Kurang Minum Air Bisa Memicu Tekanan Darah Turun, Benarkah?
Laila - Friday, 16 October 2026 | 01:39 PM


Air memiliki peran penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh, termasuk mengatur suhu, mendukung metabolisme, dan mempertahankan volume darah. Karena itu, kebutuhan cairan perlu dipenuhi setiap hari agar organ tubuh dapat bekerja dengan baik.
Ketika seseorang kurang minum air, terutama saat cuaca panas atau setelah banyak berkeringat, tubuh berisiko mengalami dehidrasi. Salah satu dampaknya adalah penurunan volume cairan yang beredar di dalam pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun dan memicu keluhan tertentu.
Meski demikian, kurang minum air bukan satu-satunya penyebab tekanan darah rendah. Faktor lain, seperti efek obat-obatan, gangguan jantung, kehilangan darah, dan kondisi medis tertentu, juga dapat memengaruhi tekanan darah.
Bagaimana Kekurangan Cairan Menurunkan Tekanan Darah?
Sebagian besar darah terdiri atas cairan plasma yang berperan membawa sel darah, nutrisi, hormon, dan berbagai zat penting ke seluruh tubuh. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, volume darah yang beredar dapat berkurang.
Penurunan volume darah membuat jantung memiliki lebih sedikit cairan untuk dipompa ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah dapat menurun, terutama jika kehilangan cairan berlangsung cukup besar atau tubuh tidak mampu mengimbanginya dengan baik.
Dehidrasi dapat terjadi akibat kurang minum, berkeringat berlebihan, muntah, diare, atau demam. Risiko juga meningkat ketika seseorang beraktivitas berat di bawah terik matahari tanpa mengganti cairan yang hilang.
Pada kondisi ringan, tubuh mungkin menunjukkan tanda berupa rasa haus, mulut kering, dan urine yang lebih pekat. Jika kekurangan cairan semakin berat, seseorang dapat mengalami pusing, kelemahan, jantung berdebar, hingga penurunan kesadaran.
Apa Saja Gejala Tekanan Darah Turun akibat Dehidrasi?
Tekanan darah rendah tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, ketika penurunannya memengaruhi aliran darah ke otak dan organ lainnya, beberapa keluhan dapat muncul.
Gejala yang mungkin dirasakan antara lain pusing, pandangan kabur, tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan sensasi hampir pingsan. Keluhan tersebut dapat menjadi lebih jelas ketika seseorang berdiri setelah duduk atau berbaring cukup lama.
Dehidrasi juga dapat ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut kering, berkurangnya frekuensi buang air kecil, serta urine berwarna lebih gelap daripada biasanya.
Meskipun demikian, gejala-gejala tersebut tidak selalu menunjukkan dehidrasi atau tekanan darah rendah. Jika keluhan sering berulang, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Kekurangan Cairan?
Orang yang bekerja atau berolahraga di lingkungan panas memiliki risiko lebih tinggi mengalami dehidrasi karena kehilangan cairan melalui keringat. Risiko juga meningkat pada orang yang mengalami muntah, diare, atau demam, terutama jika cairan yang hilang tidak segera diganti.
Lansia perlu mendapat perhatian khusus karena sensasi haus dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, beberapa obat, seperti diuretik yang membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan, dapat meningkatkan risiko dehidrasi pada kondisi tertentu.
Orang yang memiliki penyakit ginjal, jantung, atau kondisi medis lain juga perlu menyesuaikan asupan cairan berdasarkan anjuran tenaga kesehatan. Tidak semua orang aman meningkatkan konsumsi cairan dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Cara Mencegah Tekanan Darah Turun akibat Dehidrasi
Langkah utama untuk mencegah dehidrasi adalah memenuhi kebutuhan cairan secara teratur sepanjang hari. Jangan hanya menunggu sampai merasa sangat haus, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau berada di lingkungan bersuhu tinggi.
Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak air juga dapat membantu, meskipun tidak sepenuhnya menggantikan kebutuhan minum.
Saat berolahraga atau berkeringat banyak, sesuaikan asupan cairan dengan durasi dan intensitas aktivitas. Jika mengalami muntah atau diare, larutan oralit dapat membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang sesuai petunjuk penggunaannya.
Jika pusing muncul ketika berdiri, duduk atau berbaring terlebih dahulu untuk mengurangi risiko jatuh. Setelah kondisi membaik, ubah posisi tubuh secara perlahan. Namun, apabila gejala tidak mereda, berulang, atau disertai keluhan berat, jangan hanya mengandalkan minum air sebagai penanganan.
Kapan Tekanan Darah Rendah Perlu Diperiksakan?
Tekanan darah di bawah 90/60 mmHg sering digunakan sebagai patokan tekanan darah rendah. Akan tetapi, angka tersebut tidak selalu menandakan masalah apabila seseorang tidak mengalami gejala dan kondisi tersebut memang normal baginya.
Pemeriksaan medis diperlukan jika tekanan darah sering turun disertai pusing, lemas, atau hampir pingsan. Dokter dapat menilai apakah penyebabnya berkaitan dengan dehidrasi, obat-obatan, anemia, gangguan jantung, atau kondisi lainnya.
Segera cari pertolongan medis apabila tekanan darah turun disertai pingsan, kebingungan, kulit dingin dan lembap, nyeri dada, atau sesak napas berat. Gejala tersebut dapat menunjukkan gangguan sirkulasi serius yang memerlukan penanganan segera.
Kurang minum air memang dapat memicu tekanan darah turun melalui mekanisme dehidrasi dan berkurangnya volume darah. Namun, tidak semua kasus hipotensi disebabkan oleh kekurangan cairan. Memenuhi kebutuhan air, memperhatikan tanda-tanda dehidrasi, dan memeriksakan keluhan yang berulang merupakan langkah penting untuk menjaga tekanan darah dan kesehatan tubuh.
Next News

Mengapa Pujian Kecil Bisa Membuat Suasana Hati Berubah Sepanjang Hari?
in 2 hours

Mengapa Anak Lebih Mudah Belajar melalui Permainan?
in 2 hours

Apa Dampak Kurang Tidur terhadap Konsentrasi dan Prestasi Belajar?
in 2 hours

Bagaimana Kebiasaan Membaca Dapat Memengaruhi Kemampuan Berpikir Anak?
in 2 hours

Mengapa Belajar Sedikit demi Sedikit Bisa Lebih Efektif daripada Sistem Kebut Semalam?
10 hours ago

Mengapa Daerah yang Banyak Pohonnya Cenderung Tidak Terlalu Panas?
in an hour

Mengapa Tanah di Sekitar Gunung Berapi Bisa Sangat Subur?
in an hour

Mengapa Kerupuk Bisa Melempem Jika Dibiarkan Terbuka?
11 hours ago

Kenapa Kita Merasa Canggung Saat Tidak Ada yang Berbicara?
in an hour

Bagaimana Sidik Jari Bisa Berbeda pada Setiap Orang?
in 35 minutes





