Senin, 5 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Ketombe Tak Kunjung Hilang? Kenali Tanda yang Membutuhkan Penanganan Medis

Tata - Saturday, 03 October 2026 | 07:21 PM

Background
Ketombe Tak Kunjung Hilang? Kenali Tanda yang Membutuhkan Penanganan Medis

Ketombe merupakan masalah kulit kepala yang umum dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya serpihan kulit berwarna putih atau kekuningan yang menempel pada rambut maupun pakaian. Meski sering dianggap sebagai masalah ringan, ketombe yang tidak kunjung hilang perlu mendapat perhatian, terutama jika disertai gejala lain.

Penggunaan sampo antiketombe memang dapat membantu mengurangi keluhan. Namun, apabila ketombe terus muncul atau semakin parah, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan kulit kepala yang membutuhkan penanganan medis.

1. Ketombe Tidak Hilang Meski Sudah Menggunakan Sampo

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketombe yang tetap muncul meskipun sudah rutin menggunakan sampo antiketombe sesuai petunjuk pemakaian.

Hal ini dapat terjadi karena kandungan sampo yang digunakan kurang sesuai dengan penyebab ketombe. Dalam beberapa kasus, ketombe juga bisa menjadi gejala dermatitis seboroik atau gangguan kulit lainnya.



Jika ketombe tidak membaik setelah melakukan perawatan mandiri, pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit dapat membantu mengetahui penyebab dan menentukan pengobatan yang tepat.

American Academy of Dermatology

2. Kulit Kepala Terasa Gatal dan Mengalami Kemerahan

Ketombe yang disertai rasa gatal berlebihan dan kemerahan pada kulit kepala sebaiknya tidak diabaikan. Gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya peradangan, termasuk dermatitis seboroik.

Dermatitis seboroik dapat menyebabkan kulit kepala bersisik, terasa gatal, serta mengalami perubahan warna atau kemerahan. Kondisi ini juga bisa muncul di area lain, seperti alis, sekitar hidung, dan belakang telinga.



Apabila rasa gatal semakin mengganggu atau peradangan meluas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh penanganan yang sesuai.

American Academy of Dermatology

3. Muncul Sisik Tebal dan Berwarna Keperakan

Serpihan kulit kepala yang semakin tebal, kering, dan berwarna putih keperakan bisa menjadi salah satu tanda psoriasis kulit kepala.

Berbeda dengan ketombe biasa, psoriasis dapat menimbulkan bercak tebal, kulit yang meradang, rasa gatal, hingga kulit kepala pecah-pecah dan berdarah akibat garukan.



Kondisi ini terkadang meluas hingga melewati garis rambut dan dapat muncul pada bagian tubuh lain, seperti siku atau lutut. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk membedakan psoriasis dari gangguan kulit kepala lainnya.

American Academy of Dermatology

4. Kulit Kepala Mengalami Luka atau Berdarah

Kebiasaan menggaruk kulit kepala secara berlebihan akibat rasa gatal dapat menyebabkan iritasi, luka, bahkan perdarahan. Kondisi ini juga berisiko memperburuk peradangan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.

Jika kulit kepala mulai mengalami luka, muncul kerak yang tidak biasa, terasa nyeri, atau mengeluarkan cairan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah kondisi semakin parah.



5. Ketombe Disertai Kerontokan Rambut

Ketombe yang disertai kerontokan rambut berlebihan juga perlu diwaspadai. Peradangan pada kulit kepala, garukan yang terlalu keras, maupun kondisi tertentu seperti psoriasis dapat menyebabkan rambut rontok sementara.

Selain itu, infeksi jamur pada kulit kepala juga dapat menyebabkan rambut patah, kerontokan berbentuk bercak, dan kulit kepala bersisik.

Jika kerontokan terjadi secara tidak biasa, semakin meluas, atau disertai rasa nyeri dan peradangan, pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Cara Mengatasi Ketombe yang Tidak Kunjung Hilang



Selain mengenali gejalanya, menjaga kesehatan kulit kepala juga menjadi langkah penting untuk membantu mengendalikan ketombe. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

Selain mengenali gejalanya, menjaga kesehatan kulit kepala juga menjadi langkah penting untuk membantu mengendalikan ketombe. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

Gunakan sampo antiketombe yang sesuai. Pilih produk dengan bahan aktif seperti ketokonazol, selenium sulfida, atau zinc pyrithione, sesuai ketersediaan dan petunjuk pemakaian.

Cuci rambut secara teratur. Sesuaikan frekuensi keramas dengan jenis rambut dan kondisi kulit kepala agar minyak serta kotoran tidak menumpuk.

Hindari menggaruk kulit kepala. Menggaruk terlalu keras dapat menyebabkan iritasi, luka, dan memperburuk peradangan.



Hindari produk yang menyebabkan iritasi. Hentikan penggunaan produk perawatan rambut yang menimbulkan rasa perih, gatal, atau kemerahan.

Konsultasikan dengan dokter. Jika ketombe tidak membaik dengan perawatan mandiri, dokter dapat menentukan apakah diperlukan sampo obat atau pengobatan lainnya.

American Academy of Dermatology

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Ketombe ringan umumnya dapat ditangani dengan perawatan mandiri. Namun, pemeriksaan medis disarankan jika ketombe tidak kunjung membaik meskipun sudah menggunakan sampo antiketombe sesuai petunjuk, terasa sangat gatal, menyebabkan luka, disertai kerontokan rambut, atau muncul bersama peradangan yang meluas.



Dokter spesialis kulit dan kelamin dapat memeriksa kondisi kulit kepala untuk memastikan apakah keluhan disebabkan oleh ketombe biasa, dermatitis seboroik, psoriasis, infeksi jamur, atau gangguan kulit lainnya.

Kesimpulan

Ketombe yang tidak kunjung hilang bukan selalu sekadar masalah kebersihan rambut. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan kulit kepala yang memerlukan penanganan khusus, terutama jika disertai rasa gatal berlebihan, kemerahan, sisik tebal, luka, atau kerontokan rambut.

Menjaga kebersihan kulit kepala, menggunakan sampo yang sesuai, dan menghindari kebiasaan menggaruk dapat membantu mengurangi keluhan. Jika gejala menetap atau semakin parah, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memperoleh diagnosis dan perawatan yang tepat.