Gangguan Hati Bisa Memengaruhi Warna Kulit, Begini Prosesnya
Tata - Tuesday, 27 October 2026 | 08:26 AM


Perubahan warna kulit menjadi kekuningan dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu, termasuk gangguan pada hati. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit kuning atau jaundice, yaitu keadaan ketika kadar bilirubin dalam darah meningkat sehingga memengaruhi warna kulit dan bagian putih mata.
Hati memiliki peran penting dalam mengolah zat sisa dari tubuh, termasuk bilirubin yang terbentuk ketika sel darah merah mengalami pemecahan. Apabila proses pengolahan atau pengeluaran zat tersebut terganggu, bilirubin dapat menumpuk dan menyebabkan perubahan warna pada jaringan tubuh.
Meski demikian, kulit yang menguning tidak selalu disebabkan oleh penyakit hati. Gangguan pada saluran empedu maupun peningkatan penghancuran sel darah merah juga dapat menimbulkan kondisi serupa.
Bagaimana Hati Memengaruhi Warna Kulit?
Bilirubin merupakan pigmen berwarna kuning yang terbentuk secara alami ketika tubuh memecah hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen.
Setelah terbentuk, bilirubin dibawa melalui aliran darah menuju hati. Organ ini kemudian memproses bilirubin agar dapat dikeluarkan melalui cairan empedu dan selanjutnya dibuang bersama tinja.
Dalam kondisi normal, proses tersebut berlangsung secara teratur sehingga kadar bilirubin dalam darah tetap terkendali. Namun, ketika hati mengalami kerusakan atau fungsinya terganggu, pemrosesan bilirubin dapat menjadi tidak optimal.
Akibatnya, bilirubin menumpuk dalam darah dan meresap ke jaringan tubuh. Penumpukan inilah yang membuat kulit serta bagian putih mata terlihat kekuningan.
Berbagai Gangguan Hati yang Dapat Menyebabkan Kulit Menguning
Ada beberapa kondisi yang dapat mengganggu fungsi hati dan memicu peningkatan bilirubin. Salah satunya adalah hepatitis, yaitu peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, atau faktor lainnya.
Selain hepatitis, sirosis juga dapat menyebabkan perubahan warna kulit. Kondisi ini terjadi ketika jaringan hati mengalami kerusakan dan terbentuk jaringan parut yang mengganggu fungsi organ tersebut.
Gangguan hati akibat penumpukan lemak juga dapat berkembang menjadi peradangan dan kerusakan hati pada sebagian orang. Jika kerusakan berlanjut hingga memengaruhi kemampuan hati memproses bilirubin, penyakit kuning dapat muncul.
Namun, tidak semua orang yang mengalami gangguan hati akan menunjukkan gejala kulit menguning. Pada tahap awal, beberapa penyakit hati justru dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas.
Penyebab Lain Kulit Berwarna Kuning
Selain gangguan hati, kulit menguning dapat disebabkan oleh penyumbatan saluran empedu. Saluran ini berfungsi membawa empedu dari hati menuju usus. Jika alirannya terhambat, bilirubin dapat kembali menumpuk di dalam darah.
Batu empedu, misalnya, dapat menyumbat saluran empedu dan menyebabkan penyakit kuning. Kondisi ini terkadang disertai nyeri di perut kanan atas, urine berwarna gelap, dan tinja yang tampak lebih pucat.
Peningkatan penghancuran sel darah merah juga dapat meningkatkan produksi bilirubin hingga melebihi kemampuan tubuh untuk mengolahnya. Dalam keadaan tersebut, penyakit kuning dapat terjadi meskipun penyebab utamanya bukan kerusakan hati.
Perubahan warna kulit akibat konsumsi makanan tinggi beta-karoten, seperti wortel, juga perlu dibedakan dari penyakit kuning. Karotenemia dapat membuat kulit tampak kekuningan, terutama pada telapak tangan dan telapak kaki, tetapi biasanya tidak menyebabkan bagian putih mata ikut menguning.
Gejala Lain yang Perlu Diperhatikan
Kulit dan bagian putih mata yang menguning bukan satu-satunya tanda yang dapat muncul ketika terjadi gangguan pada hati atau saluran empedu. Gejala lain yang mungkin menyertai antara lain urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, rasa gatal pada kulit, mudah lelah, mual, kehilangan nafsu makan, serta rasa tidak nyaman di perut bagian kanan atas.
Pada kondisi tertentu, seseorang juga dapat mengalami pembengkakan perut atau tungkai. Gejala tersebut dapat menandakan gangguan hati yang lebih serius dan membutuhkan pemeriksaan medis.
Tanda-tanda ini tidak selalu muncul secara bersamaan. Oleh karena itu, perubahan warna kulit yang tidak biasa sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat kelelahan atau masalah kulit biasa.
Kapan Kulit Menguning Perlu Diperiksakan?
Kulit atau bagian putih mata yang baru terlihat kuning perlu segera diperiksa oleh tenaga medis, meskipun tidak disertai rasa sakit. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah penyebabnya berasal dari hati, saluran empedu, penghancuran sel darah merah, atau kondisi lainnya.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah, termasuk pengukuran bilirubin serta enzim hati. Jika diperlukan, pemeriksaan tambahan seperti ultrasonografi dapat dilakukan untuk menilai kondisi hati dan saluran empedu.
Apabila kulit menguning disertai demam, nyeri perut hebat, muntah berulang, kebingungan, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat.
Cara Menjaga Kesehatan Hati
Menjaga kesehatan hati dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. Konsumsi makanan bergizi seimbang, pertahankan berat badan yang sehat, dan lakukan aktivitas fisik secara teratur untuk membantu mengurangi risiko gangguan metabolisme yang dapat memengaruhi hati.
Hindari konsumsi alkohol dan jangan menggunakan obat atau suplemen secara sembarangan karena beberapa zat dapat menyebabkan kerusakan hati. Vaksinasi hepatitis A dan B sesuai rekomendasi tenaga kesehatan serta menghindari paparan darah yang terkontaminasi juga dapat membantu mencegah jenis infeksi hepatitis tertentu.
Pada akhirnya, perubahan warna kulit menjadi kuning dapat berkaitan dengan gangguan dalam proses pengolahan bilirubin, termasuk akibat masalah pada hati. Mengenali gej
Next News

Dari Kulit Hewan Menjadi Sepatu, Mengenal Proses Pembuatan Kulit Samak
in 6 hours

Cokelat Berasal dari Buah, Begini Perjalanan Kakao hingga Menjadi Cokelat Batangan
in 6 hours

Matcha Bukan Sekadar Teh Hijau, Apa yang Membuatnya Berbeda?
in 6 hours

Mengapa Tanaman Kopi Tumbuh Baik di Daerah Pegunungan?
in 6 hours

Dari Batang Pisang Menjadi Serat, Potensi Tanaman Tropis dalam Dunia Tekstil
in 5 hours

Dari Bulu Kambing Anggora Menjadi Benang, Mengenal Serat Mohair
in 4 hours

Dari Ulat Sutra Menjadi Kain Mewah, Bagaimana Benang Sutra Dihasilkan?
in 3 hours

Resep Gulai Daun Kemangi yang Harum, Gurih, dan Menggugah Selera
9 hours ago

Resep Gulai Belimbing Wuluh yang Segar, Gurih, dan Menggugah Selera
9 hours ago

Daun Pepaya yang Pahit tetapi Banyak Digunakan dalam Masakan Tradisional
9 hours ago





