Jumat, 24 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Astronot Bisa Bertambah Tinggi Saat di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Liaa - Monday, 20 July 2026 | 11:38 AM

Background
Mengapa Astronot Bisa Bertambah Tinggi Saat di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menjadi astronot berarti harus siap menghadapi berbagai perubahan pada tubuh ketika berada di luar angkasa. Salah satu perubahan yang paling menarik adalah tinggi badan yang dapat bertambah selama menjalani misi di orbit Bumi.

Fenomena ini telah diamati pada banyak astronot yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dalam beberapa hari setelah berada di lingkungan dengan gravitasi yang sangat rendah (mikrogravitasi), tinggi badan mereka dapat bertambah sekitar 2 hingga 5 sentimeter. Namun, perubahan ini hanya bersifat sementara.

Pengaruh Gravitasi terhadap Tulang Belakang

Di Bumi, gaya gravitasi terus-menerus menekan tubuh dari kepala hingga kaki. Tekanan ini membuat cakram di antara ruas-ruas tulang belakang (diskus intervertebralis) sedikit terkompresi sepanjang hari.

Saat berada di luar angkasa, tekanan akibat gravitasi hampir tidak ada. Akibatnya, cakram-cakram tersebut dapat mengembang karena tidak lagi menerima beban seperti saat berada di Bumi. Ruang antarruas tulang belakang menjadi sedikit lebih lebar sehingga tubuh tampak lebih tinggi.

Perubahan ini bukan berarti tulang memanjang atau tubuh mengalami pertumbuhan baru, melainkan karena tulang belakang menjadi lebih "meregang".



Mengapa Perubahan Ini Tidak Permanen?

Ketika astronot kembali ke Bumi, tubuh kembali terpapar gaya gravitasi. Secara bertahap, cakram tulang belakang akan kembali mengalami tekanan seperti sebelumnya sehingga tinggi badan kembali ke ukuran normal dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.

Karena itu, pertambahan tinggi badan yang dialami astronot tidak bersifat permanen dan tidak mengubah struktur dasar tulang.

Tidak Selalu Terasa Nyaman

Meskipun terdengar menguntungkan, peregangan tulang belakang di luar angkasa tidak selalu membuat astronot merasa nyaman. Sebagian astronot melaporkan mengalami nyeri atau rasa tidak nyaman pada punggung selama masa adaptasi di lingkungan mikrogravitasi.

Selain itu, perubahan bentuk tulang belakang juga menjadi salah satu alasan mengapa astronot menjalani latihan fisik setiap hari selama berada di ISS. Latihan tersebut bertujuan membantu menjaga kekuatan otot, tulang, dan fungsi tubuh selama menjalani misi.

Tubuh Mengalami Banyak Perubahan di Luar Angkasa

Selain tinggi badan yang bertambah, lingkungan mikrogravitasi juga memengaruhi berbagai sistem tubuh. Cairan tubuh cenderung berpindah ke bagian atas tubuh sehingga wajah astronot tampak lebih bengkak. Massa otot dan kepadatan tulang juga dapat berkurang jika tidak diimbangi dengan olahraga secara rutin.



Karena itulah, para astronot dijadwalkan berolahraga sekitar dua jam setiap hari menggunakan peralatan khusus untuk membantu mempertahankan kondisi fisik selama berada di luar angkasa.

Kesimpulan

Astronot dapat bertambah tinggi sekitar 2 hingga 5 sentimeter saat berada di luar angkasa karena berkurangnya tekanan gravitasi pada tulang belakang. Cakram di antara ruas tulang belakang mengembang sehingga tubuh menjadi sedikit lebih tinggi.

Namun, perubahan ini hanya bersifat sementara. Setelah kembali ke Bumi, gaya gravitasi akan membuat tulang belakang kembali ke kondisi semula sehingga tinggi badan pun kembali seperti sebelum menjalani misi.