Rabu, 22 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Hoarding Disorder: Si Penumpuk Barang

Nanda - Tuesday, 17 March 2026 | 08:59 AM

Background
Hoarding Disorder: Si Penumpuk Barang

Pernah melihat rumah yang penuh barang sampai sulit berjalan?

Atau mungkin…

kamu sendiri pernah merasa berat sekali membuang sesuatu, bahkan yang sebenarnya sudah tidak terpakai?

Di titik tertentu, kebiasaan ini bisa berkembang menjadi kondisi yang disebut:

Hoarding Disorder.



*Apa Itu Hoarding Disorder?*

Dalam dunia Psikologi, Hoarding Disorder adalah gangguan yang ditandai dengan:

•kesulitan ekstrem membuang barang

•keinginan kuat untuk menyimpan semua hal

•rasa cemas atau tertekan saat harus membuang sesuatu.




Akibatnya, barang menumpuk hingga:

•mengganggu ruang hidup

•menyulitkan aktivitas sehari-hari

•bahkan bisa membahayakan (misalnya risiko kebakaran).



Orang dengan Hoarding Disorder bukan:

•pemalas

•tidak peduli kebersihan

Mereka justru sering merasa:

•cemas



•takut kehilangan

•sangat terikat secara emosional

Dalam banyak kasus, mereka sadar rumahnya penuh…

tapi tidak mampu menghentikan kebiasaan itu.

Kenapa Bisa Terjadi?



Dalam penelitian Psikologi, ada beberapa penyebab utama:

1. Keterikatan Emosional Berlebihan

Barang dianggap memiliki nilai sentimental yang tinggi.

Bahkan benda kecil seperti:

-tiket lama



-botol kosong

-kertas bekas

bisa terasa "terlalu berharga" untuk dibuang.

2. Trauma Masa Lalu

Orang yang pernah mengalami:



-kehilangan besar

-kekurangan ekonomi

-peristiwa emosional berat

-cenderung lebih sulit melepaskan barang.

Karena bagi mereka, menyimpan = bentuk perlindungan diri.



3. Gangguan Pengambilan Keputusan

Penderita sering merasa:

-bingung menentukan mana yang penting

takut salah membuang

Akhirnya… semuanya disimpan.



4. Rasa Aman dari Barang

Dalam teori Attachment Theory, manusia bisa membentuk "ikatan" dengan benda.

Barang menjadi seperti:

-teman

-pelindung



-pengingat identitas diri

Apa Bedanya dengan Sekadar "Suka Menyimpan"?

Ini yang sering bikin bingung.

Dilihat dari batasannya

•• Normal:



masih bisa memilah

rumah tetap rapi

menyimpan karena kenangan

••Mengarah ke Hoarding Disorder:

•tidak bisa membuang sama sekali



•barang menumpuk tanpa kontrol

••kehidupan terganggu

*Dampak yang Sering Tidak Terlihat*

Selain fisik, dampaknya juga ke mental:

•stres dan kecemasan



•rasa malu

•menarik diri dari lingkungan sosial

Bahkan, dalam beberapa kasus, hubungan keluarga bisa terganggu.

*Bisakah Disembuhkan?*

Kabar baiknya: bisa dikelola dan ditangani.



Pendekatan yang umum digunakan:

•Terapi perilaku kognitif (CBT)

•Latihan pengambilan keputusan

•Pendampingan bertahap untuk mengurangi barang

Yang paling penting:



bukan memaksa membuang…

tapi memahami alasan di baliknya.

*Cara Membantu (Jika Ada di Sekitar Kita)*

Kalau kamu menemukan orang dengan kondisi ini:

-Jangan menghakimi



-jangan langsung membuang barangnya

-ajak bicara dengan empati

-bantu pelan-pelan, bukan sekaligus.

Karena bagi mereka,

setiap barang punya "cerita".



Kadang yang terlihat seperti "tumpukan barang",

sebenarnya adalah

tumpukan rasa yang belum selesai.

Dan Hoarding Disorder mengingatkan kita bahwa

manusia tidak hanya menyimpan benda—



tapi juga menyimpan luka, kenangan, dan rasa aman.

Tags