Rabu, 23 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Influenza A Meningkat di Indonesia, IDAI Ingatkan Risiko Komplikasi pada Anak

RAU - Wednesday, 23 September 2026 | 07:37 PM

Background
Influenza A Meningkat di Indonesia, IDAI Ingatkan Risiko Komplikasi pada Anak

Kasus influenza A dilaporkan mengalami peningkatan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Kesehatan menyebut subtipe influenza A H3N2 subklad K telah ditemukan di 13 provinsi. Peningkatan aktivitas influenza juga terjadi di kawasan Asia Tenggara.

Melihat kondisi tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta orangtua lebih waspada terhadap infeksi influenza pada anak. Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr Hikari Ambara Sjakti, mengatakan anak termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami influenza bergejala karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang.

Anak yang terinfeksi juga dapat menularkan virus dalam jumlah lebih banyak dan dalam waktu yang lebih lama. Penularan bahkan dapat terjadi sekitar 24 jam sebelum gejala muncul hingga beberapa hari setelahnya. Karena itu, anak yang sedang sakit sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak dibawa ke sekolah atau tempat bermain.

Influenza pada anak tidak selalu berlangsung ringan. Menurut Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia, memburuknya asma, miokarditis, hingga ensefalopati, terutama pada anak yang memiliki faktor risiko.

Data IDAI menunjukkan sekitar 5 persen anak yang terkena influenza membutuhkan perawatan di rumah sakit. Sebagian besar kasus tersebut terjadi pada anak usia sangat muda, terutama bayi di bawah 2 tahun. Anak berusia di bawah 5 tahun juga termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.



Untuk mengurangi risiko penularan, orangtua dianjurkan mengajarkan anak etika batuk, rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat diperlukan, serta memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Vaksinasi influenza setiap tahun juga direkomendasikan untuk anak mulai usia 6 bulan.

Jika anak sudah terinfeksi, orangtua dapat memastikan anak cukup beristirahat, mendapatkan cairan yang cukup, serta memberikan obat penurun demam sesuai anjuran. Obat antivirus seperti oseltamivir harus diberikan berdasarkan evaluasi dan resep dokter.

Orangtua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak kunjung membaik, penurunan kesadaran, atau dehidrasi.