Jumat, 24 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Bintang Tampak Berkelap-kelip? Ternyata Bukan Karena Cahayanya Berkedip

Liaa - Monday, 20 July 2026 | 11:50 AM

Background
Mengapa Bintang Tampak Berkelap-kelip? Ternyata Bukan Karena Cahayanya Berkedip

Mengapa Bintang Tampak Berkelap-kelip? Ternyata Bukan Karena Cahayanya Berkedip

Saat langit malam cerah, bintang-bintang terlihat menghiasi angkasa dengan cahaya yang seolah berkedip-kedip. Fenomena ini telah lama menarik perhatian manusia dan bahkan menjadi inspirasi dalam berbagai lagu, puisi, hingga cerita rakyat.

Namun, tahukah Anda bahwa bintang sebenarnya tidak berkedip? Cahaya yang dipancarkan bintang relatif stabil. Efek berkelap-kelip yang kita lihat justru berasal dari atmosfer Bumi.

Cahaya Bintang Harus Melewati Atmosfer

Sebelum mencapai mata kita, cahaya dari bintang menempuh perjalanan yang sangat jauh melintasi ruang angkasa. Saat mendekati Bumi, cahaya tersebut harus melewati lapisan atmosfer yang terdiri dari berbagai gas dengan suhu dan kerapatan yang terus berubah.

Perubahan kondisi atmosfer ini menyebabkan arah cahaya sedikit dibelokkan atau dibiaskan. Karena atmosfer selalu bergerak akibat angin dan perbedaan suhu, pembiasan cahaya juga berubah-ubah dengan sangat cepat.

Akibatnya, cahaya bintang tampak sesekali lebih terang, lebih redup, bahkan sedikit bergeser posisinya. Fenomena ini dikenal dalam dunia astronomi sebagai stellar scintillation.



Mengapa Planet Tidak Terlihat Berkedip?

Jika diperhatikan, planet seperti Venus atau Jupiter biasanya tampak bersinar lebih stabil dibandingkan bintang. Hal ini karena planet terlihat sebagai objek yang memiliki cakram kecil dari sudut pandang pengamat di Bumi, bukan sekadar titik cahaya.

Cahaya yang berasal dari berbagai bagian cakram planet mengalami pembiasan yang berbeda-beda, sehingga efek perubahan tersebut saling mengimbangi. Akibatnya, cahaya planet tampak lebih stabil dan tidak terlalu berkelap-kelip.

Kondisi Atmosfer Memengaruhi Intensitas Kelap-kelip

Efek berkelap-kelip biasanya lebih jelas terlihat ketika bintang berada dekat dengan horizon. Pada posisi ini, cahaya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal dibandingkan saat bintang berada tepat di atas kepala.

Selain itu, udara yang bergejolak akibat perubahan suhu, angin kencang, atau kelembapan tinggi juga dapat membuat bintang tampak semakin berkedip.

Sebaliknya, di lokasi dengan atmosfer yang sangat stabil, seperti di puncak gunung atau tempat observatorium astronomi dibangun, efek ini cenderung lebih kecil sehingga pengamatan bintang menjadi lebih jelas.



Mengapa Astronot Tidak Melihat Bintang Berkedip?

Astronot yang berada di luar atmosfer Bumi tidak mengalami fenomena ini. Karena hampir tidak ada atmosfer yang membiaskan cahaya, bintang terlihat bersinar dengan stabil tanpa efek berkelap-kelip.

Inilah salah satu alasan mengapa teleskop luar angkasa, seperti Hubble Space Telescope, mampu menghasilkan gambar yang jauh lebih tajam dibandingkan teleskop yang berada di permukaan Bumi.

Kesimpulan

Bintang tampak berkelap-kelip bukan karena cahayanya berubah-ubah, melainkan karena cahaya tersebut melewati atmosfer Bumi yang terus bergerak. Perubahan suhu, tekanan, dan kerapatan udara menyebabkan cahaya dibiaskan ke arah yang sedikit berbeda, sehingga dari Bumi bintang terlihat berkedip.

Fenomena ini menjadi contoh menarik bagaimana atmosfer yang melindungi kehidupan di Bumi juga memengaruhi cara kita melihat alam semesta.