Jumat, 14 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Madina siapkan pola kemitraan untuk kembangkan serai wangi dan nilam

RAU - Friday, 14 August 2026 | 10:02 AM

Background
Madina siapkan pola kemitraan untuk kembangkan serai wangi dan nilam

Madina

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyiapkan pola kemitraan untuk mengembangkan serai wangi dan nilam sebagai komoditas pertanian bernilai ekonomi.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution saat membuka Sosialisasi Pengembangan Serai Wangi dan Nilam di Aula Kantor Bupati Madina, Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Rabu (12/8).

Saipullah mengatakan kedua tanaman tersebut bukan komoditas baru bagi masyarakat Madina. Serai wangi dan nilam telah dibudidayakan secara swadaya oleh masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Namun, menurutnya, pengelolaan yang masih dilakukan secara tradisional dan sendiri-sendiri membuat biaya produksi menjadi tinggi. Kondisi itu kemudian menyebabkan sebagian petani memilih beralih ke komoditas lain.



"Banyak petani masih bekerja sendiri tanpa dukungan teknologi dan permodalan sehingga hasilnya kurang kompetitif," katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Madina merancang sistem pengembangan yang terintegrasi mulai dari penyediaan lahan, bibit dan pupuk, proses budidaya, pengolahan hingga pemasaran.

"Petani jangan dibebankan sampai proses pengolahan. Mereka cukup menyediakan lahan, menanam, dan mengelola. Selanjutnya kita bangun sistem yang menangani proses produksi hingga pemasaran," ujarnya.

Dalam pola kemitraan yang disiapkan, petani akan menjadi bagian dari rantai produksi, sementara pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan regulator. Pemkab juga membuka ruang bagi investor untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut.

Saipullah menilai pola tersebut penting agar petani memperoleh kepastian dalam mengembangkan serai wangi dan nilam sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.



Ia mengatakan hasil produksi nantinya tidak hanya dijual sebagai minyak atsiri mentah. Pemkab Madina mendorong pengembangan produk turunan seperti aromaterapi dan sabun sehingga nilai ekonominya dapat meningkat.

"Kalau sistem ini berjalan dengan baik, masyarakat memiliki kepastian dalam bertani dan berkebun nilam maupun sereh wangi," katanya.

Menurut Saipullah, kondisi tanah di Madina sangat mendukung pengembangan kedua komoditas tersebut. Karena itu, program tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pembangunan ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Madina menghadirkan Indra Kusuma dari PT Jutarasa Abadi sekaligus peneliti minyak atsiri. Ia menyebut kondisi tanah di Madina berpotensi untuk pengembangan serai wangi dan nilam.

"Bukan soal tanahnya. Untuk tanaman serai wangi dan nilam, kuncinya adalah bagaimana kita membudidayakan dengan baik," kata Indra.



Bupati juga meminta camat dan kepala desa berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut. Bahkan, keberhasilan pelaksanaannya akan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja aparatur di lapangan.

Selain menggandeng investor, Pemkab Madina berencana mengajak para perantau asal Madina atau diaspora untuk ikut mendukung pendanaan program.

"Kita berharap putra-putra daerah yang merantau, baik di Jakarta, Surabaya, Kalimantan, maupun luar negeri, dapat ikut membantu pendanaan program ini," ujar Saipullah.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra Ritonga mengatakan sosialisasi tersebut diikuti sejumlah desa dari 14 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal. Ia menyebut penanaman serai wangi dan nilam akan segera dilakukan karena lahan pengembangan telah tersedia.

Tags