Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Kangkung Bisa Tumbuh Kembali setelah Dipotong? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Liaa - Thursday, 22 October 2026 | 01:37 AM

Background
Mengapa Kangkung Bisa Tumbuh Kembali setelah Dipotong? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kangkung merupakan salah satu sayuran yang mudah ditemukan di Indonesia. Tanaman ini sering dibudidayakan di pekarangan rumah maupun lahan pertanian karena pertumbuhannya relatif cepat dan dapat dipanen dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hal menarik dari kangkung adalah kemampuannya untuk tumbuh kembali setelah sebagian batangnya dipotong.

Kemampuan tersebut membuat kangkung dapat dipanen lebih dari satu kali dalam kondisi budidaya yang sesuai. Setelah batang dipotong, bagian tanaman yang masih tertinggal dapat mengeluarkan tunas baru dan membentuk daun kembali.

Namun, pertumbuhan ulang ini tidak terjadi begitu saja. Ada proses biologis yang memungkinkan kangkung membentuk bagian tanaman baru selama kondisi lingkungan dan bagian yang tersisa masih mendukung kehidupannya.

1. Kangkung Memiliki Titik Tumbuh yang Aktif

Salah satu alasan kangkung dapat tumbuh kembali setelah dipotong adalah keberadaan jaringan pertumbuhan yang disebut meristem. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang aktif membelah dan berperan dalam pembentukan organ tanaman, seperti batang, daun, dan akar.

Pada kangkung, tunas baru dapat muncul dari titik tumbuh yang masih tersisa, termasuk tunas pada bagian batang yang memiliki buku atau ruas tempat daun dan tunas berkembang.



Ketika bagian atas tanaman dipotong, titik tumbuh atau tunas di bagian bawah yang tidak ikut terpotong dapat melanjutkan aktivitasnya. Sel-sel kemudian membelah dan berkembang sehingga membentuk batang serta daun baru.

Akan tetapi, jika pemotongan merusak seluruh titik tumbuh yang tersedia atau dilakukan terlalu dekat dengan bagian pangkal hingga tidak menyisakan tunas yang mampu berkembang, pertumbuhan ulang dapat terhambat.

2. Bagian Batang dan Akar yang Tersisa Masih Hidup

Kemampuan tumbuh kembali juga bergantung pada kondisi bagian tanaman yang tertinggal setelah panen. Jika batang bagian bawah dan akar masih sehat, kangkung memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan pertumbuhan baru.

Akar berfungsi menyerap air dan mineral dari lingkungan tempat tanaman tumbuh. Air dan mineral tersebut kemudian digunakan untuk mendukung berbagai proses fisiologis, termasuk pembentukan jaringan baru.

Sementara itu, bagian batang yang masih hidup dapat menjadi tempat tumbuhnya tunas. Jaringan di sekitar buku batang memiliki peran penting karena pada bagian tersebut dapat ditemukan tunas yang berpotensi berkembang menjadi cabang atau batang baru.



Sebaliknya, batang yang rusak, membusuk, atau kehilangan terlalu banyak jaringan hidup akan memiliki kemampuan pertumbuhan ulang yang lebih rendah.

3. Hormon Tanaman Membantu Mengatur Pertumbuhan Tunas

Pertumbuhan kangkung setelah dipotong juga berkaitan dengan hormon tanaman. Salah satunya adalah auksin, yaitu hormon yang berperan dalam pemanjangan sel dan pengaturan pertumbuhan.

Pada banyak tanaman, ujung batang menghasilkan auksin yang membantu mempertahankan dominasi apikal, yakni kondisi ketika pertumbuhan tunas utama menekan perkembangan sebagian tunas samping.

Ketika ujung batang dipotong, pengaruh dominasi apikal dapat berkurang. Akibatnya, tunas samping tertentu berpeluang tumbuh lebih aktif, tergantung pada kondisi tanaman dan interaksi berbagai hormon lainnya.

Proses ini bukan berarti pemotongan otomatis membuat semua tunas tumbuh. Ketersediaan nutrisi, kondisi jaringan, cahaya, dan faktor lingkungan lain tetap menentukan apakah tunas dapat berkembang menjadi batang baru.



4. Air dan Unsur Hara Mendukung Pembentukan Daun Baru

Kangkung membutuhkan air dan unsur hara untuk mempertahankan aktivitas sel serta membentuk jaringan baru. Jika tanaman kekurangan air, pertumbuhan tunas dapat melambat dan daun yang muncul mungkin tidak berkembang dengan baik.

Unsur hara seperti nitrogen juga berperan dalam pertumbuhan vegetatif, termasuk pembentukan daun dan batang. Namun, tanaman tetap membutuhkan keseimbangan nutrisi lainnya agar pertumbuhannya berlangsung secara optimal.

Karena itu, kangkung yang tumbuh di media dengan kelembapan memadai dan unsur hara cukup umumnya memiliki peluang lebih baik untuk pulih setelah dipanen.

Ketersediaan air saja tidak selalu menjamin pertumbuhan ulang. Kondisi akar, kesehatan batang yang tersisa, pencahayaan, dan kualitas media tanam turut memengaruhi hasilnya.

5. Kangkung Dapat Dipanen Berkali-kali, tetapi Ada Batasnya

Kangkung sering dipanen dengan memotong bagian batang yang sudah cukup panjang, sementara bagian pangkalnya dibiarkan tetap tumbuh. Cara ini memungkinkan tunas yang tersisa berkembang dan menghasilkan batang serta daun baru.



Meski demikian, kemampuan tersebut bukan berarti kangkung dapat dipanen tanpa batas. Pemotongan berulang dapat mengurangi cadangan energi tanaman, terutama jika daun yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan fotosintesis.

Fotosintesis merupakan proses ketika tanaman memanfaatkan cahaya untuk menghasilkan senyawa organik yang digunakan sebagai sumber energi dan bahan pembentuk jaringan. Daun yang masih sehat membantu menyediakan hasil fotosintesis untuk mendukung pertumbuhan berikutnya.

Jika pemotongan terlalu sering atau terlalu rendah, tanaman bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Dalam kondisi tertentu, pertumbuhannya bahkan dapat berhenti apabila bagian yang tersisa tidak lagi mampu menghasilkan tunas baru.

Oleh karena itu, saat memanen kangkung, sebaiknya sisakan bagian batang yang masih sehat dan memiliki peluang menghasilkan tunas. Hindari mencabut seluruh tanaman jika ingin mempertahankan pertumbuhan ulang dari tanaman yang sama.

6. Cara Membantu Kangkung Tumbuh Kembali dengan Baik

Bagi yang menanam kangkung di rumah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar tanaman lebih mudah tumbuh kembali setelah dipotong.



Pertama, gunakan alat potong yang bersih dan tajam untuk mengurangi kerusakan jaringan. Kedua, sisakan bagian batang yang sehat dan tidak memotong seluruh titik tumbuh yang masih berpotensi menghasilkan tunas.

Ketiga, jaga kelembapan media tanam. Kangkung menyukai kondisi yang cukup lembap, tetapi kebutuhan air tetap harus disesuaikan dengan media dan sistem budidayanya. Media yang terlalu tergenang dalam kondisi tertentu dapat mengganggu kesehatan akar.

Keempat, pastikan tanaman memperoleh cahaya yang memadai. Cahaya dibutuhkan untuk fotosintesis, sehingga tanaman dapat menghasilkan energi bagi pembentukan daun dan batang baru.

Terakhir, berikan unsur hara secukupnya sesuai kebutuhan tanaman. Pemupukan berlebihan tidak selalu mempercepat pertumbuhan dan justru dapat menimbulkan masalah pada tanaman maupun lingkungan.

Dengan perawatan yang sesuai, kangkung dapat menghasilkan tunas baru setelah dipanen. Waktu yang dibutuhkan hingga siap dipanen kembali bergantung pada varietas, kondisi tanaman, cuaca, dan cara budidaya.



Kesimpulan

Kangkung dapat tumbuh kembali setelah dipotong karena bagian batang atau pangkal yang tersisa masih memiliki jaringan hidup dan tunas yang mampu berkembang. Proses tersebut didukung oleh aktivitas jaringan meristem, pengaturan hormon tanaman, serta ketersediaan air, cahaya, dan unsur hara.

Meski dikenal mudah tumbuh, kangkung tetap membutuhkan perawatan dan teknik pemanenan yang tepat. Menyisakan bagian batang yang sehat, menjaga kelembapan, dan menghindari pemotongan berlebihan dapat membantu tanaman menghasilkan tunas baru dan mendukung panen berikutnya.


Tags