokan yang berlebihan, berlangsung lama, atau menyebabkan penipisan rambut perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Tags