Cara Permen Mint Memberikan Sensasi Dingin pada Lidah
Liaa - Sunday, 01 November 2026 | 05:42 AM


Permen mint dikenal memiliki rasa segar dan sensasi dingin yang khas ketika dikonsumsi. Bahkan, rasa sejuk tersebut terkadang terasa semakin kuat hingga bagian tenggorokan. Menariknya, sensasi dingin dari permen mint tidak selalu berasal dari suhu permen yang rendah.
Rahasia di balik sensasi tersebut terdapat pada senyawa bernama mentol. Senyawa ini mampu memengaruhi reseptor sensorik pada lidah sehingga otak menerima sinyal yang menyerupai rasa dingin.
Lalu, bagaimana sebenarnya permen mint dapat membuat lidah terasa dingin?
1. Mentol Menjadi Senyawa Utama dalam Permen Mint
Mentol merupakan senyawa alami yang banyak ditemukan pada tanaman mint, terutama peppermint. Senyawa ini memiliki aroma khas dan memberikan sensasi sejuk ketika bersentuhan dengan jaringan tubuh.
Dalam pembuatan permen, mentol digunakan untuk menghasilkan rasa segar yang menjadi ciri khas produk mint.
Ketika permen mulai larut di dalam mulut, mentol bercampur dengan air liur dan menyebar ke permukaan lidah. Senyawa tersebut kemudian berinteraksi dengan ujung saraf sensorik yang berperan dalam mendeteksi perubahan suhu.
2. Reseptor TRPM8 Membuat Lidah Merasakan Dingin
Di dalam tubuh terdapat reseptor sensorik bernama TRPM8. Reseptor ini berfungsi mendeteksi rangsangan suhu dingin dan dapat diaktifkan oleh mentol.
Ketika mentol menyentuh jaringan di dalam mulut, reseptor TRPM8 mengirimkan sinyal melalui saraf menuju otak.
Otak kemudian menafsirkan sinyal tersebut sebagai sensasi dingin. Itulah sebabnya lidah dapat terasa sejuk meskipun permen mint dikonsumsi pada suhu ruangan.
3. Sensasi Dingin Tidak Selalu Berarti Suhu Lidah Menurun
Salah satu hal menarik dari permen mint adalah kemampuannya menciptakan sensasi dingin tanpa harus benar-benar menurunkan suhu lidah secara signifikan.
Hal ini terjadi karena mentol memengaruhi cara sistem saraf mengenali rangsangan suhu.
Dengan kata lain, otak menerima sinyal yang biasanya muncul ketika lidah terkena sesuatu yang dingin. Padahal, sensasi tersebut sebagian besar merupakan hasil aktivitas reseptor sensorik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa rasa dingin tidak hanya ditentukan oleh suhu, tetapi juga oleh cara saraf mengirimkan informasi kepada otak.
4. Air Liur Membantu Menyebarkan Mentol
Ketika permen mint berada di dalam mulut, air liur membantu melarutkan kandungan permen, termasuk mentol.
Setelah larut, senyawa tersebut dapat menyebar ke berbagai bagian rongga mulut, seperti permukaan lidah, langit-langit mulut, dan bagian belakang mulut.
Semakin luas area yang terkena mentol, semakin banyak bagian jaringan yang dapat menerima rangsangan. Hal ini membuat sensasi sejuk terkadang terasa tidak hanya pada satu titik di lidah.
5. Kandungan Mentol Memengaruhi Kuatnya Sensasi Dingin
Tidak semua permen mint memberikan sensasi dingin dengan tingkat kekuatan yang sama.
Permen dengan kandungan mentol lebih tinggi umumnya dapat menghasilkan sensasi sejuk yang lebih kuat. Selain itu, jenis bahan perasa, bentuk permen, dan kecepatan permen larut juga dapat memengaruhi pengalaman ketika mengonsumsinya.
Sensitivitas setiap orang terhadap mentol pun berbeda. Ada orang yang merasakan kesejukan ringan, sementara orang lain dapat merasakan sensasi dingin yang lebih tajam.
6. Mengapa Sensasi Mint Bisa Bertahan Setelah Permen Habis?
Setelah permen mint habis dikonsumsi, sensasi dingin terkadang masih terasa selama beberapa waktu.
Hal ini terjadi karena sebagian mentol masih berada di permukaan jaringan mulut dan terus merangsang reseptor sensorik.
Selama rangsangan tersebut masih berlangsung, otak dapat terus menerima sinyal yang ditafsirkan sebagai sensasi sejuk.
Namun, seiring waktu, mentol akan berkurang melalui proses pembilasan oleh air liur, penelanan, dan proses alami lainnya. Sensasi dingin pun perlahan menghilang.
7. Mengapa Minum Air Dingin Setelah Makan Permen Mint Terasa Lebih Sejuk?
Ketika seseorang minum air dingin setelah mengonsumsi permen mint, terdapat dua rangsangan yang bekerja secara bersamaan.
Mentol mengaktifkan reseptor TRPM8, sedangkan air dingin memberikan rangsangan suhu yang juga dapat mengaktifkan reseptor tersebut.
Gabungan kedua rangsangan ini membuat sensasi dingin terasa lebih kuat dibandingkan ketika hanya mengonsumsi permen mint dengan air bersuhu ruang.
Itulah sebabnya minum air dingin setelah makan permen mint sering menimbulkan sensasi sejuk yang lebih tajam di lidah dan tenggorokan.
Kesimpulan
Permen mint memberikan sensasi dingin pada lidah karena kandungan mentol mampu mengaktifkan reseptor sensorik TRPM8 yang berperan dalam mendeteksi suhu dingin.
Rangsangan tersebut dikirim ke otak dan diterjemahkan sebagai rasa sejuk, meskipun suhu permen tidak harus benar-benar rendah.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa sensasi yang dirasakan tubuh tidak hanya bergantung pada kondisi fisik suatu benda, tetapi juga pada cara sistem saraf menerima dan mengolah rangsangan.
Next News

Mengapa Rambut Rontok Lebih Banyak pada Waktu-Waktu Tertentu?
6 hours ago

Buaya dan Aligator, Dua Reptil yang Sering Dianggap Sama
6 hours ago

Buaya Menelan Batu, Ternyata Ini Fungsi di Balik Kebiasaan Uniknya
6 hours ago

Mengapa Buaya Sering Membuka Mulut Saat Berjemur?
6 hours ago

Perkembangan Gaya Bernyanyi Ayu Ting Ting dari Masa ke Masa
6 hours ago

Apakah Permen Mint Benar-Benar Bisa Menghilangkan Bau Mulut?
6 hours ago

Perbedaan Sensasi Permen Mint Saat Dikonsumsi dengan Air Dingin
6 hours ago

Mengapa Rambut Bisa Tumbuh dengan Kecepatan yang Berbeda pada Setiap Orang?
6 hours ago

Mengapa Rambut Bisa Berdiri Saat Tubuh Merasa Kedinginan?
7 hours ago

Pengaruh Air Panas terhadap Kelembapan dan Kondisi Rambut
7 hours ago





