Istimewanya Kurma Ajwa
Tata - Wednesday, 18 February 2026 | 11:56 AM


Kurma Ajwa berasal dari wilayah Madinah, salah satu kota suci umat Islam.Kurma Ajwa konon adalah kurma favorit Nabi Muhammad ﷺ.
Beberapa riwayat dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim menyebutkan keutamaan mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari,yang rutin dilakukan Nabi.
Karena itu, kurma ini sering dijuluki "kurma nabi".
Secara historis, budidaya kurma di Madinah telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Oase-oase di wilayah Hijaz menjadi pusat pertanian penting di Jazirah Arab. Kurma menjadi komoditas utama karena mampu bertahan di iklim gurun yang ekstrem.
Ajwa dipercaya sebagai salah satu varietas lokal tertua yang tetap dipertahankan kualitas genetiknya oleh para petani di Madinah secara turun-temurun.
Kurma Ajwa tumbuh di wilayah sekitar Madinah yang memiliki karakteristik unik:
1. Tanah Vulkanik (Harrat)
Madinah dikelilingi oleh area lava vulkanik yang dikenal sebagai Harrat. Tanah vulkanik ini kaya mineral dan memiliki struktur yang baik untuk pertumbuhan pohon kurma.
Komposisi mineral tanah diyakini memengaruhi tekstur lembut serta rasa manis ringan khas kurma Ajwa.
2. Iklim Gurun Panas
Wilayah Madinah memiliki:
Suhu musim panas bisa mencapai lebih dari 40°C
Curah hujan sangat rendah
Kelembapan rendah
Pohon kurma (Phoenix dactylifera) sangat adaptif terhadap kondisi panas ekstrem dan mampu menyerap air dari sistem irigasi oase atau sumur bawah tanah.
3. Sistem Irigasi Tradisional
Sejak zaman dahulu, petani di Madinah menggunakan sistem sumur dan irigasi sederhana untuk menjaga kelembapan tanah. Saat ini, metode modern seperti irigasi tetes juga diterapkan untuk menjaga kualitas hasil panen.
Proses Pertumbuhan dan Panen
Pohon kurma Ajwa mulai berbuah setelah 3–5 tahun masa tanam. Buah berkembang melalui beberapa tahap:
-Kimri (buah muda, hijau)
-Khalal (mulai menguning/merah tergantung varietas)
-Rutab (setengah matang, lebih lunak)
-Tamar (matang sempurna, siap konsumsi)
Ajwa dipanen saat tahap tamar, ketika warna sudah hitam pekat dan tekstur lembut.
Musim panen biasanya berlangsung antara Juli hingga September.
Mengapa Ajwa Hanya dari Madinah?
Secara teknis, varietas kurma bisa ditanam di tempat lain dengan iklim serupa. Namun, Ajwa yang diakui kualitas premium dan nilai historisnya berasal dari Madinah.
Faktor yang membuatnya khas:
Kondisi tanah vulkanik spesifik,
Iklim gurun Hijaz,
Tradisi budidaya turun-temurun, dan
Nilai religius yang melekat.
Karena itu, Ajwa asli Madinah memiliki harga lebih tinggi dibanding varietas kurma lain.
Kesimpulan
Kurma Ajwa bukan hanya buah kering dengan rasa khas, tetapi juga produk dari sejarah panjang pertanian gurun di Madinah. Kombinasi tanah vulkanik, iklim ekstrem, serta tradisi budidaya turun-temurun menjadikannya salah satu varietas kurma paling dihargai di dunia Muslim.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
5 hours ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
5 hours ago

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
6 hours ago

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
6 hours ago

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
6 hours ago

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
6 hours ago

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
6 hours ago

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
6 hours ago

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
6 hours ago

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
6 hours ago




