Sabtu, 19 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Hindari Minuman Manis dan Kafein Saat Cuaca Panas, Ini Alasannya

RAU - Friday, 18 September 2026 | 02:39 PM

Background
Hindari Minuman Manis dan Kafein Saat Cuaca Panas, Ini Alasannya

Cuaca panas saat musim kemarau membuat minuman dingin dan manis terasa sangat menggoda. Segelas es teh, kopi dingin, atau minuman manis lainnya mungkin terasa menyegarkan. Namun, minuman tersebut tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Dokter spesialis gizi Putri Sakti menjelaskan bahwa minuman berkafein maupun tinggi gula tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh terhadap air putih. Dalam kondisi cuaca panas, konsumsi jenis minuman tertentu bahkan dapat meningkatkan risiko kekurangan cairan.

1. Kafein dapat meningkatkan pengeluaran cairan

Kopi dan teh pekat merupakan beberapa contoh minuman yang mengandung kafein. Zat tersebut memiliki efek diuretik ringan yang dapat merangsang ginjal mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urine.

Dalam kondisi normal, konsumsi kafein dalam jumlah wajar tidak serta-merta menyebabkan dehidrasi. Namun, ketika tubuh menghadapi suhu panas dan kehilangan banyak cairan melalui keringat, kebutuhan untuk mencukupi asupan cairan menjadi semakin penting.

Karena itu, minuman berkafein sebaiknya tidak dijadikan pengganti utama air putih ketika tubuh membutuhkan cairan.



2. Minuman tinggi gula juga bukan pilihan utama

Minuman dengan kandungan gula tinggi juga sebaiknya tidak diandalkan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kandungan gula yang tinggi dapat memengaruhi perpindahan cairan dalam tubuh dan membuat rasa haus lebih cepat muncul.

Jika cuaca sedang terik, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Minuman manis boleh dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan, tetapi bukan sebagai pengganti kebutuhan hidrasi harian.

3. Batasi minuman energi saat cuaca panas

Minuman energi perlu mendapat perhatian khusus karena beberapa produknya mengandung kombinasi kafein dan gula dalam jumlah tinggi.

Menurut Putri, kombinasi tersebut dapat memberikan beban tambahan bagi kerja tubuh, termasuk jantung dan ginjal, terutama ketika tubuh sedang menghadapi suhu lingkungan yang tinggi.

Oleh sebab itu, jangan menjadikan minuman energi sebagai solusi utama untuk mengatasi rasa haus saat beraktivitas di bawah terik matahari.



Cara Mencegah Dehidrasi Saat Cuaca Panas

Selain memperhatikan jenis minuman, ada beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama musim kemarau.

1. Jangan menunggu sampai haus

Rasa haus merupakan salah satu tanda bahwa tubuh membutuhkan cairan. Namun, kebiasaan menunggu hingga sangat haus sebelum minum sebaiknya dihindari, terutama ketika sedang beraktivitas di tempat yang panas.

Usahakan minum secara berkala sepanjang hari. Kebutuhan cairan juga dapat meningkat ketika seseorang melakukan aktivitas fisik atau berada di bawah paparan matahari dalam waktu lama.

2. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi

Memiliki target asupan cairan harian dapat membantu menjaga kebiasaan minum. Jumlah kebutuhan setiap orang dapat berbeda tergantung kondisi tubuh, aktivitas, lingkungan, serta faktor kesehatan tertentu.

Salah satu cara sederhana untuk menjaga asupan adalah membawa botol minum sendiri sehingga air putih lebih mudah tersedia sepanjang hari. Saat beraktivitas berat atau berada di lingkungan yang sangat panas, kebutuhan cairan juga dapat meningkat.



3. Pilih buah dan sayuran yang kaya air

Cairan tidak hanya diperoleh dari minuman. Beberapa buah dan sayuran juga memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Semangka, melon, jeruk, timun, dan selada merupakan beberapa contohnya. Makanan berkuah seperti sup bening juga dapat memberikan tambahan cairan.

Semangka, misalnya, memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga cocok menjadi salah satu pilihan makanan ketika cuaca panas.

4. Gunakan pakaian yang nyaman

Menjaga hidrasi bukan hanya berkaitan dengan apa yang dikonsumsi. Pakaian yang digunakan juga dapat membantu tubuh menghadapi cuaca panas.

Pilih pakaian yang ringan, longgar, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Bahan seperti katun dapat menjadi pilihan yang nyaman. Warna pakaian yang lebih terang juga dapat membantu mengurangi penyerapan panas dibandingkan warna yang lebih gelap.



Saat berada di luar ruangan, gunakan perlindungan tambahan seperti topi bertepi lebar, payung, kacamata hitam, dan tabir surya.

Mengapa Cuaca Panas Bisa Memicu Dehidrasi?

Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh secara alami mengeluarkan lebih banyak keringat sebagai mekanisme untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Selain kehilangan cairan melalui keringat, tubuh juga kehilangan air melalui kulit dan pernapasan. Kehilangan cairan yang tidak selalu disadari ini dikenal sebagai insensible water loss.

Jika cairan yang keluar tidak segera digantikan melalui asupan yang cukup, tubuh dapat mengalami defisit cairan. Kondisi inilah yang kemudian dapat menyebabkan dehidrasi.

Karena itu, ketika cuaca panas atau musim kemarau berlangsung, penting untuk lebih memperhatikan asupan cairan. Jangan hanya mengandalkan minuman dingin atau manis untuk menghilangkan dahaga. Pastikan air putih tetap menjadi bagian utama dari kebiasaan minum sehari-hari.