Gulali Rambut Nenek, Jajanan Tipis seperti Kapas yang Pernah Populer di Kalangan Anak-Anak
Laila - Monday, 12 October 2026 | 12:20 PM


Gulali rambut nenek merupakan salah satu jajanan tradisional yang pernah populer di kalangan anak-anak Indonesia. Camilan ini memiliki bentuk unik berupa serat-serat tipis yang menggumpal menyerupai rambut atau kapas. Warnanya biasanya putih, krem, atau merah muda, dengan cita rasa manis yang menjadi ciri khasnya.
Bagi sebagian orang, gulali rambut nenek bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga bagian dari kenangan masa kecil. Jajanan ini dahulu kerap ditemukan di lingkungan sekolah, pasar tradisional, maupun tempat anak-anak berkumpul. Bentuknya yang berbeda dari permen biasa membuat banyak anak tertarik untuk mencicipinya.
Gulali rambut nenek juga sering disajikan bersama kerupuk tipis berwarna merah muda. Perpaduan tekstur gulali yang lembut dan kerupuk yang renyah menciptakan sensasi berbeda saat dimakan. Kombinasi inilah yang membuat jajanan tersebut memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan camilan manis lainnya.
Asal-Usul Nama Gulali Rambut Nenek
Nama rambut nenek muncul karena bentuk gulali yang menyerupai helaian rambut berwarna putih atau keabu-abuan. Serat-seratnya terlihat halus dan tipis, sehingga menghasilkan tampilan yang berbeda dari gulali berbentuk padat atau menyerupai permen.
Di sejumlah daerah, jajanan ini juga dikenal dengan sebutan yang berbeda. Perbedaan nama tersebut biasanya mengikuti kebiasaan masyarakat setempat dalam menyebut makanan tradisional.
Meskipun memiliki nama yang terkesan unik, bahan dasar gulali rambut nenek umumnya berupa gula yang diolah hingga menghasilkan tekstur berserat. Proses pembuatannya membutuhkan keterampilan agar gula dapat dibentuk menjadi helaian tipis yang tidak mudah menggumpal.
Dibuat dari Gula dengan Teknik Khusus
Pembuatan gulali rambut nenek memerlukan proses pengolahan gula yang cukup berbeda dari pembuatan permen biasa. Gula dipanaskan hingga mencapai kondisi tertentu, kemudian diolah melalui teknik penarikan atau pembentukan serat agar menghasilkan tekstur tipis menyerupai rambut.
Proses tersebut membutuhkan ketelitian karena suhu dan kondisi gula memengaruhi hasil akhir. Jika pengolahannya tidak tepat, tekstur gulali bisa menjadi terlalu keras, menggumpal, atau sulit dibentuk menjadi serat halus.
Setelah selesai dibuat, gulali biasanya disimpan dengan cara yang tepat agar tidak mudah terkena kelembapan. Kandungan gula yang mudah menyerap air dari lingkungan dapat membuat teksturnya berubah, sehingga camilan ini perlu dijaga dalam kondisi penyimpanan yang sesuai.
Kerupuk Menjadi Pasangan yang Ikonik
Salah satu hal yang membuat gulali rambut nenek mudah dikenali adalah penyajiannya bersama kerupuk tipis berwarna merah muda. Kerupuk tersebut biasanya digunakan untuk menjepit gulali sehingga lebih mudah dipegang dan dimakan.
Tekstur kerupuk yang renyah berpadu dengan gulali yang lembut dan manis. Perbedaan tekstur ini memberikan pengalaman makan yang khas dan menjadi salah satu alasan jajanan tersebut mudah diingat oleh orang yang pernah mencobanya.
Selain itu, perpaduan warna gulali dan kerupuk membuat tampilannya cukup menarik bagi anak-anak. Penyajian sederhana tersebut menjadi ciri khas yang membedakannya dari jajanan manis lain yang dijual pada masa yang sama.
Mengapa Gulali Rambut Nenek Mulai Jarang Ditemukan?
Perubahan kebiasaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberadaan jajanan tradisional. Saat ini, anak-anak memiliki banyak pilihan camilan, mulai dari cokelat, permen kemasan, biskuit, hingga berbagai makanan ringan modern yang mudah ditemukan di toko.
Di sisi lain, gulali rambut nenek memerlukan proses pembuatan yang lebih khusus dibandingkan camilan kemasan. Tidak semua penjual memiliki keterampilan atau peralatan untuk membuatnya, sehingga keberadaannya bergantung pada produsen dan pedagang tertentu.
Perubahan lokasi berjualan juga dapat memengaruhi popularitas jajanan ini. Jika dahulu camilan tradisional mudah ditemukan di sekitar sekolah atau pasar, kini pilihan jajanan di sejumlah tempat sudah semakin beragam.
Meski demikian, gulali rambut nenek belum sepenuhnya menghilang. Jajanan ini masih dapat ditemukan di sejumlah pasar tradisional, pusat jajanan, acara tertentu, atau penjual yang khusus menawarkan makanan jadul.
Jajanan Sederhana yang Menyimpan Kenangan
Bagi generasi yang tumbuh dengan jajanan tradisional, gulali rambut nenek memiliki nilai nostalgia yang kuat. Bentuknya yang unik, rasa manis, serta kebiasaan memakannya bersama kerupuk menjadi pengalaman sederhana yang sulit dilupakan.
Jajanan ini juga memperlihatkan kreativitas pembuat makanan tradisional dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk yang menarik. Dari gula yang diolah melalui teknik khusus, terciptalah camilan dengan tekstur dan tampilan yang berbeda dari makanan manis pada umumnya.
Kini, gulali rambut nenek tidak hanya menarik sebagai camilan, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Mengenalkan kembali jajanan ini kepada generasi muda dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga ingatan terhadap makanan khas yang pernah populer pada masa lalu.
Walaupun pilihan camilan modern terus berkembang, jajanan tradisional seperti gulali rambut nenek tetap memiliki tempat tersendiri bagi pencinta kuliner nostalgia. Bentuknya yang menyerupai kapas, rasa manis, dan perpaduannya dengan kerupuk menjadikannya salah satu jajanan jadul yang layak dikenang dan diperkenalkan kembali.
Next News

Tradisi Makan Bersama di Atas Daun Pisang, Kebiasaan yang Mempererat Kebersamaan
7 days ago

Menyimpan Uang di Celengan Ayam, Cara Menabung yang Pernah Populer di Rumah
in 6 hours

Telepon Putar dengan Angka Melingkar, Begini Cara Menggunakannya pada Zaman Dulu
in 6 hours

Congklak Bukan Sekadar Permainan, Ada Strategi Berhitung di Baliknya
in 6 hours

Permainan Kelereng yang Dulu Bisa Membuat Anak-Anak Lupa Waktu
in 6 hours

Cermai Punya Rasa Asam yang Khas, Dulu Sering Dijadikan Rujak dan Manisan
in 6 hours

Kedondong Hutan yang Rasanya Asam Segar, Pernah Jadi Favorit Pencinta Buah Jadul
in 6 hours

Buah Lobi-Lobi yang Dulu Sering Dimakan Anak-Anak, Kini Mulai Jarang Ditemukan
in 6 hours

Mengapa Air Bersih Perlu Disimpan dalam Wadah yang Tertutup? Ini Alasannya
in 4 hours

Mencuci Buah dengan Air Bersih, Apakah Sudah Cukup untuk Menghilangkan Kuman?
in 4 hours





