Dulu Kuno Sekarang Hits: Pesona Kebaya di Mata Generasi Muda
Laila - Friday, 01 May 2026 | 01:05 PM


Bukan Cuma Buat Kondangan, Kenalan Yuk sama Berbagai Jenis Kebaya yang Bikin Kamu Makin Aesthetic
Pernah nggak sih kamu merasa kalau pakai kebaya itu tiba-tiba level kegantengan atau kecantikan meningkat drastis? Ada semacam aura magis yang bikin punggung jadi otomatis tegak dan jalan jadi lebih anggun. Dulu, mungkin kita mikirnya kebaya itu cuma baju buat nenek-nenek atau pakaian wajib kalau mau datang ke nikahan mantan. Tapi sekarang, lihat deh di media sosial, kampanye Kebaya Goes to UNESCO sampai tren berkain makin menjamur. Kebaya sudah jadi bagian dari gaya hidup anak muda yang ingin tampil beda tapi tetep punya identitas.
Masalahnya, masih banyak nih di antara kita yang kalau ditanya "Itu kebaya jenis apa?", jawabannya cuma "Ya kebaya aja." Padahal, Indonesia itu luas banget, dan tiap daerah punya "signature" kebaya masing-masing yang filosofinya sedalam palung laut. Biar nggak malu-maluin saat ditanya atau biar nggak salah kostum saat mau custom ke penjahit, yuk kita bedah satu-satu jenis kebaya yang ada di Nusantara dengan gaya yang lebih santai.
1. Kebaya Kutubaru: Si Klasik yang Kembali Hits
Kalau kamu sering lihat cewek-cewek pakai kebaya yang ada kain tambahan di bagian tengah dada (semacam panel penghubung), itu namanya Kebaya Kutubaru. Jenis ini bisa dibilang paling legendaris. Dulunya identik banget sama vibes ibu-ibu pejabat zaman Orde Baru, tapi sekarang? Wah, Kutubaru adalah primadona anak indie yang hobi pakai sneakers dan kain lilit.
Khasnya adalah kain segiempat di tengah yang menghubungkan sisi kiri dan kanan. Biasanya dipakai dengan stagen atau kemben di dalamnya. Kenapa Kutubaru enak banget dilihat? Karena potongannya tegas tapi tetap menunjukkan lekuk tubuh dengan sopan. Pakai ini buat wisuda atau sekadar nongkrong cantik di galeri seni beneran bikin look kamu kelihatan "mahal" tanpa harus berlebihan.
2. Kebaya Kartini: Minimalis dan Anggun
Sesuai namanya, model ini memang sering banget kita lihat di foto-foto pahlawan nasional kita, Raden Ajeng Kartini. Kalau Kutubaru punya panel di tengah, Kebaya Kartini justru lebih simpel. Kerahnya berbentuk V dan lipatannya menutupi bagian dada sampai ke bawah. Kesannya lebih rapi, bersahaja, dan "adem" dilihatnya.
Biasanya, Kebaya Kartini panjangnya menutup panggul. Buat kamu yang nggak suka ribet dengan banyak payet atau detail yang bikin gatal, model Kartini adalah jalan ninja. Bahannya pun biasanya dari kain katun yang menyerap keringat. Cocok banget buat acara formal pagi hari yang udaranya masih agak panas.
3. Kebaya Encim: Tabrak Warna yang Estetik
Nah, kalau yang satu ini adalah hasil "perkawinan" budaya yang cakep banget antara budaya Betawi, Melayu, dan Tionghoa. Kebaya Encim biasanya identik dengan warna-warna cerah, bahkan cenderung neon atau pastel yang berani. Ciri khas utamanya ada di bordiran atau sulaman bunga-bunga di bagian pinggir kain dan ujung lengan.
Kenapa namanya Encim? Karena dulu sering dipakai oleh perempuan Tionghoa (Encim berarti bibi dalam bahasa Hokkien). Bahannya biasanya tipis dan ringan. Kebaya ini tuh vibes-nya ceria banget. Kalau kamu pengen pakai kebaya tapi nggak mau kelihatan terlalu kaku atau formal banget, Kebaya Encim yang dipadukan dengan jeans atau rok midi itu juaranya!
4. Kebaya Bali: Sentuhan Obi yang Bikin Ramping
Siapa sih yang nggak jatuh cinta sama tampilan perempuan Bali kalau lagi pakai kebaya? Rasanya auranya tuh beda, segar dan cantik natural. Kebaya Bali sebenarnya mirip dengan kebaya pada umumnya, tapi yang bikin dia ikonik banget adalah penggunaan "Obi" atau selendang yang diikat di pinggang.
Bahan kebaya Bali biasanya dari brokat atau kain lace dengan motif yang rapat. Kadang mereka pakai warna-warna yang sangat berani seperti kuning kunyit, merah darah, atau ungu. Ikat pinggang atau selendang itu fungsinya bukan cuma hiasan, tapi juga simbol untuk membedakan antara pikiran negatif dan positif. Dan bonusnya, pakai obi otomatis bikin pinggang kelihatan lebih ramping, lho!
5. Kebaya Sunda: Geulis Pisan!
Kalau main ke Jawa Barat, kamu bakal sering lihat kebaya yang kerahnya unik, biasanya berbentuk kerah leher yang melingkar atau kerah tegak. Kebaya Sunda punya ciri khas lebih berani dalam main payet dan manik-manik (beads). Biasanya bentuk bagian bawahnya meruncing di depan atau belakang.
Kebaya ini dirancang untuk menunjukkan kelembutan tapi juga kemewahan. Sering banget dipakai buat pengantin karena detailnya yang rumit. Kalau kamu pakai kebaya model Sunda, otomatis deh aura "Teh-teh Geulis" langsung terpancar maksimal. Jangan lupa dipadukan dengan sanggul modern yang sedikit longgar biar makin kekinian.
6. Baju Kurung dan Baju Bodo: Saudara Jauh yang Nggak Kalah Kece
Meskipun secara teknis ada yang menyebutnya berbeda dari "kebaya" Jawa, tapi dalam konteks pakaian adat Nusantara, Baju Kurung (Sumatera/Melayu) dan Baju Bodo (Sulawesi Selatan) punya tempat tersendiri di hati pencinta fashion. Baju Kurung itu longgar, nggak membentuk lekuk tubuh, dan biasanya dipasangkan dengan kain songket yang megah. Mewah banget!
Sedangkan Baju Bodo adalah salah satu busana tertua di dunia. Bentuknya kotak, berlengan pendek, dan terbuat dari kain transparan (tapi sekarang sudah banyak modifikasi pakai furing). Warnanya pun punya arti sesuai tingkatan usia pemakainya. Pakai Baju Bodo di acara formal itu semacam "statement" kalau kamu punya selera fashion yang berani dan menghargai sejarah.
Kesimpulan: Kebaya Itu Bukan Beban, Tapi Kebanggaan
Jadi, dari deretan nama di atas, mana nih yang paling cocok sama personal style kamu? Mau yang minimalis ala Kartini, yang ramai ala Encim, atau yang berstruktur ala Kutubaru? Menggunakan kebaya di zaman sekarang bukan lagi soal mematuhi pakem yang membosankan. Kita bebas kok melakukan mix and match. Pakai kebaya dengan kain lilit pendek dan sepatu boots? Why not! Pakai kebaya jadi outer saat pakai tanktop dan kulot? Bisa banget!
Intinya, mengenal nama-nama kebaya ini bikin kita makin sadar kalau Indonesia itu kaya banget soal tekstil dan desain. Mengutip kata orang bijak, kita nggak perlu jadi orang lain untuk terlihat hebat, cukup pakai baju warisan leluhur dan bawalah dengan rasa percaya diri. Karena kecantikan atau ketampanan yang paling hakiki itu muncul saat kita bangga sama akar budaya sendiri. Yuk, mulai bongkar lemari Mama atau cari penjahit langganan, saatnya kita berkebaya dengan gaya!
Next News

Krisis Air Bersih: Kenapa Indonesia yang Kaya Air Justru Bisa Kekurangan?
in 7 hours

Bangun Pagi: Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang dan Produktif
in 7 hours

Penyebab Milia di Bawah Mata dan Cara Mengatasinya dengan Benar
in 7 hours

Kebiasaan Gigit Kuku: Fakta Unik, Dampak Kesehatan, dan Cara Mengatasinya
in 7 hours

Pusing Debu di Sela Keyboard? Ini Solusi Praktis Tanpa Bongkar!
in 7 hours

Tren Tanaman Hias Mahal: Ketika Hobi Berkebun Berubah Jadi Simbol Gengsi dan Investasi
in 6 hours

Jangan Kaget, HP yang Kamu Pegang Ternyata Lebih Jauh Lebih Jorok dari Dudukan Toilet
in 6 hours

Mawar: Bunga Klasik yang Tak Pernah Kehilangan Pesona Sepanjang Zaman
in 6 hours

Fakta Menarik: Benarkah Kupu-kupu Menikmati Makanan Lewat Kakinya?
in 6 hours

Dilema Sambal Matah: Mengapa Bawang Merah Bisa Menyebabkan Bau Badan dan Napas?
in 6 hours





