Mengapa Astronot Bisa Bertambah Tinggi Saat di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Liaa - Monday, 20 July 2026 | 11:38 AM


Menjadi astronot berarti harus siap menghadapi berbagai perubahan pada tubuh ketika berada di luar angkasa. Salah satu perubahan yang paling menarik adalah tinggi badan yang dapat bertambah selama menjalani misi di orbit Bumi.
Fenomena ini telah diamati pada banyak astronot yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dalam beberapa hari setelah berada di lingkungan dengan gravitasi yang sangat rendah (mikrogravitasi), tinggi badan mereka dapat bertambah sekitar 2 hingga 5 sentimeter. Namun, perubahan ini hanya bersifat sementara.
Pengaruh Gravitasi terhadap Tulang Belakang
Di Bumi, gaya gravitasi terus-menerus menekan tubuh dari kepala hingga kaki. Tekanan ini membuat cakram di antara ruas-ruas tulang belakang (diskus intervertebralis) sedikit terkompresi sepanjang hari.
Saat berada di luar angkasa, tekanan akibat gravitasi hampir tidak ada. Akibatnya, cakram-cakram tersebut dapat mengembang karena tidak lagi menerima beban seperti saat berada di Bumi. Ruang antarruas tulang belakang menjadi sedikit lebih lebar sehingga tubuh tampak lebih tinggi.
Perubahan ini bukan berarti tulang memanjang atau tubuh mengalami pertumbuhan baru, melainkan karena tulang belakang menjadi lebih "meregang".
Mengapa Perubahan Ini Tidak Permanen?
Ketika astronot kembali ke Bumi, tubuh kembali terpapar gaya gravitasi. Secara bertahap, cakram tulang belakang akan kembali mengalami tekanan seperti sebelumnya sehingga tinggi badan kembali ke ukuran normal dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.
Karena itu, pertambahan tinggi badan yang dialami astronot tidak bersifat permanen dan tidak mengubah struktur dasar tulang.
Tidak Selalu Terasa Nyaman
Meskipun terdengar menguntungkan, peregangan tulang belakang di luar angkasa tidak selalu membuat astronot merasa nyaman. Sebagian astronot melaporkan mengalami nyeri atau rasa tidak nyaman pada punggung selama masa adaptasi di lingkungan mikrogravitasi.
Selain itu, perubahan bentuk tulang belakang juga menjadi salah satu alasan mengapa astronot menjalani latihan fisik setiap hari selama berada di ISS. Latihan tersebut bertujuan membantu menjaga kekuatan otot, tulang, dan fungsi tubuh selama menjalani misi.
Tubuh Mengalami Banyak Perubahan di Luar Angkasa
Selain tinggi badan yang bertambah, lingkungan mikrogravitasi juga memengaruhi berbagai sistem tubuh. Cairan tubuh cenderung berpindah ke bagian atas tubuh sehingga wajah astronot tampak lebih bengkak. Massa otot dan kepadatan tulang juga dapat berkurang jika tidak diimbangi dengan olahraga secara rutin.
Karena itulah, para astronot dijadwalkan berolahraga sekitar dua jam setiap hari menggunakan peralatan khusus untuk membantu mempertahankan kondisi fisik selama berada di luar angkasa.
Kesimpulan
Astronot dapat bertambah tinggi sekitar 2 hingga 5 sentimeter saat berada di luar angkasa karena berkurangnya tekanan gravitasi pada tulang belakang. Cakram di antara ruas tulang belakang mengembang sehingga tubuh menjadi sedikit lebih tinggi.
Namun, perubahan ini hanya bersifat sementara. Setelah kembali ke Bumi, gaya gravitasi akan membuat tulang belakang kembali ke kondisi semula sehingga tinggi badan pun kembali seperti sebelum menjalani misi.
Next News

Kebiasaan Menyimpan Kardus Barang yang Tidak Kunjung Dibuang
7 hours ago

Tanaman yang Cocok Diletakkan di Dalam Rumah
7 hours ago

Cara Sederhana Mengurangi Sampah Plastik di Rumah
7 hours ago

Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Membeli Ponsel Bekas
7 hours ago

Bahan Makanan yang Sering Salah Cara Penyimpanannya
7 hours ago

Kebiasaan yang Bisa Membuat Sakit Kepala Lebih Sering Muncul
7 hours ago

Fenomena "Scroll Sebentar" yang Berubah Menjadi Berjam-Jam
7 hours ago

Mengapa Langit Setelah Hujan Kadang Terlihat Lebih Cerah?
7 hours ago

Mengapa Kita Bisa Merasa Pernah Mengalami Suatu Kejadian yang Sebenarnya Baru Terjadi?
7 hours ago

Kenapa Kita Sering Lupa Tujuan Saat Masuk ke Sebuah Ruangan?
7 hours ago





