Sabtu, 4 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jangan Asal Beli, Ini Tips Memilih Pakaian yang Awet dan Bahannya Sesuai Kebutuhan

Nanda - Saturday, 04 April 2026 | 08:17 AM

Background
Jangan Asal Beli, Ini Tips Memilih Pakaian yang Awet dan Bahannya Sesuai Kebutuhan

Jangan cuma lihat model, lihat juga kebutuhan pemakaiannya

Memilih pakaian yang bagus sebenarnya dimulai dari pertanyaan sederhana: pakaian ini mau dipakai untuk apa? Baju untuk kerja, santai, traveling, olahraga, atau cuaca panas tentu tidak bisa disamakan. REI menjelaskan bahwa pilihan bahan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan seperti breathability, kemampuan mengatur kelembapan, dan kenyamanan saat dipakai beraktivitas. Jadi, sebelum tergoda model yang menarik, lebih aman menentukan dulu fungsi pakaiannya.

Katun cocok untuk harian karena nyaman dan mudah dipakai

Kalau mencari pakaian yang terasa ringan untuk dipakai sehari-hari, katun sering jadi pilihan aman. REI menyebut katun memiliki kelebihan berupa rasa lembut, breathable, tahan lama, serbaguna, dan mudah dirawat. Karena itu, katun biasanya cocok untuk kaus, kemeja santai, atau pakaian rumahan. Namun, katun juga punya kekurangan: bahan ini tidak secepat poliester atau nilon dalam mengeringkan kelembapan, jadi kurang ideal untuk aktivitas yang sangat banyak keringat.

Poliester dan nilon lebih cocok untuk yang aktif

Bagi yang sering bergerak, bepergian, atau butuh pakaian yang cepat kering, poliester dan nilon sering terasa lebih praktis. REI menjelaskan bahwa bahan sintetis seperti poliester dan nilon unggul dalam menyerap dan memindahkan keringat dari tubuh serta cepat kering. Karena itu, bahan ini banyak dipakai untuk pakaian olahraga, pakaian luar ruang, atau baju yang sering dipakai bepergian. Kekurangannya, bahan sintetis cenderung lebih mudah menahan bau dibanding beberapa bahan alami.

Wol, terutama merino, nyaman untuk udara dingin dan tetap terasa "bernapas"

Kalau kebutuhanmu adalah pakaian untuk udara sejuk atau dingin, wol bisa jadi pilihan yang lebih pas. REI menyebut merino wool dikenal lembut, breathable, membantu mengatur kelembapan, cukup cepat kering, dan tidak mudah menyimpan bau. Karena itu, bahan ini sering disukai untuk cuaca dingin atau aktivitas luar ruang. Hanya saja, pakaian berbahan wol biasanya butuh perhatian lebih dalam perawatan dan sering kali harganya lebih tinggi.

Campuran bahan sering jadi jalan tengah yang menarik

Tidak semua pakaian harus berbahan 100 persen katun atau 100 persen sintetis. REI menjelaskan bahwa campuran katun dan poliester sering dipakai untuk mencari titik tengah antara kenyamanan dan performa. Hasilnya, pakaian bisa tetap terasa nyaman di kulit tetapi lebih praktis dibanding katun murni. Untuk pembeli awam, bahan campuran ini sering jadi pilihan aman karena tidak terlalu "rewel" dan tetap nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.



Pakaian yang awet biasanya juga punya label perawatan yang jelas

Hal yang sering diabaikan saat membeli pakaian adalah label perawatan. Padahal FTC menegaskan label perawatan pada pakaian penting bagi konsumen, dan instruksi itu harus memberi panduan yang jika diikuti tidak menimbulkan kerusakan berarti pada produk. Artinya, label seperti "cuci tangan", "jangan setrika", atau "dry clean" bukan sekadar formalitas. Semakin rumit perawatannya, semakin besar kemungkinan pakaian cepat rusak kalau kita asal cuci. Jadi, sebelum membeli, cek dulu apakah kamu siap merawatnya sesuai petunjuk.

Simbol pada label ternyata penting untuk umur pakaian

Banyak orang memotong label pakaian tanpa pernah membacanya. Padahal American Cleaning Institute menjelaskan simbol perawatan membantu kita memahami suhu cuci, boleh tidaknya memakai pemutih, cara pengeringan, sampai suhu setrika. Mereka juga merangkum prinsip sederhana bahwa semakin banyak titik berarti semakin tinggi panas, dan semakin banyak garis berarti perlu perlakuan lebih lembut. Buat pakaian yang ingin awet, memahami simbol kecil ini justru sangat membantu.

Jahitan dan detail kecil juga menentukan

Selain bahan, pakaian yang awet biasanya terlihat dari detail fisiknya. Meski sumber yang saya pakai lebih banyak membahas bahan dan perawatan, secara praktis daya tahan pakaian juga bisa dilihat dari jahitan yang rapi, benang yang tidak mudah lepas, bagian kerah dan ujung lengan yang tidak tipis, serta kain yang tidak terlalu menerawang bila memang seharusnya tebal. Ini merupakan inferensi praktis dari prinsip dasar memilih pakaian berdasarkan daya pakai dan perawatan: bahan bagus akan lebih optimal jika konstruksi pakaiannya juga rapi.

Sesuaikan bahan dengan cuaca dan kebiasaanmu

Untuk cuaca panas, REI menekankan pentingnya breathability, bobot kain yang ringan, dan kemampuan kain membantu penguapan kelembapan. Bahan yang lebih tipis, tenunan yang lebih terbuka, dan potongan yang nyaman biasanya terasa lebih adem. Sebaliknya, untuk cuaca lebih dingin atau aktivitas luar ruang, bahan yang mampu menjaga kehangatan dan tetap mengatur kelembapan akan lebih berguna. Jadi, pakaian awet bukan cuma yang tahan lama, tetapi juga yang memang cocok dipakai dalam situasi yang sesuai.

Tips sederhana agar tidak salah pilih

Kalau ingin aman, ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat belanja: pegang kainnya dan rasakan apakah nyaman di kulit, cek komposisi bahannya, baca label perawatannya, lalu bayangkan apakah pakaian itu cocok dengan aktivitas harianmu. Untuk pakaian santai, katun atau campuran katun biasanya aman. Untuk pakaian aktif, poliester atau nilon lebih praktis. Untuk cuaca dingin, wol atau merino bisa dipertimbangkan. Dan yang tidak kalah penting, jangan beli pakaian yang perawatannya terlalu rumit kalau kamu tahu tidak akan telaten merawatnya.