Rabu, 28 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Dari Batang Pohon Menjadi Kertas, Berapa Banyak Proses yang Dibutuhkan?

icaa - Wednesday, 28 October 2026 | 02:52 PM

Background
Dari Batang Pohon Menjadi Kertas, Berapa Banyak Proses yang Dibutuhkan?

Kertas menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Buku, koran, dokumen, kardus, hingga kemasan makanan memanfaatkan bahan ini untuk berbagai keperluan. Namun, tidak banyak orang mengetahui bahwa selembar kertas yang tampak sederhana berasal dari proses pengolahan bahan baku yang cukup panjang.

Salah satu bahan baku utama pembuatan kertas adalah kayu dari pohon tertentu. Kayu tersebut mengandung selulosa, yaitu komponen utama dinding sel tumbuhan yang membentuk serat. Serat inilah yang kemudian diolah dan disatukan hingga menghasilkan lembaran kertas.

1. Batang Pohon Dipilih sebagai Bahan Baku

Proses pembuatan kertas dimulai dengan pemilihan kayu yang sesuai. Beberapa jenis pohon yang digunakan dalam industri pulp dan kertas antara lain akasia, eukaliptus, serta jenis pohon lainnya yang memiliki karakter serat sesuai kebutuhan.

Kayu dari setiap jenis pohon memiliki panjang dan sifat serat yang berbeda. Karakter tersebut dapat memengaruhi kekuatan, kelembutan, dan kualitas kertas yang dihasilkan.

Setelah dipanen, kayu dibawa ke fasilitas pengolahan untuk menjalani proses berikutnya. Penggunaan kayu dari sumber yang dikelola secara bertanggung jawab juga menjadi perhatian penting agar kebutuhan bahan baku industri tidak mengabaikan kelestarian hutan.



2. Kayu Dipotong Menjadi Serpihan Kecil

Batang kayu tidak langsung diubah menjadi kertas. Pertama-tama, kulit kayu biasanya dikupas untuk mengurangi kotoran dan bagian yang tidak diperlukan dalam proses produksi.

Kayu kemudian dipotong menjadi serpihan kecil atau wood chips. Ukuran serpihan dibuat relatif seragam agar proses pemisahan serat berlangsung lebih merata.

Tahap ini penting karena kayu masih memiliki struktur yang keras dan tersusun dari berbagai komponen, termasuk selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Agar dapat menjadi kertas, serat selulosa perlu dipisahkan dan dipersiapkan sehingga bisa saling melekat saat membentuk lembaran.

3. Serat Kayu Dipisahkan Menjadi Bubur Kertas

Serpihan kayu selanjutnya diolah menjadi pulp atau bubur kertas. Proses ini dapat dilakukan melalui metode kimia, mekanis, atau kombinasi keduanya.

Pada metode kimia, serpihan kayu dimasak menggunakan bahan kimia tertentu untuk membantu memisahkan lignin dari serat. Lignin merupakan komponen yang membantu menyatukan struktur kayu, tetapi keberadaannya dalam jumlah tertentu dapat memengaruhi warna dan karakter kertas.



Sementara itu, metode mekanis memanfaatkan tenaga mesin untuk memisahkan serat kayu. Metode ini dapat mempertahankan lebih banyak komponen kayu, tetapi karakter dan daya tahan produk akhirnya berbeda dari pulp yang dihasilkan melalui proses kimia.

Hasil pengolahan berupa bubur yang mengandung serat-serat kecil. Pada tahap ini, kayu telah berubah dari bahan padat menjadi material berserat yang dapat dibentuk menjadi lembaran.

4. Bubur Kertas Dibersihkan dan Dapat diputihkan

Bubur kertas kemudian dibersihkan untuk menghilangkan sisa kotoran, serpihan yang belum terurai sempurna, dan bahan lain yang tidak diinginkan. Pembersihan membantu menghasilkan pulp dengan kualitas lebih seragam.

Untuk produk yang membutuhkan warna lebih cerah, pulp dapat menjalani proses pemutihan menggunakan bahan kimia yang sesuai. Pemutihan bertujuan mengurangi komponen penyebab warna, termasuk sisa lignin pada jenis pulp tertentu.

Namun, tidak semua kertas harus berwarna putih. Kertas cokelat untuk kardus atau kemasan tertentu dapat dibuat tanpa pemutihan intensif. Jenis bahan baku dan kebutuhan produk menentukan perlakuan yang digunakan.



5. Bubur Kertas Dicampur dengan Air dan Bahan Tambahan

Sebelum dibentuk menjadi lembaran, pulp dicampur dengan air hingga menjadi suspensi yang encer. Dalam proses industri, campuran ini dapat mengandung bahan tambahan untuk memperbaiki sifat kertas.

Bahan tambahan tersebut dapat berfungsi meningkatkan kekuatan, mengatur daya serap air, memperbaiki kehalusan permukaan, atau membantu tinta menempel dengan baik. Jenis dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan produk akhir.

Kertas untuk mencetak, menulis, membuat tisu, dan menghasilkan kemasan memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, komposisi campuran pulp tidak selalu sama.

6. Serat Dibentuk Menjadi Lembaran Kertas

Campuran pulp kemudian dialirkan ke mesin pembentuk kertas. Campuran tersebut disebarkan di atas saringan bergerak yang memungkinkan sebagian besar air keluar, sementara serat-serat tertinggal dan mulai membentuk jaringan.

Pada tahap ini, serat selulosa saling berdekatan dan membentuk lapisan tipis. Ikatan ant serat membantu memberikan kekuatan pada lembaran kertas yang terbentuk.



Air kemudian dikeluarkan lebih lanjut melalui proses penirisan dan pengepresan. Mesin menekan lembaran untuk mengurangi kandungan air sekaligus membantu memperkuat hubungan ant serat.

Meskipun bentuknya mulai menyerupai kertas, lembaran tersebut masih mengandung kelembapan sehingga harus melewati proses pengeringan.

7. Lembaran Kertas Dikeringkan dan Diperhalus

Setelah pengepresan, lembaran kertas melewati bagian pengering mesin. Panas digunakan untuk menguapkan sisa air hingga kadar kelembapannya mencapai tingkat yang sesuai.

Pengeringan harus dikendalikan agar kertas tidak terlalu rapuh atau mengalami perubahan bentuk yang tidak diinginkan. Suhu, kecepatan mesin, dan karakter bahan memengaruhi hasil akhirnya.

Untuk jenis kertas tertentu, permukaan juga dapat diperhalus melalui proses tambahan. Kertas cetak, misalnya, mungkin memerlukan pelapisan atau proses kalendering untuk menghasilkan permukaan yang lebih rata dan sesuai dengan kebutuhan pencetakan.



8. Kertas Digulung, Dipotong, dan Siap Digunakan

Lembaran kertas yang telah selesai diproses biasanya digulung menjadi gulungan besar. Gulungan tersebut kemudian dapat dipotong sesuai ukuran dan diolah lebih lanjut menjadi produk yang dibutuhkan.

Kertas untuk buku dan dokumen dapat dipotong menjadi lembaran, sedangkan bahan untuk koran atau produk industri tertentu dapat tetap berbentuk gulungan. Untuk pembuatan kardus, kertas juga dapat menjalani proses tambahan agar memiliki struktur dan kekuatan yang sesuai.

Setelah melalui pemeriksaan kualitas, produk dikemas dan didistribusikan kepada konsumen atau industri lain.

9. Tidak Semua Kertas Harus Berasal dari Pohon

Meskipun kayu merupakan bahan baku penting, kertas juga dapat dibuat dari bahan berserat lainnya. Kertas daur ulang, misalnya, memanfaatkan serat dari kertas bekas yang diproses kembali. Selain itu, beberapa produk menggunakan serat nonkayu seperti bambu, ampas tebu, atau jerami.

Penggunaan kertas daur ulang dapat membantu mengurangi kebutuhan serat baru dan memanfaatkan bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. Namun, serat kertas memiliki batas penggunaan ulang karena kualitas dan panjangnya dapat menurun setelah mengalami beberapa siklus pengolahan.



Karena itu, pengelolaan bahan baku, penggunaan air dan energi, serta pengolahan limbah menjadi bagian penting dalam industri kertas.