Dari Tepung hingga Siap Disantap, Begini Proses Pembuatan Kerupuk
Liaa - Monday, 31 August 2026 | 11:17 AM


Kerupuk merupakan salah satu makanan yang sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Teksturnya yang renyah membuat makanan ini sering dijadikan pelengkap berbagai hidangan maupun camilan.
Namun, sebelum berubah menjadi kerupuk yang siap disantap, bahan-bahan yang digunakan harus melewati sejumlah proses. Tahapan pembuatan dapat berbeda tergantung jenis kerupuk, tetapi secara umum terdapat beberapa langkah utama.
1. Menyiapkan Bahan
Bahan utama kerupuk dapat berbeda-beda. Ada yang menggunakan tepung tapioka, tepung sagu, beras, ikan, udang, kulit, atau bahan pangan lainnya.
Selain bahan utama, biasanya digunakan bumbu seperti bawang putih, garam, gula, dan penyedap sesuai resep. Komposisinya dapat berbeda berdasarkan jenis dan resep kerupuk.
2. Membuat dan Menguleni Adonan
Bahan-bahan kemudian dicampurkan dengan air hingga membentuk adonan. Adonan perlu diolah hingga tercampur secara merata dan memiliki tekstur yang sesuai.
Pada kerupuk tertentu, bahan tambahan seperti ikan atau udang terlebih dahulu dihaluskan sebelum dicampurkan ke dalam adonan.
3. Membentuk Adonan
Setelah adonan siap, tahap berikutnya adalah membentuknya sesuai jenis kerupuk. Ada adonan yang dibentuk menjadi silinder panjang, lembaran, atau bentuk lainnya.
Bentuk tersebut nantinya akan menentukan ukuran dan tampilan kerupuk setelah dipotong dan digoreng.
4. Mengukus atau Memasak Adonan
Adonan yang telah dibentuk biasanya dikukus hingga matang. Proses ini membantu membuat struktur adonan menjadi lebih padat dan mudah dipotong.
Lama pengukusan dapat berbeda-beda tergantung jenis, ukuran, dan komposisi adonan.
5. Mengiris Kerupuk
Setelah matang dan cukup dingin, adonan dipotong menjadi irisan tipis. Ketebalan irisan perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi proses pengeringan dan hasil akhir ketika kerupuk digoreng.
Irisan yang seragam juga membantu kerupuk matang secara lebih merata.
6. Mengeringkan Kerupuk
Irisan kerupuk kemudian dikeringkan. Pada proses tradisional, pengeringan sering memanfaatkan sinar matahari.
Tujuan utama tahap ini adalah mengurangi kadar air sehingga kerupuk menjadi kering dan dapat disimpan sebelum digoreng.
Kondisi cuaca, ketebalan irisan, serta metode pengeringan dapat memengaruhi lama proses tersebut.
7. Menggoreng Kerupuk
Setelah benar-benar kering, kerupuk siap digoreng menggunakan minyak panas.
Ketika terkena panas, air yang masih tersisa dalam struktur kerupuk berubah menjadi uap. Proses tersebut membantu mendorong struktur kerupuk sehingga mengembang dan menghasilkan tekstur yang renyah.
Suhu minyak yang sesuai juga penting agar kerupuk dapat mengembang dengan baik dan tidak terlalu banyak menyerap minyak.
8. Kerupuk Siap Disantap
Setelah matang, kerupuk biasanya ditiriskan terlebih dahulu untuk mengurangi minyak yang menempel di permukaan.
Kerupuk kemudian dapat langsung dinikmati sebagai camilan atau dijadikan pelengkap berbagai makanan, seperti nasi, mi, soto, pecel, dan hidangan lainnya.
Setiap Tahap Menentukan Hasil Akhir
Pembuatan kerupuk ternyata tidak sesederhana memasukkan kerupuk mentah ke dalam minyak. Kualitas bahan, pencampuran adonan, proses pemasakan, ketebalan irisan, pengeringan, hingga suhu penggorengan dapat memengaruhi rasa dan kerenyahan kerupuk.
Itulah sebabnya proses pembuatan menjadi bagian penting dalam menghasilkan kerupuk yang renyah, gurih, dan memiliki bentuk yang menarik.
Dari bahan sederhana hingga menjadi makanan yang digemari banyak orang, kerupuk menunjukkan bagaimana proses pengolahan pangan dapat menghasilkan produk dengan tekstur dan cita rasa yang berbeda.
Next News

Terlalu Sering Makan Seblak, Apa yang Perlu Diperhatikan?
in 5 hours

Sering Merasa Lelah? Kenali Beberapa Kebiasaan yang Bisa Memengaruhinya
in 5 hours

Makna Lagu "Melangitkanmu" dari Ghea Indrawari, Tentang Doa dan Ketulusan dalam Mencintai
in 4 hours

Makna Lagu "Seluruh Cinta" dari Cakra Khan dan Siti Nurhaliza, Kisah Cinta yang Penuh Ketulusan
in 4 hours

Mengajarkan Anak Bertanggung Jawab Bisa Dimulai dari Hal-Hal Kecil
in 4 hours

Orang Tua Bukan Hanya Mengajarkan, Anak Juga Belajar dari Kebiasaan di Rumah
in 4 hours

Kebiasaan Sehat yang Bisa Membantu Lansia Tetap Aktif dan Mandiri
in 4 hours

Tetap Aktif di Usia Lanjut, Mengapa Aktivitas Fisik Penting bagi Lansia?
in 4 hours

Kenapa Jengkol Bisa Menimbulkan Aroma Khas? Ini Penjelasannya
in 4 hours

Jengkol Jadi Kuliner Favorit, Apa yang Membuat Rasanya Begitu Khas?
in 4 hours





