Jangan Salahkan Jeroan Saja, Ini Penyebab Asam Urat Naik Saat Iduladha
RAU - Saturday, 30 May 2026 | 09:44 AM


Saat perayaan Iduladha, pola konsumsi makanan banyak orang cenderung berubah drastis. Aneka olahan daging seperti sate, gulai, tongseng, hingga semur kerap disantap dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Ditambah minuman manis dan kurangnya konsumsi air putih, kondisi ini dapat memicu peningkatan kadar asam urat tanpa disadari.
Banyak orang menganggap jeroan sebagai satu-satunya penyebab asam urat. Padahal, kenaikan kadar asam urat sering kali dipengaruhi kombinasi berbagai faktor, mulai dari konsumsi makanan tinggi purin, minuman tinggi gula, hingga kebiasaan makan berlebihan dalam waktu singkat.
Ketika kadar asam urat dalam darah meningkat, kristal-kristal kecil dapat terbentuk dan menumpuk di persendian. Kondisi ini dapat memicu serangan gout yang ditandai dengan nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, rasa panas pada sendi, hingga kesulitan bergerak.
Penyebab Asam Urat Naik Setelah Iduladha
1. Konsumsi Daging Merah dan Jeroan Secara Bersamaan
Daging sapi, kambing, dan berbagai jenis jeroan mengandung purin yang cukup tinggi. Saat keduanya dikonsumsi dalam satu waktu, jumlah purin yang masuk ke tubuh meningkat secara signifikan.
Jeroan seperti hati, ginjal, limpa, paru, dan otak termasuk kelompok makanan dengan kandungan purin sangat tinggi. Jika dikombinasikan dengan sate atau gulai daging, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengolah purin yang berlebihan.
2. Makan Daging Disertai Minuman Manis
Teh manis, sirop, minuman bersoda, maupun minuman kemasan sering menjadi pelengkap hidangan Iduladha. Padahal, kandungan fruktosa dalam minuman manis dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh.
Saat fruktosa diproses, tubuh menghasilkan lebih banyak asam urat sehingga risikonya semakin besar jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi purin.
3. Makanan Bersantan dan Gorengan Menambah Beban Metabolisme
Selain tinggi kalori, makanan bersantan dan gorengan dapat menghambat proses pembuangan asam urat oleh ginjal. Akibatnya, kadar asam urat dalam darah lebih mudah meningkat.
Konsumsi makanan berlemak secara berlebihan juga berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas dan gangguan metabolisme yang dapat memperparah kondisi asam urat.
4. Kurang Minum Air Putih
Saat sibuk berkumpul bersama keluarga atau kerabat, banyak orang lupa memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Padahal, air putih berperan penting membantu ginjal mengeluarkan asam urat melalui urine.
Kekurangan cairan atau dehidrasi membuat konsentrasi asam urat dalam darah meningkat sehingga kristal lebih mudah terbentuk di area persendian.
5. Makan Berlebihan dalam Waktu Singkat
Selama Iduladha, tidak sedikit orang yang mengonsumsi berbagai olahan daging sejak pagi hingga malam selama beberapa hari berturut-turut.
Lonjakan asupan protein hewani, lemak, dan kalori dalam waktu singkat dapat membuat sistem metabolisme bekerja lebih berat, sehingga berpotensi meningkatkan kadar asam urat serta memicu peradangan.
6. Kurang Tidur dan Minim Aktivitas Fisik
Selain pola makan, gaya hidup juga memengaruhi risiko serangan asam urat. Tidur larut malam, kurang bergerak, dan terlalu lama duduk setelah makan dapat mengganggu metabolisme tubuh.
Sebaliknya, aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah makan dapat membantu proses metabolisme dan mengurangi risiko ketidaknyamanan pada persendian.
7. Cara Mengurangi Risiko Asam Urat Saat Iduladha
Agar tetap bisa menikmati hidangan Iduladha tanpa khawatir kadar asam urat melonjak, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
- Batasi konsumsi jeroan.
- Hindari mengonsumsi terlalu banyak daging merah dalam satu waktu.
- Perbanyak minum air putih.
- Kurangi minuman manis.
- Perbanyak konsumsi sayur dan buah.
- Hindari makan berlebihan.
- Tetap aktif bergerak setelah makan.
Bagi mereka yang memiliki riwayat asam urat, diabetes, hipertensi, obesitas, atau gangguan ginjal, pengaturan pola makan selama Iduladha menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah serangan gout.
Next News

Misteri di Balik Wangi dan Gurihnya Tempe, Ternyata Ini Rahasia Rasa Ikoniknya
in 2 hours

Kuda Laut Jantan Bisa Hamil, Bagaimana Proses Unik Reproduksinya?
in 2 hours

Kincung dan Kecombrang, Apakah Sebenarnya Tanaman yang Sama? Ini Penjelasannya
in 2 hours

Fenomena Risol Mayo, dari Jajanan Rumahan hingga Jadi Kuliner Favorit di Media Sosial
in 32 minutes

Mengapa Domba Memiliki Bulu Tebal? Ternyata Bukan Sekadar untuk Menghangatkan Tubuh
in 27 minutes

Kenapa Kucing Tiba-Tiba Datang ke Rumah? Bisa Jadi Karena Merasa Aman dan Menemukan Makanan
in 22 minutes

Apakah Semua Burung Camar Hidup di Dekat Laut? Ternyata Bisa Ditemukan Jauh dari Pantai
in 17 minutes

Bukan Cuma Tempat Menanam Padi, Ini Beragam Hewan yang Hidup di Ekosistem Sawah
in 12 minutes

Bendungan Bukan Sekadar Tempat Wisata, Ini Beragam Perannya bagi Kehidupan Masyarakat
in 7 minutes

Mengapa Mata dan Hidung Aligator Berada di Atas Kepala? Ini Fungsi Pentingnya
in 2 minutes





