Kunjungan Wisman ke Sumut Turun pada November 2025, Namun Masih Tumbuh Secara Tahunan
RAU - Wednesday, 14 January 2026 | 02:32 AM


MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumut melalui tiga pintu masuk udara dan laut pada November 2025 sebanyak 20.987 kunjungan. Angka tersebut turun 15,45 persen dibandingkan Oktober 2025 secara bulanan (month to month).
Meski mengalami penurunan secara bulanan, jumlah kunjungan wisman ke Sumatera Utara secara tahunan masih menunjukkan tren positif. Dibandingkan November 2024, kunjungan wisman pada November 2025 tumbuh sebesar 8,62 persen (year on year).
Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra menjelaskan, secara kumulatif sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah kunjungan wisman ke Sumut mencapai 268.939 kunjungan. Angka tersebut meningkat 17,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebanyak 229.013 kunjungan.
"Aspek penurunan kunjungan wisman ke Sumatera Utara pada November 2025 sejalan dengan kondisi nasional," ujar Asim, Selasa (13/1/2026).
Ia memaparkan, secara nasional kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada November 2025 juga mengalami penurunan sebesar 7,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan total kunjungan mencapai 1.229.750 orang.
Dari sepuluh negara pasar utama, Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Sumut dengan porsi 54,75 persen. Selanjutnya disusul Singapura sebesar 6,74 persen, China 4,18 persen, serta negara lainnya. Secara keseluruhan, sepuluh negara utama tersebut berkontribusi sebesar 73,32 persen dari total kunjungan wisman ke Sumatera Utara.
Secara bulanan, kunjungan wisman dari sepuluh negara utama mengalami penurunan sebesar 12,65 persen. Namun demikian, beberapa negara seperti Singapura dan Amerika Serikat justru mencatatkan peningkatan kunjungan.
Sementara itu, secara tahunan, China menjadi negara dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi ke Sumatera Utara. Pada November 2025, pertumbuhan wisman asal China mencapai 50,43 persen, dan secara agregat Januari–November 2025 meningkat hingga 57,78 persen.
Next News





