Selasa, 21 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenali Gagal Ginjal, Silent Killer yang Semakin Tinggi Kasusnya

RAU - Friday, 17 April 2026 | 02:31 PM

Background
Kenali Gagal Ginjal, Silent Killer yang Semakin Tinggi Kasusnya

Ginjal adalah organ vital yang bekerja tanpa henti setiap hari.


Fungsinya bukan hanya membuang urine, tetapi juga:

•menyaring limbah dan racun dari darah

•menjaga keseimbangan cairan tubuh



•mengatur kadar elektrolit seperti natrium dan kalium

•membantu mengontrol tekanan darah

••memproduksi hormon pembentuk sel darah merah


Ketika fungsi ini menurun secara signifikan, kondisi tersebut disebut gagal ginjal.




Secara umum, gagal ginjal dibagi menjadi dua:

1. Gagal Ginjal Akut

Terjadi mendadak, biasanya dalam hitungan jam atau hari.

Penyebabnya bisa karena:



•dehidrasi berat

•infeksi berat

•efek obat tertentu

•sumbatan saluran kemih




Kondisi ini kadang masih bisa pulih jika penyebabnya segera diatasi.


2. Gagal Ginjal Kronis

Ini yang paling banyak menjadi perhatian.

Terjadi perlahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.



Pada tahap awal, sering kali tanpa gejala yang jelas.

Karena itulah banyak pasien baru terdiagnosis saat sudah membutuhkan cuci darah.


Gejala yang Perlu Dikenali

Gejala gagal ginjal tidak selalu muncul di awal.




Namun beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

•tubuh mudah lelah

•bengkak di kaki atau wajah

•urine berbusa



•frekuensi buang air kecil berubah

•mual dan muntah

•kulit gatal

•tekanan darah tinggi

•sesak napas




Pada tahap lanjut, limbah seperti ureum dan kreatinin menumpuk dalam darah sehingga tubuh terasa semakin lemah.


Penyebab Paling Sering di Indonesia




Dua penyebab terbesar adalah:

1.Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama merusak pembuluh darah halus di ginjal.

Menurut data Kemenkes, nefropati diabetik menyumbang sekitar 52% penyebab penyakit ginjal kronis.




2.Hipertensi

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak filter ginjal.

Data juga menunjukkan sekitar 24% kasus terkait hipertensi.


Ini yang membuat gagal ginjal sering disebut berkaitan erat dengan penyakit tidak menular.




Kasus di Indonesia

Ini bagian yang sangat penting.

Kasus gagal ginjal di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.



Menurut data Kementerian Kesehatan, beban pembiayaan BPJS untuk gagal ginjal naik dari Rp 2,32 triliun pada 2019 menjadi Rp 13,38 triliun pada 2025, atau meningkat sekitar 476,2%.


Angka ini menunjukkan bukan hanya biaya yang naik, tetapi juga jumlah pasien yang membutuhkan perawatan seperti hemodialisis atau cuci darah.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes juga menyebut gagal ginjal sebagai salah satu penyakit dengan kenaikan tertinggi dibanding stroke, kanker, dan penyakit jantung.




Kenapa Disebut Silent Killer?


Karena pada stadium awal, banyak orang merasa sehat.

Tidak ada rasa nyeri khusus pada ginjal.

Akibatnya, pasien sering datang terlambat saat fungsi ginjal sudah menurun berat.



Sering kali baru ketahuan setelah pemeriksaan:

•ureum

•kreatinin

•laju filtrasi ginjal (eGFR)




Siapa yang Harus Lebih Waspada?


Kelompok risiko tinggi:

•penderita diabetes

•penderita hipertensi



•usia di atas 40 tahun

•obesitas

•riwayat keluarga penyakit ginjal

•konsumsi obat nyeri jangka panjang tanpa pengawasan




Cara Mencegah


Pencegahan paling penting adalah mengendalikan faktor risiko.

•Kontrol gula darah

•Kontrol tekanan darah



•Cukup minum air

•Batasi garam

•Hindari rokok

•Cek fungsi ginjal berkala




Gagal ginjal bukan penyakit yang datang tiba-tiba.

Sering kali ia berkembang perlahan tanpa gejala jelas.

Di Indonesia, kasusnya terus meningkat dan menjadi beban kesehatan yang besar.

Karena itu, kesadaran dini terhadap diabetes, hipertensi, dan pemeriksaan rutin sangat penting.