Dari Minuman Kuno ke Simbol Gaya Hidup, Begini Sejarah Pembuatan Wine yang Tak Banyak Diketahui
Nanda - Friday, 03 April 2026 | 12:00 PM


Apa itu wine?
Secara umum, wine adalah minuman hasil fermentasi sari anggur. Encyclopaedia Britannica menjelaskan bahwa wine secara klasik merujuk pada fermentasi buah anggur, terutama dari spesies Vitis vinifera, yang kemudian menjadi dasar utama tradisi vitikultur di banyak wilayah dunia. Definisi modern ini tampak sederhana, tetapi sejarah pembuatannya berlangsung sangat panjang dan melibatkan banyak peradaban.
Awal mula pembuatan wine ternyata sangat kuno
Salah satu temuan paling penting datang dari Georgia di kawasan Kaukasus Selatan. Studi yang diterbitkan di PNAS menyebut adanya bukti biomolekuler paling awal untuk wine anggur dari sekitar 6.000–5.800 SM. Temuan ini didukung juga oleh Penn Museum dan Smithsonian, yang menjelaskan bahwa residu kimia pada wadah tanah liat kuno menunjukkan praktik pembuatan wine sudah dikenal ribuan tahun lalu dalam masyarakat Neolitik.
Mengapa wine bisa muncul pada masa prasejarah?
Menurut penjelasan Penn Museum, munculnya wine berkaitan dengan perubahan besar pada kehidupan manusia di era Neolitik, ketika manusia mulai menetap, bercocok tanam, dan mengelola hasil panen secara lebih terencana. Dalam konteks itu, anggur bukan hanya dikonsumsi sebagai buah, tetapi juga difermentasi menjadi minuman yang kemungkinan punya fungsi sosial, ritual, dan ekonomi. Jadi, sejarah wine tidak lahir dari kebetulan semata, melainkan dari perkembangan budaya manusia sendiri.
Dari Kaukasus ke Timur Tengah dan Mediterania
Britannica mencatat bahwa Vitis vinifera dibudidayakan di Timur Tengah sekitar 4000 SM atau mungkin lebih awal. Setelah itu, praktik vitikultur dan pembuatan wine menyebar ke berbagai wilayah, terutama lewat jaringan perdagangan dan pengaruh budaya. Inilah yang kemudian membuka jalan bagi wine untuk tumbuh sebagai bagian penting dari peradaban Mesir kuno, Yunani, hingga Romawi.
Wine dalam peradaban Yunani dan Romawi
Dalam dunia Yunani kuno, wine bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari kehidupan sosial dan intelektual. World History Encyclopedia menjelaskan bahwa bangsa Yunani melembagakan tradisi minum wine dalam symposia, sementara Romawi kemudian mengembangkan vitikultur menjadi usaha besar yang sangat berpengaruh. Banyak wilayah penghasil wine terkenal saat ini bahkan punya akar sejarah dari era Romawi.
Bagaimana wine dibuat pada masa awal?
Pada masa kuno, pembuatan wine dilakukan dengan cara yang jauh lebih sederhana dibanding sekarang. Anggur dipetik, dihancurkan, lalu difermentasi dalam wadah seperti bejana tanah liat. Bukti dari Georgia menunjukkan penggunaan wadah besar dari terakota, yang dikenal dalam tradisi setempat sebagai qvevri, untuk fermentasi dan penyimpanan. Teknik dasarnya tetap sama dengan inti produksi wine modern: memanfaatkan gula alami anggur yang diubah oleh ragi menjadi alkohol melalui fermentasi.
Dari tradisi lokal menjadi budaya lintas benua
Seiring waktu, wine berkembang bukan hanya sebagai hasil pertanian, tetapi juga simbol status, perdagangan, dan identitas daerah. Penyebarannya ke Eropa membuat berbagai kawasan mengembangkan gaya produksi masing-masing. Britannica menekankan bahwa sejarah wine sangat terkait dengan penyebaran vitikultur, sementara OIV menunjukkan bahwa pada abad ke-20 kebutuhan akan definisi dan standar internasional menjadi makin penting karena wine telah menjadi komoditas global.
Lahirnya aturan dan standar modern
Perkembangan industri wine modern mendorong lahirnya lembaga internasional untuk menyusun aturan yang lebih seragam. OIV menjelaskan bahwa organisasi ini dibentuk pada 1924 sebagai Office International du Vin untuk membantu harmonisasi sektor vitikultur global. Salah satu latar belakangnya adalah kebutuhan membedakan wine dari produk tiruan serta mengatur praktik, definisi, dan standar produksi secara lebih jelas.
Fakta yang belum banyak diketahui
Salah satu fakta menarik adalah bahwa sejarah wine yang paling awal bukan bermula di Prancis atau Italia, melainkan dari kawasan Kaukasus Selatan berdasarkan bukti arkeologis saat ini. Fakta lain, sejarah wine lebih tua daripada banyak negara modern, dan sejak awal ia bukan sekadar minuman santai, melainkan bagian dari ritual, perdagangan, dan struktur sosial. Selain itu, standar tentang apa yang bisa disebut "wine" di era modern baru dipertegas jauh belakangan, ketika perdagangan internasional membuat definisi yang seragam menjadi penting.
Mengapa sejarah wine tetap menarik sampai sekarang?
Kisah wine menarik karena mempertemukan pertanian, kimia, budaya, dan sejarah manusia dalam satu jalur panjang. Dari residu kuno di bejana tanah liat hingga industri global dengan standar internasional, perjalanan wine menunjukkan bagaimana satu hasil fermentasi bisa berkembang menjadi warisan budaya dunia. Itulah sebabnya, membahas sejarah wine bukan hanya membahas minuman, tetapi juga sejarah peradaban manusia itu sendiri.
Next News

Tahu vs Tempe, Mana yang Lebih Bergizi?
6 hours ago

Tanda Skin Barrier Rusak yang Sering Disalahartikan sebagai Kulit Kusam
6 hours ago

Sunscreen adalah Skincare Anti-Aging Terbaik.Ini Alasannya
6 hours ago

Dulu dari Batu, Kini Super Empuk: Sejarah Bantal yang Jarang Diketahui
6 hours ago

Kunci Punya Nyawa? Simak Alasan Benda Kecil Ini Suka Sembunyi
in 6 hours

Posisi Tidur dan Dampaknya pada Kesehatan Tubuh
6 hours ago

Kolagen: Lebih Efektif yang Diminum atau Dioles?
6 hours ago

Kenapa Umur 35 Kelihatan Lebih Muda dari Umur 20? Ini Alasannya
in 6 hours

Cara Mudah Bikin Teras Rumah Estetik Hanya dengan Tanaman
in 5 hours

Hati-Hati! Tidak Semua Ikan Baik untuk Kesehatan, Ini Jenis yang Sebaiknya Dibatasi
in 5 hours





